Trauma Kena Ghosting? Ini Saran dari Psikolog Agar Bisa Move On

Gresnia Arela Febriani - wolipop Rabu, 17 Mar 2021 14:42 WIB
Girl having respiration problems touching chest sitting on a couch in the living room at home Ilustrasi wanita yang mengalami ghosting. Foto: Getty Images/iStockphoto/AntonioGuillem.
Jakarta -

Perilaku ghosting atau mengakhiri hubungan dengan cara menghilang tiba-tiba dan mengakhiri komunikasi secara sepihak memang menyakitkan. Ada banyak pertanyaan dan kebingungan dari korban aksi ghosting ini.

Korban ghosting juga bisa merasa trauma, sakit hati, tidak percaya diri bahkan sampai depresi. Lalu bagaimana cara memulihkan diri dari efek ghosting?

Wolipop mewawancarai Psikolog Meity Arianty STP. M. Psi, untuk membahas cara pemulihan bagi korban ghosting. Jika memang korban ghosting mengalami trauma, Meity menyarankan untuk berkonsultasi langsung pada pakar.

"Jika arahnya trauma tentu yang harus dilakukan adalah ke profesional, cari bantuan agar masalah kamu tidak berlarut-larut. Namun jika tidak mengarah ke trauma, maka curhat dengan orang yang kamu percaya, beri waktu buat diri kamu dan lakukan kegiatan yang dapat membantu kamu lebih fresh dalam berpikir dan lanjutkan hidup kamu," kata Meity kepada Wolipop belum lama ini.

Mei juga memberikan pesan dan tips untuk kamu, agar tidak mengalami ghosting. Berikut penjelasannya :

1. Komunikasi

Hampir Semua masalah di dunia dapat terbantu dengan komunikasi, sehingga alangkah baiknya jika dalam memulai hubungan kamu membahas hal tersebut. Sampaikan bahwa jika suatu hari salah satu dari kita punya masalah atau ganjalan dalam hubungan maka berjanji agar menyampaikan secara langsung, untuk menghindari masalah berkepanjangan dan menghindari kesakitan di akhir yang lebih parah.

2. Reaksi atau tanggapan

Pasangan biasanya akan tahu apakah kamu tipe yang dapat menerima kenyataan dan cukup bijak untuk menyikapi persoalan atau tidak. Sehingga terkadang orang akan melakukan sesuatu karena respon dari kita juga, walau mungkin ini tidak berlaku buat semua orang.

3. Memahami karakter pasangan

Kamu tidak bisa mengontrol orang lain untuk tidak melakukan perilaku seperti itu. Namun jika kamu bisa mencegah maka lihat di awal apakah pasangan kamu tipe ekspresif, blak-blakan dan mudah berkomunikasi atau tidak, sehingga dari awal kamu bisa meminimalisir kemungkinan terjadi hal tersebut.

Bagi kamu yang pernah mengalami ghosting, yuk segera bangkit dan kembali menata masa depan!

(gaf/eny)