Heboh Gofar Hilman Umbar Pengalaman Seks, Ciri Pria Bermaskulinitas Rapuh

Daniel Ngantung - wolipop Minggu, 13 Jun 2021 15:07 WIB
Gofar Hilman Gofar Hilman (Foto: Instagram/@pergijauh)
Jakarta -

Tudingan pelecehan seksual yang dialamatkan pada Gofar Hilman mengingatkan kembali pengakuan lamanya soal pengalaman seksualnya dengan 100 perempuan. Poppy Dihardjo sebagai seorang penyintas KDRT sekaligus pejuang hak kaum perempuan pun sangat terusik oleh perkataan sang figur publik.

Gofar Hilman melontarkan hal tersebut saat menjadi bintang tamu podcast AMWAVE episode 11 yang berjudul "Parno Porno" pada 2019. Sambil berseloroh, mantan penyiar radio yang kini influencer itu menceritakan pengalaman dia sebagai seorang pecandu seks kepada sang host, Bobby Mandela.


"Hostnya: Wah keren banget lu. Seru banget tuh cewek itu. Instagramnya apa?! (lalu tertawa ngakak barengan). MEMUAKKAN," tulis Poppy di Instagram baru-baru ini.

Menurutnya, candaan semacam itu secara tak langsung menormalkan cara memanipulasi perempuan demi memuaskan kebutuhan birahi semata. Jika dibiarkan, perempuan semakin rentan terhadap tindakan pelecehan seksual.

Dihubungi Wolipop detikcom, Sabtu (12/6/2021), Poppy mengatakan, mirisnya candaan berbau seksis sudah menjadi hal yang sangat lumrah. "Bahkan di lingkungan kerja, 1 dari 4 pria menganggap sexist jokes itu normal. Ini berdasarkan survei secara global terhadap 20 ribu orang di 27 negara," kata Poppy.

Poppy merujuk pada penelitian yang dilakukan oleh Ipsos MORI dan Global Institue for Women's Leadership milik King's College London dalam rangka Hari Perempuan Internasional 2020.

[Gambas:Instagram]



Banyak faktor yang memicu para pria untuk melontarkan candaan seperti itu. Poppy menyebut, salah satunya adalah lingkungan. Pria yang tumbuh di tengah lingkungan patriarki cenderung melakukannya.

"Jadi terbiasa dengan konsep, laki-laki gagah, perkasa, kasar. Jadi becandaan seksis dan misoginis dianggap bisa memberi mereka reafirmasi mengenai kejantanan mereka," katanya.

Dengan kata lain, suka melontarkan humor yang bernada seksis merupakan salah satu ciri kerapuhan identitas diri. "Percaya nggak kalau saya bilang laki-laki yang suka joke seksis kemungkinan besar adalah laki-laki yang punya maskulinitas rapuh?" katanya.

(dtg/dtg)