1 dari 10 Orang Gagal Kencan karena Aroma Parfum Terlalu Menyengat
Aroma tubuh ternyata bisa menjadi faktor penting dalam urusan asmara. Menurut penelitian, wangi tubuh juga berpengaruh besar terhadap kesan pertama saat kencan.
Survei terbaru dari Aldi terhadap 2.000 orang dewasa menemukan bahwa 40 persen responden mengaku enggan melanjutkan ke kencan kedua jika pasangan mereka memakai parfum dengan aroma yang tidak disukai. Bahkan, hampir satu dari 10 orang mengatakan pernah mengakhiri hubungan karena aroma tubuh atau parfum pasangannya.
Temuan ini menunjukkan bahwa chemistry dalam hubungan ternyata juga dipengaruhi hal-hal kecil yang sering dianggap sepele, termasuk pilihan wewangian. Dalam survei tersebut, kebiasaan memakai parfum atau aftershave terlalu banyak menjadi faktor utama yang membuat seseorang 'ilfil'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 37 persen responden mengaku terganggu dengan aroma yang terlalu menyengat hingga membuat seseorang tercium seperti 'pengharum ruangan'.
Selain itu, menutupi bau keringat setelah olahraga hanya dengan deodoran tanpa mandi juga dianggap mengganggu oleh 36 persen responden.
Aroma cologne yang terlalu kuat dan artifisial juga masuk dalam daftar aroma paling tidak disukai. Menariknya, tren parfum viral dari media sosial seperti TikTok juga mulai memengaruhi penilaian orang terhadap aroma tubuh seseorang.
Sekitar 19 persen responden mengaku menganggap parfum dengan label 'TikTok made me buy it' sebagai salah satu red flag dalam dunia kencan. Meski begitu, media sosial tetap menjadi sumber inspirasi utama untuk mencari parfum baru.
Sebanyak 21 persen responden mengatakan mereka menemukan parfum favorit lewat internet, sementara 19 persen lainnya pernah membeli parfum setelah melihatnya viral di media sosial.
Survei tersebut juga mengungkap perubahan preferensi konsumen terhadap parfum.
Sebanyak 67 persen responden percaya parfum alternatif dengan harga lebih terjangkau justru memiliki aroma yang lebih enak dibandingkan parfum desainer mahal. Julie Ashfield, Chief Commercial Officer Aldi UK, mengatakan tren ini menunjukkan bahwa masyarakat kini semakin pintar dalam memilih parfum.
"Sekarang semakin banyak orang yang mencari parfum dengan harga lebih terjangkau tetapi tetap memiliki kualitas dan aroma yang bagus," ujar Julie, seperti dilansir Female First.
Ia menambahkan bahwa masyarakat memang semakin tertarik mencoba berbagai aroma baru tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
"Itu menunjukkan bahwa banyak orang kini menjadi pecinta parfum dan lebih terbuka mengeksplorasi wewangian yang sesuai dengan karakter mereka," pungkasnya.
(hst/hst)










































