×
Ad

Viral Pheromone Maxxing, Benarkah Bau Tubuh Bisa Tingkatkan Daya Tarik?

Vina Oktiani - wolipop
Kamis, 13 Agu 2026 09:30 WIB
Foto: Getty Images/AsiaVision
Jakarta -

Tren untuk tampil menarik di media sosial memang terus bermunculan. Kali ini, TikTok kembali diramaikan dengan pheromone maxxing, sebuah tren yang mengajak seseorang memanfaatkan bau alami tubuh sebagai cara untuk meningkatkan daya tarik saat mencari pasangan.

Melansir Vice, pheromone maxxing merupakan bagian dari tren looksmaxxing atau berbagai upaya untuk mengoptimalkan penampilan. Namun, alih-alih fokus pada wajah, tubuh, atau gaya berpakaian, tren ini justru mengandalkan aroma alami tubuh atau yang sering disebut sebagai natural musk.

Beberapa orang yang mengikuti tren ini memilih untuk tidak memakai deodoran dan mengurangi frekuensi mandi. Bahkan, ada pula pelaku yang melakukan cara lebih ekstrem, seperti minum urine sendiri dengan keyakinan bahwa hal tersebut dapat membantu mengeluarkan racun melalui keringat.

Tujuan dari pheromone maxxing adalah memperkuat bau alami tubuh yang diyakini mengandung feromon. Feromon sendiri dipercaya sebagai zat kimia yang dapat memengaruhi ketertarikan biologis terhadap orang lain. Namun, klaim tersebut ternyata masih jauh dari bukti ilmiah.

@fluffdumpster first off #table #computer #firstoff ♬ original sound - Fluffdumpster

Hingga saat ini, keberadaan feromon seks pada manusia masih menjadi perdebatan di dunia penelitian. Sejumlah ilmuwan telah mempelajari berbagai senyawa yang terdapat dalam keringat manusia, termasuk androstadienone, yang selama puluhan tahun dianggap sebagai salah satu kandidat feromon manusia.

Meski demikian, tinjauan penelitian yang diterbitkan pada 2025 menyimpulkan bahwa status androstadienone sebagai feromon manusia masih belum dapat dipastikan.
Artinya, belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa membiarkan tubuh mengeluarkan bau lebih kuat dapat membuat seseorang otomatis terlihat lebih menarik secara biologis.

Meski keberadaan feromon manusia belum terbukti secara pasti, bukan berarti aroma tubuh sama sekali tidak berhubungan dengan ketertarikan. Penelitian mengenai Major Histocompatibility Complex atau MHC, yaitu kelompok gen yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh, menemukan adanya hubungan antara aroma tubuh dan pilihan pasangan.

Dalam sejumlah penelitian yang dikenal sebagai sweaty T-shirt studies, beberapa perempuan dilaporkan lebih menyukai aroma tubuh pria yang memiliki profil gen kekebalan berbeda dari dirinya. Temuan tersebut menunjukkan bahwa tubuh manusia mungkin membawa informasi biologis melalui aroma. Namun, proses ketertarikan manusia tentu jauh lebih rumit daripada sekadar membiarkan tubuh berkeringat atau berhenti menggunakan deodoran.

Faktor hormon juga dapat memengaruhi preferensi seseorang terhadap aroma tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi hormonal berpotensi mengubah kecenderungan seseorang dalam memilih aroma pasangan.

Pada akhirnya, tren pheromone maxxing memang memiliki sedikit dasar dari penelitian mengenai hubungan antara aroma tubuh dan ketertarikan. Namun, klaim bahwa tidak mandi atau membiarkan bau badan semakin kuat dapat membuat seseorang lebih mudah membuat orang lain tertarik belum terbukti secara ilmiah.

Bau alami tubuh mungkin menjadi salah satu bagian dari ketertarikan biologis, tetapi kebersihan diri tetap penting. Jadi, tidak ada alasan untuk menjadikan kebiasaan tidak mandi sebagai strategi dalam urusan percintaan.



Simak Video "Video: Trik Pakai Concealer Biar Makin Flawless"

(vio/vio)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork