Kisah Wanita Gagal Jodoh dengan Pria Asing Tapi Malah Jadi Jago Bahasa Inggris

Vina Oktiani - wolipop Kamis, 04 Nov 2021 11:00 WIB
tourist in paris at the arch du triomphe Foto: Getty Images/iStockphoto/franckreporter
Jakarta -

Berkenalan dan menjalin relasi dari aplikasi kencan saat ini sudah menjadi hal yang cukup lumrah, terutama di era pandemi seperti saat ini. Namun tentu saja tetap perlu berhati-hati sebelum memutuskan bertemu atau mempercayai seseorang yang baru saja dikenal dari aplikasi kencan.

Salah seorang wanita bernama Marissa menceritakan pengalamannya ketika menggunakan aplikasi kencan Tinder kepada Wolipop. Berkat aplikasi tersebut, wanita yang akrab disapa Icha itu kini jadi jago berbahasa Inggris dan bisa memperoleh pekerjaan dari orang yang ditemuinya di Tinder.

Kepada Wolipop, wanita yang berusia 29 tahun itu menjelaskan bahwa dia sudah menggunakan aplikasi kencan Tinder sekitar 5 tahun yang lalu. Tujuan awalnya ialah untuk mencari pasangan. Namun bukannya bertemu jodoh, Icha justru kini jadi jago berbahasa Inggris dan berhasil mendapat pekerjaan yang sesuai dengan keinginannya.

"Udah 5 tahun aku main Tinder dan di situ aku bisa nemuin nggak cuma pasangan ya. Ya memang tujuannya itu cari pasangan, tapi kebetulan aku nemuin yang mana satu match yang sama dengan industri aku yang digital. Nah, yaudah aku ditemuin sama orang yang masukin aku kerjaan," terang Icha ketika diwawancarai oleh Wolipop via Zoom pada Minggu (31/10/21).

Selain mendapat pekerjaan, Icha juga mengungkapkan bahwa dirinya jadi jago berbahasa Inggris. Sebelum berkenalan dan menjalin hubungan dengan pria WNA yang ditemuinya di Tinder, kemampuan berbahasa Inggris Icha diakuinya masih kurang.

"Awal-awal aku nggak bisa bahasa Inggris, dan karena Tinder pun, karena aku nemuinnya orang-orang luar kan, yang mana bicaranya pakai bahasa Inggris, jadi kayak sekalian belajar gitu," terangnya.

Icha bercerita bahwa dirinya pernah menjalin hubungan dengan pria asal India selama satu tahun yang ditemuinya dari Tinder. Saat itu pria WNA itu tengah tinggal di Jakarta karena urusan pekerjaan. Karena sering berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan pasangannya itu, Icha pun lama-kelamaan jadi jago berbahasa Inggris.

"Awalnya aku ketemu sama cowo India tapi kayaknya dia nggak tertarik karena pas ketemu aku nggak bisa bahasa Inggris. Sama sekali nggak bisa bahasa Inggris. Terus aku cari lagi dan match lagi sama cowo India lagi. Dia nice banget. Kayak aku bilang nggak mau ketemu karena nggak bisa bahasa Inggris, takutnya nanti kecewa. Tapi dia bilang 'we can teach each other'. Yaudah dari situ lama-lama keterusan. Aku pacaran sama dia setahun," terangnya.

Icha mengatakan bahwa selama bertukar pesan WhatsApp tidak ada hambatan karena dirinya bisa menggunakan aplikasi penerjemah. Namun ketika harus bertemu dan berbicara secara langsung, Icha merasa gugup dan panik.

"Jadi aku ketika ketika dia mau ngomong, aku kasih ke google translate gitu. 'Nih lo ketik deh lo mau ngomong apa'. Cara pacarannya kayak gitu," tambahnya.

Untungnya pasangannya itu selalu bisa memberikan Icha dukungan untuk belajar bahasa Inggris. Namun sayang ketika sang kekasih harus kembali ke India, Icha dan pasangannya itu pun memutuskan untuk mengakhiri hubungannya.

Setelahnya Icha lalu kembali menggunakan aplikasi kecan online tersebut untuk kembali menemukan pasangan. Dari situ dia kemudian bertemu dengan pria yang kini memberikannya pekerjaan.

(vio/vio)