ADVERTISEMENT

Viral Mertua Minta Ganti Konsep Nikah Saat Persiapan Sudah 70%, Beri Ancaman

Gresnia Arela Febriani - wolipop Selasa, 25 Okt 2022 12:45 WIB
asian depression sad woman is standing by windows alone at home and thinking negative thoughts Ilustrasi wanita yang merasa dilema. Foto: Getty Images/PonyWang.
Malaysia -

Bagaimana jadinya saat kamu hampir selesai mempersiapkan acara pernikahan tiba-tiba ada yang ingin mengubah konsepnya jadi berbeda? Hal inilah yang dialami seorang calon pengantin yang curhatannya viral.

Seorang wanita yang tinggal di Malaysia mencurahkan hatinya karena merasa dilema tentang rencana pernikahannya. Ia curhat lewat akun Twitter fanbase @twtmalaywedding.

"Pernikahan saya sekitar 2 minggu lagi dan kami memutuskan untuk menggabungkan acara kami, sekitar 70% dari persiapan pernikahan telah selesai. Kami mengadakan pernikahan kami di sebuah hotel dan semua sudah setuju hanya mengundang 200 orang. Kami mengalokasikan 100 untuk mertua saya dan 100 lainnya di pihak saya," tulis calon pengantin yang tidak disebut namanya dalam curhatnya.

Dalam curhatannya itu sang pengantin mengungkapkan saat persiapan pernikahannya sudah hampir selesai, tiba-tiba mertuanya ingin mengubah konsep pernikahan. Sang mertua meminta 'jatah' undangan dari yang awalnya hanya 100 orang menjadi lebih dari itu.

"Mertua saya telah memutuskan untuk mengundang lebih dari 100 orang dan meminta saya untuk mengubah pernikahan dari konsep tempat duduk menjadi konsep prasmanan sehingga dapat mengakomodasi tamu yang mereka undang", lanjutnya.

Calon pengantin itu merasa sikap mertuanya tidak adil. Dia dan pasangannya bahkan bertengkar karena masalah ini. Dan lebih parahnya, sang mertua mengancam tak akan hadir jika dia tidak mau mengubah konsep pernikahan sesuai keinginan mertua.

"Setelah argumen kami, ibu mertua saya mengatakan kepada saya bahwa jika kami tidak akan mengubah rencana tempat duduk dan konsep pernikahan kami, dia tidak akan menghadiri pernikahan dan resepsi. Saya merasa sangat stres memikirkannya dan saya tahu tunangan saya juga merasakannya," tambahnya.

Wanita itu menyebutkan mertuanya sampai mengucapkan kata-kata tidak enak padanya. Dia disebut lebih peduli pada tamu daripada mertuanya sendiri.

"Mertua saya telah mengatakan bahwa jika kami tidak setuju, pihak keluarga tunangan saya tidak akan memberikan restu mereka dan akan menginstruksikan tamu mereka untuk tidak hadir", ucap wanita yang sedang dilema tersebut.

Wanita tersebut kemudian mengakhiri curhatannya dengan menyampaikan dia terpikir untuk batal menikah. "Saya berpikir untuk memutuskan pernikahan karena apa yang dikatakan mertua saya kepada saya benar-benar menyakitkan. Pernikahan adalah komitmen yang panjang dan selamanya, saya tidak ingin masuk hubungan saya dengan mertua saya tidak baik. Apa yang harus saya lakukan?" tulisnya bingung.

Unggahan curhatan wanita tersebut sudah mendapatkan 1.172 Likes dan 645 Retweets. Warganet rata-rata memberikan saran untuk masalah calon pengantin tersebut.

"Siapa yang membayar pernikahannya? Pengantin pria? Kemudian keluarga mempelai pria memutuskan. Jika itu keluarga pengantin wanita, mereka bisa memutuskan. Kamu mengundang 200 orang tetapi jika lebih banyak muncul, tidak akan ada cukup makanan. Siapa pun yang mengundang tambahan harus mengisi ulang tagihan. Bagi saya, resepsi tanpa makanan yang cukup bukanlah resepsi yang baik," ucap salah satu netizen.

"Siapa pun yang membayar harus memutuskan. Jika kamu tidak membayar, kamu seharusnya tidak menyuarakan pendapatmu," kata netizen lainnya.

"Siapa pun yang membayar katering dan hotel harus memutuskan. Jika kamu membatalkan 2 minggu sebelum pernikahan, itu tidak akan sangat disayangkan. Mungkin kamu bisa mengakomodasi dengan memesan lebih banyak makanan. Setelah kamu selesai resepsi, ingatlah untuk memberi tahu suami kamu bahwa kamu tidak ingin tinggal di mertua," saran netizen lainnya.

"Saya pikir kamu harus membagi resepsi pernikahan. Sehingga kamu bisa adil," saran netizen lainnya.

(gaf/eny)