Mengenal Fenomena 'Mankeeping', Bikin Wanita Malas Berkencan
Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak wanita melaporkan kelelahan emosional akibat hubungan romantis yang tidak seimbang. Ada istilah baru yang dikenal sebagai mankeeping atau kondisi di mana wanita merasa berperan sebagai 'psikolog' pasangannya.
Fenomena mankeeping bisa diartikan lebih dalam sebagai beban emosional yang ditanggung wanita ketika mereka secara tidak proporsional harus mengelola kondisi mental, sosial, bahkan emosional pasangan prianya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peneliti dari Stanford University, Dr. Angelica Puzio Ferrara, memperkenalkan istilah ini dalam sebuah presentasi di Clayman Institute for Gender Research. Ia mendeskripsikan mankeeping sebagai bentuk kerja emosional yang tak terlihat, namun menguras tenaga, di mana perempuan bertindak sebagai "terapis tidak resmi" bagi pasangan mereka.
"Sekitar satu dari lima pria di Amerika Serikat mengaku tidak memiliki teman dekat. Jika dibandingkan dengan jaringan sosial perempuan, jaringan sosial pria di AS dan Inggris cenderung lebih dangkal, lebih jarang diisi dengan keterbukaan emosional, dan lebih sedikit digunakan untuk mencari dukungan," ungkap Ferarra.
Mankeeping mencakup berbagai aktivitas yang sering kali dianggap sebagai bagian "alami" dari peran wanita, seperti memahami suasana hati pasangan, menjadi tempat curhat utama, merencanakan aktivitas sosial, hingga mendamaikan konflik internal dalam kelompok pertemanan pasangannya. Namun pada kenyataannya, hal-hal tersebut adalah bentuk kerja emosional yang memerlukan energi mental dan dapat berdampak negatif pada kesehatan psikologis wanita.
"Ini adalah jenis pekerjaan yang dilakukan perempuan untuk menutupi kekurangan dalam jaringan sosial pria dan untuk mengurangi dampak isolasi tersebut terhadap keluarga serta hubungan itu sendiri," jelas Ferrara.
Ferrara menyatakan bahwa kerja emosional ini pada akhirnya memperbesar ketimpangan gender dalam hubungan, di mana wanita berperan ganda sebagai pasangan sekaligus sistem pendukung emosional. Hal ini menjadi salah satu penyebab wanita malas untuk berkencan. Menurut penelitan dari Pew Research, hanya 38% wanita single yang aktif mencari pacar.
Untuk mengurangi beban ini, para peneliti menyarankan agar pria mulai membangun relasi emosional yang lebih sehat dengan teman-teman sesama jenis. Salah satu tren positif yang mulai terlihat terutama di kalangan Gen Z adalah peningkatan intensitas komunikasi emosional antar pria bahkan sekadar menelepon teman hanya untuk mengucapkan selamat malam.
Sebuah video viral di TikTok menunjukkan seorang pria yang menelepon temannya menjelang tidur, hanya untuk menyampaikan bahwa ia memikirkan dan menyayangi temannya. Respons tulus dari rekannya menunjukkan betapa komunikasi emosional yang sederhana dapat berdampak besar.
"Inilah cara mengatasi krisis kesepian pria dengan menjadi teman yang benar-benar hadir satu sama lain," komentar netizen.
(kik/kik)
Home & Living
Sekali Coba Susah Balik! Handuk Premium Ini Harus Kamu Punya, Cek Alasannya
Home & Living
Satu Set Alat Ini Memudahkan Pekerjaan Kamu! TEKIRO Socket Set Harus Kamu Miliki di Rumah
Home & Living
Nggak Perlu Capek Bersihin WC! Notale Spin Scrubber Ini Memudahkan Pekerjaan, Harus Ada di Rumah
Home & Living
Cari Dudukan Santai yang Empuk dan Estetik? Pilihan Bean Bag Ini Layak Jadi Andalan
Ramalan Zodiak 5 Januari: Capricorn Lebih Mandiri, Pisces Jangan Egois
Ramalan Zodiak 5 Januari: Virgo Jangan Keras Kepala, Libra Kontrol Emosi
Ramalan Zodiak Cinta 4 Januari: Gemini Menggebu-gebu, Libra Jangan Egois
Ramalan Zodiak 4 Januari: Cancer Lebih Selektif, Leo Waspada Pihak Ketiga
Ramalan Zodiak 4 Januari: Aries Banyak Peluang, Taurus Jangan Putus Asa
Rebutan Uang Duka, Konflik Menantu dan Mertua Berujung Tragis
Potret Cilia Flores, Istri Presiden Venezuela Maduro yang Ikut Ditangkap AS
Kisah Cinta Viral: Wanita 50 Tahun Nikahi Pria 23 Tahun, Kenalan dari TikTok
Ramalan Zodiak 5 Januari: Capricorn Lebih Mandiri, Pisces Jangan Egois












































