Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Viral Tren Kencan Zaman Now, Mantan Direferensikan Seperti CV Kerja

Vina Oktiani - wolipop
Kamis, 12 Feb 2026 17:43 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ilustrasi remaja pacaran
Foto: iStock
Jakarta -

Mencari pasangan di aplikasi kencan bisa terbilang untung-untungan. Pasalnya foto bisa menipu, biodata belum tentu jujur, dan tak sedikit yang berujung ghosting atau bahkan penipuan. Karena rasa lelah itulah, anak muda di China kini memunculkan tren kencan baru yang unik sekaligus tak biasa, yaitu merekomendasikan mantan pacar ke orang lain, seperti layaknya memberi referensi kerja.

Melansir SCMP, tren tersebut dikenal dengan sebutan 'ex-partner referral' atau referensi mantan. Alih-alih mencari pasangan baru dari nol, sebagian orang justru menawarkan mantan mereka kepada teman atau warganet lain. Informasi yang diberikan juga cukup lengkap, tak sekadar 'orangnya baik', tapi juga dengan profil detail, kelebihan, kekurangan, sampai 'laporan pengalaman' selama berpacaran.

Fenomena tersebut bermula dari sebuah unggahan viral di media sosial yang bercanda meminta 'referensi internal' untuk mencari pacar. Tak disangka, banyak orang yang menanggapinya dengan serius. Kolom komentar pun berubah seperti ajang promosi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa warganet mendeskripsikan mantannya seperti HRD menawarkan kandidat kerja. Contohnya, "lahir 1995, tinggi 183 cm, bekerja di perusahaan milik negara, emosional stabil, bisa memasak, namun memiliki kekurangan, sedikit manja pada ibunya."

Ada juga yang menambahkan 'testimoni' seolah-olah review produk, seperti: "Sudah tiga tahun pacaran, orangnya bertanggung jawab dan tidak pernah selingkuh."

ADVERTISEMENT

Formatnya bahkan dibuat rapi seperti CV kerja. Mulai dari usia, zodiak, tipe kepribadian, hingga alasan putus. Beberapa menyebut kondisi mantannya '90% baru', lengkap dengan catatan 'tanpa kekerasan, tanpa perselingkuhan, putus karena jarak jauh'.

Tak sedikit yang bercanda menyebut tren ini mirip pasar barang second, karena mantan diperlakukan seperti layaknya 'produk pre-loved' dengan evaluasi kualitas.

Yang lebih unik, ada pula yang membuat 'user manual' atau buku panduan penggunaan. Isinya detail kebiasaan kecil, mulai dari minuman favorit di pagi hari, kebiasaan saat marah, hingga sifat sehari-hari di rumah.

Meski terdengar seperti sekadar candaan di Internet, nyatanya metode tersebut benar-benar membantu sebagian orang. Ada yang mengaku berhasil menemukan pasangan cocok lewat rekomendasi mantan temannya, karena dianggap lebih terpercaya.

Banyak anak muda khawatir bertemu penipu, manipulatif, atau orang yang memalsukan identitas di aplikasi kencan. Mantan yang sudah 'teruji' dinilai lebih mudah dipercaya karena riwayatnya jelas.

"Lebih baik yang sudah pernah dipacari orang lain. Setidaknya ada bukti nyata," tulis seorang warganet.

Namun, tren ini juga memicu pro dan kontra. Sebagian menganggapnya kreatif dan jujur, tapi ada pula yang menilai cara tersebut membuat manusia seperti komoditas, seolah pasangan hidup bisa dipilih seperti belanja.

Terlepas dari kontroversinya, fenomena ini menunjukkan bahwa generasi muda makin realistis soal cinta. Mereka tak hanya mengandalkan kesan pertama, tapi juga 'rekam jejak'.

(vio/vio)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads