Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Vetements Jual Kemeja Putih Bekas Setrika Gosong, Harganya Nyaris Rp 20 Juta

Daniel Ngantung - wolipop
Kamis, 19 Feb 2026 21:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Vetements Jual Kemeja Putih Bekas Setrika Gosong
Foto: Dok. Vetements
Paris -

Ketika desainer dan rumah mode dunia berlomba-lomba menawarkan kemewahan dengan mengedepankan keterampilan tangan, Vetements tetap konsisten dengan fashion item yang provokatif. Ambil contoh saja, kemeja putih yang satu ini.

Dalam koleksi yang baru dirilis, Vetements yang berbasis di Swiss dan Prancis ini menyertakan sebuah kemeja putih oversized dengan hiasan berupa cap gosong bekas setrikaan pada bagian kantong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kehadiran atasan ini langsung mengundang beragam reaksi lantaran harganya yang mencapai US$ 1.139 atau hampir menyentuh Rp 20 juta.

Di media sosial, Vetements menjadi bulan-bulanan. Banyak yang mengkritik bagaimana label 'high-fashion' masa kini lebih mementingkan sensasi ketimbang kualitas dan menjualnya dengan harga yang tak masuk akal.

ADVERTISEMENT
Vetements Jual Kemeja Putih Bekas Setrika GosongVetements Jual Kemeja Putih Bekas Setrika Gosong Foto: Dok. Vetements

"Ini mengapa fashion tak terasa lagi seperti sebuah karya seni dan malah menjadi sebuah lelucon. Kamu tidak membeli sebuah kemeja, melainkan hanya untuk menunjukkan bahwa kamu mampu untuk mengeluarkan US$ 1.139 demi kerusakan palsu," tulis pengguna X seperti dikutip NDTV.

Ada pula yang berkomentar, "Masalahnya adalah tidak ada lagi kreativitas dan barang yang terlihat kotor. Desainer hebat melahirkan karya yang besar. Kalau ini berada di level terendah. Seharusnya dijual seharga 0."

Pada 2019, Vetements juga memicu kontroversi setelah menampilkan kaus putih yang dihiasi tulisan 'Jangan Tembak' dalam bahasa Arab, Prancis, dan Inggris, di panggung Paris Fashion Week.

Hiasan grafis tersebut mengingatkan pada kaus yang dipakai banyak jurnalis ketika meliput invasi Israel di Lebanon pada 1982. Vetements kala itu dituduh 'menglamorisasi' peperangan demi keuntungan komersial.

Produk yang 'anti-fashion' memang sudah menjadi DNA Vetements sejak duo adik-kakak Demna Gvasalia and Guram Gvasalia mendirikannya pada 2014. Bahkan Demna tetap membawa ciri khas tersebut ketika menangani Balenciaga sebelum akhirnya pindah ke Gucci tahun lalu.

Sulit untuk melupakan produk seperti sweater compang-camping atau sneakers kucel Balenciaga. Terlepas dari hujatan, tetap ada saja yang membelinya.

(dtg/dtg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads