Kejam! Wanita Ini Dipaksa Tato 250 Nama Pacar di Tubuh & Wajah
Wanita asal Belanda membagikan kisah pilu setelah bertahun-tahun menjadi korban kekerasan dalam hubungan. Ia mengaku dipaksa oleh mantan pacarnya untuk menato tubuhnya lebih dari 250 kali, sebagian besar berupa nama atau inisial sang pelaku.
Pria tersebut diketahui membeli mesin tato murah secara online, lalu menggunakannya untuk menato hampir 90% tubuh korban. Banyak tato yang dibuat dengan pesan seolah menandai korban sebagai miliknya. Menurut Andy Han dari organisasi Spijt van Tattoo (Tattoo Regret), tindakan itu bukan sekadar kekerasan fisik, tetapi juga bentuk kontrol yang ekstrem.
"Itu adalah tanda kontrol dan kepemilikan. Banyak tato ditempatkan di area yang dia pikir pernah disentuh pria lain, seperti payudara dan bokong," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Siapa pun yang berpikir jernih tahu seseorang tidak akan secara sukarela membuat tato di dekat mata, di hidung, atau di telinga," tambah Andy.
Wanita dipaksa tato oleh mantan Foto: dok. X |
Korban yang hanya diidentifikasi sebagai Joke kini menunjukkan perubahan signifikan setelah menjalani proses penghapusan tato. Dalam foto terbaru dari penggalangan dana, wajahnya terlihat jauh lebih bersih dibanding sebelumnya, ketika hampir seluruh wajahnya tertutup tinta hitam, termasuk nama 'Hans' di wajah dan leher.
"Sebagian besar tato Joke telah dihapus, terutama di bagian wajah," tulis pihak penggalangan dana.
Mereka menambahkan bahwa Joke berharap bisa sepenuhnya bebas tato pada akhir tahun ini. Namun perjalanan yang dilalui tidak mudah. Mantan pacarnya disebut terus melakukan teror setelah hubungan mereka berakhir.
Wanita dipaksa tato oleh mantan Foto: dok. X |
"Ia mulai menguntit, mengancam, dan mengintimidasi Joke hingga ia 'mematikan rasa' dengan alkohol dan obat-obatan, yang akhirnya membuatnya tidak mampu membela diri," ungkap pihak organisasi.
Joke mengaku sudah melaporkan mantan pacarnya ke pihak berwenang di Belanda. Namun hingga kini belum ada penangkapan.
Kini, Joke tengah fokus pada pemulihan dirinya secara mental. Ia berharap kisahnya bisa memberi kekuatan bagi korban lain untuk bangkit.
"Seseorang yang pernah terluka dalam bisa bangkit kembali. Jika saya bisa, orang lain juga bisa," ujar Joke.
(kik/kik)












































