Haus Belaian Pria, Wanita Bersuami Bayar Pemeluk Profesional Rp 1,1 Juta

Hestianingsih - wolipop Selasa, 30 Mar 2021 10:06 WIB
ilustrasi pasangan berpelukan Ilustrasi orang berpelukan. Foto: Thinkstock
Jakarta -

Pernikahan jarak jauh membuat wanita ini haus belaian pria. Tidak ingin selingkuh, dia memilih membayar 'jasa' seorang pria untuk memberikannya pelukan hangat kapan pun dia membutuhkannya.

Wanita bernama Saskia ini menyewa jasa pemeluk profesional dari Cuddlist dan mengeluarkan dana USD 80 atau sekitar Rp 1,1 juta. Dengan harga itu, dia bisa menikmati pelukan selama satu jam.

Saskia mengatakan dia sudah mendapat persetujuan dari suaminya. Sang suami pun tak masalah istrinya dipeluk pria lain, karena dilakukan secara profesional.

Saat ini Saskia berada di New York untuk mengejar kariernya sebagai aktris dan sudah lama tidak bertemu suaminya, Arthur. Hal itu membuat dia rindu belaian pria yang selalu dia dapatkan saat masih serumah dengan Arthur.

"Banyak orang berpikir ini sesuatu yang aneh karena aku memakai jasa pelukan sementara aku sudah menikah. Tapi masa bodoh, aku tidak terlalu peduli dengan pendapat orang lain. Aku senang mendapat kasih sayang dan bagaimana tubuhku merasakannya," tuturnya di acara Love Don't Judge, seperti dilansir LAD Bible.

Saskia pun yakin 99 persen kalau suaminya tak keberatan dengan jasa pelukan tersebut. Sebab dia sudah membicarakannya dan minta izin.

Ada alasan kenapa Arthur mengizinkan Saskia dipeluk pria lain. Sebab dia merupakan suami protektif, bukan cemburuan. Jika mendapat pelukan bisa membuatnya merasa aman dan nyaman maka itu tak jadi masalah," jelas Arthur.

"Ketika sedang bersama kami berpelukan sepanjang waktu jadi saya paham kenapa dia butuh sentuhan manusia," lanjutnya.

Jasa pemeluk profesional kini memang makin diminati. Salah seorang pemeluk dari Cuddlist mengatakan permintaan dari konsumen kini meningkat.

Setiap minggunya dirinya mengaku bisa menerima 200 permintaan lewat situs resmi Cuddlist. Kliennya pun datang dari berbagai latar belakang sosial, jenis kelamin dan usia.

"Pria, wanita, lansia, anak muda yang membutuhkan sentuhan personal dan interaksi manusia dan itulah nilai yang kami junjung tinggi," ucapnya.

(hst/hst)