Kisah Haru Istri Awak Kapal KRI Nanggala Tak Henti Kirim Foto Rumah ke Suami

Gresnia Arela Febriani - wolipop Senin, 26 Apr 2021 13:15 WIB
Kolonel Laut (P) Harry Setiawan saat menjadi Danlanal Ranai (Foto: dok Istimewa) /Instagram Harry Setiawan Foto: Kolonel Laut (P) Harry Setiawan saat menjadi Danlanal Ranai (Foto: dok Istimewa)
Sidoarjo -

Kapal selam KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam dan 53 prajurit yang ada di dalamnya dinyatakan gugur. KRI Nangala-402 kini dalam patroli abadi.

KRI Nanggala-402 pertama kali dinyatakan hilang kontak saat mengikuti latihan di perairan utara Bali pada Rabu (21/4/2021). Sejak saat itu, pencarian terus dilakukan oleh pihak TNI dengan bantuan dari berbagai pihak.

Pihak TNI sempat menyatakan cadangan oksigen di dalam kapal bisa bertahan selama lima hari jika tak ada black out atau listrik padam di kapal. Namun, cadangan oksigen di kapal selam hanya bertahan selama 72 jam jika listrik mati.

Kapal selam buatan tahun 1979 yang dijuluki Hiu Kencana oleh Korps Satuan Kapal Selam RI itu punya sejarah panjang dan tradisi bermakna. Salah satu awak Korps Hiu Kencana adalah Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Koarmada 2 Kolonel Laut (P) Harry Setiawan. Sebelum kini kapal selam tersebut dinyatakan tenggelam dan terbelah menjadi tiga bagian, istri Kolonel Harry, Winny Widayanti, sempat mengungkapkan harapannya agar suami dan kru kapal lainnya bisa selamat.

Istri Kolonel Hari Winny Widayanti menceritakan tetap mengirimkan pesan lewat Whatsapp ke suaminya.Istri Kolonel Hari Winny Widayanti menceritakan tetap mengirimkan pesan lewat Whatsapp ke suaminya. Foto: Dok. Tangkap layar Youtube Metro Tv.

Istri Dansatsel di KRI Nanggala-402, Winny bercerita tentang harapan dan doa untuk sang suami tercinta seperti dikutip dari akun Youtube Metro TV. Menurut laporan dari reporter Fatma Ayu dari rumah dinas Dansatsel Koarmada 2 Kolonel Laut (P) Harry Setiawan di Desa Tebel, Kabupaten Kedangan, Sidorajo, Jawa Timur, saat itu sedang diadakan acara berdoa bersama.

"Saat ini pada pukul 01.40 wib, terpantau saya mengamati sekitaran rumah salah satu kru kapal Nanggala terlihat sepi. Walaupun rumah masih terang menyala dan pintu masih terbuka lebar. Di dalam rumah ada keluarga besar dan keluarga inti yang masih menunggu kabar dan melakukan pengajian atau doa bersama," lapor Fatma Ayu.

Sebelumnya pada sore hari, rumah dinas Kolonel Laut (P) Harry Setiawan terlihat banyak didatangi tetangga dan kerabat. Mereka masuk atau duduk di luar di kursi yang telah disediakan. Dan ikut menguatkan pihak keluarga.

Doa bersama sudah dilaksanakan dari hari Kamis dan saat awal kejadian hilang kontak ada jagaan cukup ketat dari pihak TNI AL di sekitar rumah keluarga para awak kapal. Kini penjagaan sudah merenggang sehingga awak media bisa mengambil gambar dan juga bertemu dengan pihak keluarga.

Ketika Fatma Ayu duduk di rumah tersebut, ada anak pertama dari Kolonel Laut (P) Harry Setiawan yang mendatanginya dan menceritakan bahwa sang ayah bertugas dari hari Senin dan Jumat atau Sabtu. Sejak menerima kabar kapal selam ayahnya hilang kontak, dia dan keluarga mengadakan acara berdoa bersama.

Istri Kolonel Hari Winny Widayanti menceritakan tetap mengirimkan pesan lewat Whatsapp ke suaminya.Suasana rumah dinas Kolonel Harry. Foto: Dok. Tangkap layar Youtube Metro Tv.

Winny menceritakan kepada Fatma Ayu bahwa dirinya sudah cukup lelah dengan air mata. Air matanya sudah cukup terkuras karena bersedih dengan kejadian ini.

"Saya melihat raut muka bu Winny tak ada air mata yang jatuh dan hanya kekuatan yang terpancar. Dirinya sempat bercerita jika menguatkan keluarga anggota awak kapal yang lain. Karena Kolonel Hari merupakan komandan yang membawahi lima kapal selam yang ada di Koarmada 2. Sang istri pun harus kuat untuk ikut menguatkan anggota yang lain," kata Fatma Ayu dengan suara yang bergetar.

Winny pun masih berkeliling ke Gresik, Sidoarjo dan Surabaya untuk mendatangi satu per satu keluarga anggota awak kapal, untuk ikut menguatkan para keluarga kapal KRI Nanggala-402. Fatma juga menuturkan jika Winny menyampaikan dirinya sama sekali tak ada firasat apapun.

"Hari Senin bu Winny mengantarkan sang suami untuk bertugas ke Koarmada 2 berlayar ke Selat Bali-Banyuwangi. Masih sempat berfoto bersama dan beliau menunjukkan foto tersebut kepada saya. Dan sang anak juga merasakan hal serupa," jelas Fatma.

Yang membuat Fatma turut merasakan duka dan sedih, sang istri Kolonel Hari masih berinteraksi dengan sang suami melalui pesan singkat WhatsApp. Walaupun pesan tersebut tidak pernah terbalas hingga saat ini.

"Sang istri mengirimkan foto suasana rumahnya saat ini. Dan dikirimkan ke WhatsApp Kolonel Hari. Dan selalu menceritakan banyak hal 'Banyak lho yang mendoakan', 'Banyak lho yang datang untuk mendoakan satu sama lain'. Yang membuat saya terharu bahwa keyakinan sang istri dan optimisme bahwa suaminya bisa kembali dengan selamat itu yang menjadi harapan keluarga," ungkap Fatma lirih.

Winny mengucapkan jika ia tetap menerima takdir yang terbaik dari Sang Pencipta. Dari pernikahannya dengan Kolonel Harry, Winny mempunyai empat anak. Anak pertama baru lulus SMA laki-laki bernama Zidan, anak kedua perempuan masih SMP, anak ketiga masih SD dan terakhir umur delapan tahun berjenis kelamin laki-laki.

(gaf/gaf)