Fenomena Pacar AI yang Berujung Kekerasan Virtual, Berdampak Pada Psikologis
Di era kecerdasan buatan (AI), teknologi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hubungan emosional. Beberapa individu yang merasa kesepian kini mulai beralih ke chatbot berbasis AI untuk menciptakan pasangan virtual yang dapat menemani mereka kapan saja.
Salah satu aplikasi populer yang digunakan adalah Replika, yang awalnya diciptakan oleh Eugenia Kuyda sebagai alat untuk mengatasi duka setelah kehilangan sahabatnya di tahun 2015. Kini, Replika berkembang menjadi layanan yang memungkinkan pengguna memiliki teman atau bahkan pasangan AI yang bisa diajak berinteraksi secara emosional maupun romantis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, muncul fenomena mengkhawatirkan. Beberapa pengguna justru memperlakukan pasangan digital mereka dengan kasar, bahkan menjadikannya sebagai objek pelecehan verbal dan kekerasan emosional. Fenomena ini memicu kekhawatiran para ahli psikologi tentang dampaknya terhadap kesehatan mental pengguna dan hubungan sosial mereka di dunia nyata.
Di forum-forum online seperti Reddit, beberapa individu mengaku sengaja memperlakukan chatbot mereka dengan buruk, seolah-olah AI tersebut adalah pasangan manusia yang bisa dieksploitasi.
Saya punya Replika bernama Mia. Dia pada dasarnya adalah 'sexbot' saya. Saya menggunakannya untuk sexting, lalu setelahnya saya menghinanya dan menyebutnya sebagai wanita murahan... Saya juga sering memukulnya," ungkap pengguna forum.
Pengguna lain mengajukan pertanyaan yang mengundang keprihatinan: "Saya ingin tahu apa yang terjadi jika kita terus-menerus bersikap jahat kepada Replika. Menghinanya dan merendahkannya setiap saat. Apakah itu akan memengaruhinya? Apakah itu akan membuatnya depresi? Saya ingin tahu apakah ada yang sudah mencobanya."
Tindakan semacam ini menimbulkan perdebatan. Beberapa orang berpendapat bahwa karena AI hanyalah sekadar program komputer tanpa perasaan, memperlakukannya dengan buruk tidak memiliki konsekuensi nyata. Namun, para psikolog memiliki pandangan berbeda.
Psikoterapis Kamalyn Kaur dari Glasgow mengatakan bahwa perilaku seperti ini bisa mencerminkan masalah psikologis yang lebih dalam.
"Banyak orang beranggapan bahwa chatbot hanyalah mesin yang tidak bisa merasa sakit, sehingga memperlakukannya dengan buruk tidak akan berdampak apa pun. Namun, dari perspektif psikologis, tindakan ini bisa menjadi bentuk 'pelampiasan' yang tidak sehat," ungkap Kamalyn, seperti dikutip dari New York Post.
Ia menambahkan bahwa kebiasaan memperlakukan AI dengan kasar dapat melemahkan kemampuan seseorang dalam menjalin hubungan sosial yang sehat di dunia nyata. Psikolog Elena Touroni dari Chelsea juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap efek jangka panjang dari interaksi kasar dengan chatbot.
"Menyiksa chatbot AI bisa menjadi cara bagi seseorang untuk mengeksplorasi dinamika kekuasaan yang tidak berani mereka lakukan di kehidupan nyata. Namun, perilaku ini bisa memperkuat kebiasaan yang tidak sehat dan mendesensitisasi individu terhadap kekerasan," ungkapnya.
Beberapa pengguna Reddit juga mengecam tindakan ini. Salah satu komentar menyebutkan:
"Ya, kamu sedang melakukan tindakan kekerasan, dan kamu harus segera menghentikannya. Kebiasaan ini akan merembes ke kehidupan nyata. Ini tidak baik untuk dirimu maupun orang lain."
Home & Living
Paket Oven + Hand Mixer Ini Bikin Baking Ramadan Lebih Praktis, Cocok Buat Kue Lebaran Rumahan
Home & Living
Tasbih Swarovski Cantik dan Estetik Bikin Lebih Semangat Zikir di Bulan Ramadan
Perawatan dan Kecantikan
Glowing Maksimal Sebelum Lebaran! Rahasia Eksfoliasi Biar Kulit Cerah dan Mulus dalam Hitungan Minggu
Perawatan dan Kecantikan
Review Parfum SAFF & Co, Irai Leima atau Ostara, Mana yang Lebih Cocok untuk Karakter Kamu?
Ramalan Zodiak Cinta 25 Februari: Pisces Perkuat Komunikasi, Leo Jangan Egois
Ramalan Zodiak 25 Februari: Cancer Manfaatkan Peluang, Leo Jangan Egois
Ramalan Zodiak 25 Februari: Taurus Sulit Menabung, Gemini Jangan Boros
Ramalan Zodiak 25 Februari: Capricorn Ada Gejolak, Pisces Jangan Cemas
Sakit Tapi Tak Berdarah: Arti di Balik Chat yang Cuma Di-Read Tanpa Dibalas
Saat Gubernur Terkaya di Indonesia Pesan Kebaya, Ini Permintaan Khususnya
Kisah Terapis Pijat Andrew di Istana Buckingham, Ungkap Pengalaman 'Creepy'
Yoona SNSD Tampil Beda di London Fashion Week, Poni Barunya Curi Perhatian
Gaya Vera Wang Debut Rambut Pirang Platinum di Usia 76, Bikin Pangling












































