Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Resolusi 2026: Tak Perlu Banyak Target, 5 Ini Sudah Cukup

Shandrina Shira - wolipop
Kamis, 01 Jan 2026 11:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Resolusi 2026
Foto: Getty Images/Eka Jaya Permana
Jakarta -

Januari bukan sekadar pergantian tanggal dalam kalender, melainkan juga momen yang tepat untuk membuat resolusi agar tahun mendatang dijalani sebagai pribadi yang lebih baik. Resolusi yang dibuat umumnya mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari keuangan, kesehatan, hingga pengembangan diri.

Menurut survei YouGov, tema resolusi yang paling banyak diminati berkaitan dengan kesehatan tubuh, dengan fokus pada konsumsi makanan bergizi, olahraga teratur, dan diet. Tema lain yang tak kalah populer adalah keuangan, seperti menabung, investasi, dan mengurangi pengeluaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, kesehatan mental dan pengembangan diri juga menjadi perhatian, misalnya melalui meditasi, pengelolaan stres, serta pembatasan penggunaan media sosial. Namun dalam praktiknya, membuat terlalu banyak resolusi justru kerap terasa berat dan sulit dijalani secara konsisten.

Karena itu, berikut lima resolusi sederhana yang dapat mencakup berbagai aspek kehidupan sekaligus memberikan dampak yang lebih luas untuk tahun 2026:

Memilih Apa yang Dikonsumsi

ADVERTISEMENT

Pola makan sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kebugaran tubuh. Untuk mendukung aktivitas sehari-hari, tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang tepat. Menambahkan sayuran dan buah-buahan, serta meningkatkan konsumsi air putih, dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi. Selain itu, cara pengolahan makanan juga perlu diperhatikan, seperti memilih metode merebus atau mengukus agar lebih sehat.

Tak hanya makanan, konsumsi konten online dan lingkungan sosial juga patut diperhatikan. Asupan konten digital dapat memengaruhi suasana hati, pola pikir, dan kesehatan mental. Memilih konten yang positif dan membangun, serta berada di lingkungan pertemanan yang suportif, dapat membantu menciptakan ruang yang aman untuk bertumbuh.

Menjaga Kesehatan Mental

Seorang perempuan mengalami gangguan kecemasan dan rasa takut berlebihan

Foto: Joice Kelly/Unsplash

Selain kesehatan fisik, kesehatan mental juga perlu mendapat perhatian karena keduanya saling berkaitan. Kesehatan mental memengaruhi suasana hati, fokus, dan tingkat energi seseorang. Penelitian dari jurnal Biological Psychiatry menunjukkan bahwa kesehatan mental yang buruk dapat mempercepat penuaan biologis dan meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti jantung, diabetes, dan stroke. Sebaliknya, gangguan kesehatan fisik juga dapat berdampak pada kondisi mental.

Oleh karena itu, menjaga keduanya serta mencari bantuan atau perawatan saat dibutuhkan sangatlah penting. Baik kesehatan fisik maupun mental merupakan kondisi medis yang dapat ditangani dan layak mendapat perhatian yang sama.

Mengatur Cara Pandang dan Hubungan dengan Uang

Asian business woman looking at empty wallet. Flip it over but dont have money inside wallet. Standing on isolated white background. Poor attractive female on money

Foto: Getty Images/chanakon laorob

Resolusi keuangan sering menempati urutan berikutnya setelah kesehatan, seperti menabung, mengurangi pengeluaran, dan berinvestasi. Namun, selain langkah teknis tersebut, cara pandang dan hubungan dengan uang juga perlu diperhatikan. Merujuk pada buku The Psychology of Money, uang tidak sekadar angka, melainkan alat yang merefleksikan nilai, emosi, energi, dan perilaku seseorang.

Memandang uang hanya sebagai alat untuk membeli barang dapat mempersempit perspektif. Dengan mengatur ulang cara pandang terhadap uang, pengelolaan keuangan dapat dilakukan secara lebih bijaksana. Membaca buku atau sumber edukasi tentang keuangan juga dapat membantu membentuk pemahaman yang lebih sehat dalam mengelola finansial.

Lebih Percaya Diri dan Berhenti Hidup Berdasarkan Validasi Orang Lain

Cheerful Asian cook mixes food and smiles while creating recipe video content with smartphone for social media followers.

Foto: Getty Images/eggeeggjiew

Di era digital, jumlah tanda suka dan komentar kerap dijadikan tolok ukur pengakuan. Padahal, menggantungkan kebahagiaan pada validasi orang lain dapat memicu kelelahan emosional karena hal tersebut berada di luar kendali pribadi.

Menjalani hidup dengan lebih percaya diri dan berfokus pada kebutuhan diri sendiri dapat membantu mengurangi kecemasan. Langkah ini bisa dimulai dengan mengenal dan menerima diri, menetapkan batasan dengan berani mengatakan "tidak" pada hal yang tidak bermanfaat, serta membatasi penggunaan media sosial. Dengan begitu, rasa bahagia dapat tumbuh dari dalam diri.

Jurnaling

Portrait of a young woman sitting at home with pen and paper

Foto: Thinkstock

Menulis jurnal merupakan cara sederhana untuk merefleksikan diri, menuliskan tujuan, dan mencerna berbagai peristiwa yang dialami. Jurnaling memiliki banyak manfaat, seperti membantu mengurangi stres, menyediakan ruang pribadi, mencatat tujuan, meningkatkan kesadaran diri, hingga membantu proses pemecahan masalah. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa kebiasaan ini dapat berdampak positif pada kesehatan mental dan fisik.

Kelima langkah sederhana ini dapat menjadi awal untuk menjadikan tahun 2026 lebih bermakna. Kunci utamanya adalah membuat resolusi terasa mudah. Memulai dari langkah kecil, membangun kebiasaan, dan berupaya konsisten dapat membantu resolusi bertahan dalam jangka panjang.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads