Liputan Khusus Ghosting

Kisah Wanita Korban Ghosting: Si Dia Tiba-tiba Menghilang, Pamer Foto Mantan

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 13 Mar 2021 20:00 WIB
Upset girl with a phone Ilustrasi wanita yang mengalami ghosting. Foto: Getty Images/iStockphoto/dragana991.
Jakarta -

Perilaku ghosting mendadak viral di media sosial. Ghosting sendiri merupakan istilah dalam hubungan percintaan yang bisa diartikan saat seseorang yang kamu dekati atau kencani mengakhiri hubungan dengan memutuskan semua komunikasi, tanpa penjelasan apa pun.

Pelaku ghosting akan pergi setelah komunikasi intens atau beberapa kali pergi kencan atau ketika kamu dan dia sebenarnya justru sudah berkomitmen untuk serius. Perlu diingat ghosting juga bisa terjadi di hubungan pertemanan platonic dan itu tidak kalah menyakitkannya.

Mudahnya, ghosting dilakukan saat seseorang memilih pergi atau mengakhiri hubungan dengan menghindar dan tak dibicarakan secara baik-baik. Seperti kisah wanita bernama Marina yang berasal dari Bogor, Jawa Barat, ini yang menjadi korban ghosting.

Kepada Wolipop, Marina berbagi ceritanya saat kena ghosting pria teman sekampusnya. Pria tersebut awalnya begitu intens mendekatinya namun kemudian tiba-tiba menghilang.

Berikut kisah selengkapnya seperti dituturkan Marina:

Waktu aku kuliah, pertengahan 2015 kayaknya. Ada teman di kampus yang tiba-tiba chat, aku kaget banget waktu itu aku kira dikerjain temennya atau gimana. Itu posisinya kita udah saling kenal dari semester satu. Kita chat saling perhatian gitu awalnya tapi nggak ada yang tahu karena aku malu aja takut jadi bahan ledekan di kampus soalnya kita satu circle yaa.

Dia bantuin aku kalau ada tugas, rumah aku dari kampus itu jauh sekitar 45 menit kalau naik motor. Pernah suatu hari aku nggak bawa motor dan dia antar aku sampai rumah. Sedangkan kost-annya dia itu berlawanan arah. Dia jujur baik banget, dewasa dan lucu juga.

Pertama kali dia ngajak jalan itu ke kebun binatang wkwk lucu banget kan? Unik aja gitu menurutku. Dia sering cerita tentang kehidupannya dan aku dengan senang hati mendengarkan dia cerita panjang lebar. Kedua kali jalan kita nonton di bioskop dan dia pegang tangan aku, kaku banget waktu itu tapi lucu juga.

Aku lumayan baper waktu itu, dan beberapa teman yang tahu hubungan kita juga bilang dia suka sama aku (kita nggak ngumbar hubungan jadi nggak banyak yang tahu). Pernah dia pulang ke rumahnya, terus pas balik dia bawain aku cokelat, dia nyamperin aku yang lagi ngerjain tugas di kostan temenku cuma mau bawain cokelat doang.

Aku juga pernah ngerjain tugas di kampus sendirian dan dia nemenin dan bantuin aku seharian padahal dia nggak ada kelas. Tapi emang aku nggak pernah nanya kejelasan hubungan kita. Karena ya udah lah let it flow aja pikirku. Tapi setelah sekitar lebih dari tiga bulan kita dekat dan kebetulan waktu itu libur akhir tahun dia mudik ke rumahnya.

Awalnya masih baik-baik saja sih masih chatting-an. Tiba-tiba dia mengilang selama tiga harian (ghosting). Terus tiba-tiba pasang foto mantannya. Dan mantannya mention-mention aku di Twitter dan menyindir-nyindir aku.

Aku akhirnya chat dia, bilang mantannya mention-mention aku di Twitter. Terus dia responnya kayak ya udah biarin saja. Sudah gitu doang ngggak ada kata maaf atau jelasin apa-apa lagi. Habis itu dia tidak chat aku lagi dan aku delete kontaknya. Pas di kampus aku jadi jarang lihat dia.

Sampai akhirnya berbulan-bulan kemudian pas kita ketemu kayak tidak pernah terjadi apa-apa di antara kita. Kayak balik ke awal yang cuma temenan. Aku sampai sekarang nggak pernah nanya kenapa dia kayak gitu karena ya udahlah mungkin dia cuma salah satu di antara orang yang lalu lalang.

Tapi ternyata dampaknya lumayan besar ke aku karena sampai bertahun-tahun kemudian aku masih inget rasanya ditinggalin gitu aja. Merasa diri aku nggak worth it aja gitu loh. Aku bertanya-tanya ini aku kurang apa? Aku salah apa? Memang aku ini keliatan sepele banget yaa sampai kayak nggak dianggap dan menghilang gitu aja? Jujur masih kesel sih. Datang baik-baik harusnya pergi juga baik-baik. Toh yang deketin aku duluan itu dia bukan aku.

Kini aku baru memulai pacaran lagi beberapa bulan belakangan ini. Soalnya sebelum-sebelumnya kayak takut aja ditinggalin (ghosting) lagi seperti dulu itu.

(gaf/eny)