10 Tanda Kamu Pacaran dengan 'Anak Mama', Belum Siap Berkomitmen
Menjalani hubungan asmara bisa jadi pengalaman yang indah dan menyenangkan. Tapi kadang, kamu menjalin hubungan dengan pria yang ternyata memiliki prinsip dan pandangan hidup yang berbeda jauh.
Misalnya saja, ketika kamu tanpa sadar berkencan dengan pria yang 'anak mama'. Pria yang dekat dengan ibu adalah hal wajar dan baik, tapi ketika kedekatan itu mengganggu hubungan romantis, kamu perlu mempertimbangkan ulang.
Jeevika Sharma, seorang relationship coach, membagikan tanda-tanda penting yang bisa jadi petunjuk bahwa kamu sedang berpacaran dengan 'anak mama', seperti dikutip dari MSN Lifestyle.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Bergantung Secara Emosional dan Finansial
Jika setiap kali dia mengalami masalah atau kesulitan, ia langsung lari ke ibunya, bisa jadi itu sinyalred flag kalau dia anak mama. Pria yang sehat secara emosional idealnya bisa berdiri di atas kakinya sendiri, tanpa selalu bergantung pada ibunya, baik secara perasaan maupun keuangan.
2. Selalu Butuh Persetujuan Sang Ibu
Apapun yang terjadi-mulai dari keputusan kecil sampai yang besar-ia selalu merasa perlu meminta pendapat dan persetujuan ibunya dulu. Opini sang mama jauh lebih penting baginya daripada pendapatmu sendiri sebagai pasangan.
3. Sering Bicara Tentang Ibunya (Secara Berlebihan)
Wajar jika seseorang dekat dengan orang tuanya. Tapi jika dia terus-menerus membicarakan ibunya, bahkan sampai membagikan hal-hal pribadi tentang hubungan mereka, ini bisa menjadi tanda bahwa ikatan mereka sudah terlalu dominan dalam hidupnya.
4. Menyerahkan Segala Masalah ke Ibunya
Saat menghadapi masalah, dia tidak mencoba menyelesaikannya sendiri. Sebaliknya, lebih memilih menyerahkan semua keputusan kepada ibunya. Padahal, dalam hubungan dewasa, penting bagi seseorang untuk bisa bertanggung jawab dan mandiri menyelesaikan tantangannya sendiri.
5. Tidak Bisa Menetapkan Batasan
Dia kesulitan untuk menetapkan batasan dengan ibunya. Misalnya, saat kamu ingin menghabiskan waktu berdua, justru ibunya selalu jadi prioritas. Dalam jangka panjang, ini bisa memengaruhi keseimbangan hubungan kalian.
6. Mengharapkan Kamu Menjadi Seperti Ibunya
Dia mulai menuntut agar kamu bersikap dan merawatnya seperti ibunya. Mulai dari urusan makan, perhatian, sampai cara kamu memperlakukannya. Padahal, dalam hubungan yang sehat, kamu seharusnya bisa tetap menjadi dirimu sendiri, bukan meniru peran ibu.
7. Sering Mencari Validasi dari Ibunya
Terus-menerus mencari pengakuan dan perhatian dari ibunya. Ketergantungan seperti ini bisa membuatmu merasa tersisih dalam hubungan.
8. Sulit Terbuka Secara Emosional
Dia mungkin merasa nyaman berbagi perasaannya hanya dengan sang ibu. Ini bisa menjadi penghalang dalam membangun keintiman emosional denganmu sebagai pasangannya.
9. Kurang Mandiri
Tidak terbiasa mengambil keputusan atau mengatur hidupnya sendiri. Kamu mungkin merasa seperti harus 'mengasuh' dia dalam berbagai hal.
10. Tidak Mau Berubah
Menolak berubah atau berkembang karena terlalu nyaman meniru pola pikir dan kebiasaan ibunya. Ini bisa membuat hubungan stagnan, karena dia sulit tumbuh menjadi pribadi dewasa yang siap membangun masa depan bersama.
Jika kamu melihat tanda-tanda ini, itu bisa menunjukkan bahwa dia adalah 'anak mama' dan mungkin belum siap untuk hubungan yang sehat dan dewasa. Mengenali sifat-sifat ini sejak dini dapat membantu kamu membuat keputusan yang tepat tentang masa depan hubungan Anda.
Perlu dicatat bahwa hubungan yang sehat membutuhkan keseimbangan, ruang, dan kematangan emosional. Jika kamu merasa selalu seperti 'nomor dua', mungkin saatnya berdiskusi secara jujur atau mengevaluasi arah hubungan kalian.
(hst/hst)
Makanan & Minuman
Bukan Sekadar Manis! Marshmallow Bisa Disulap Jadi Menu Favorit Semua Orang
Makanan & Minuman
Rahasia Mood Naik Seketika! Permen Ini Bisa Jadi Andalan di Tengah Aktivitas Padat
Hobi dan Mainan
Bukan Cuma Gaya, 2 Helm Hitam Doff Ini Bikin Riding Lebih Aman dan Tetap Keren
Olahraga
Upgrade Permainan Golfmu Sekarang! Pilih Sarung Tangan yang Tepat
Ramalan Zodiak Cinta 25 Maret: Aquarius Jangan Baper, Gemini Lebih Peka
Ramalan Zodiak 25 Maret: Cancer Untung Besar, Leo Ada Kaba Baik
Ramalan Zodiak 25 Maret: Aries Jangan Plin-plan, Taurus Harus Tegas
Ramalan Zodiak 25 Maret: Capricorn Lebih Tenang, Aquarius Jangan Tersinggung
Tak Hanya Gen Z, Milenial Kini Adopsi Tren 'Soft Living' karena Burnout
Gaya Nikita Willy Olahraga Hyrox, Tampil Santun Dengan Hijab
Putra Solange Kencani Wanita Lebih Tua dari Ibunya, Sosok Pacar Jadi Sorotan
Tolak Bumil WFH Hingga Sebabkan Bayi Meninggal, Perusahaan Didenda Rp 382 M
Sinopsis A Time to Kill, Ketika Keadilan Dipertaruhkan di Tengah Rasisme











































