5 Mitos Seputar Valentine's Day, Benar Atau Salah?

Rahmi Anjani - wolipop Minggu, 14 Feb 2021 20:00 WIB
Romantic Asian couple in the bedroom, a man giving a rose to a beautiful woman and both kissing a beautiful rose with love and happiness, Beautiful elegant Asian couple is hugging and smiling in bedroom Foto: Getty Images/iStockphoto/ronnachaipark
Jakarta -

Valentine's Day menjadi momen yang ditunggu banyak pasangan. Tak sedikit yang memanfaatkannya untuk saling menunjukkan kasih sayang sekaligus meluangkan waktu berkualitas. Meski dirayakan sebagai hari yang romantis, banyak mitos seputar hari kasih sayang yang bikin orang jadi anti. Pakar cinta Louane Ward pun mengungkap fakta di balik mitos-mitos itu sekaligus hasil survei terkait Valentine's Day.

1. Banyak Pasangan Putus di Hari Valentine - BENAR
Beberapa orang memilih untuk tidak merayakan Valentine's Day karena takut justru bikin putus. Banyak pasangan berpisah di sebelum, saat, atau setelah Hari Valentine memang menjadi salah satu mitos yang ternyata dibenarkan pakar. Apa alasannya?

"Berpindah dari musim liburan (Natal dan tahun baru) bisa membawa ketegangan dan masalah, ketika dibiarkan tidak terselesaikan saat tahun baru, itu bisa meningkatkan keinginan untuk putus sebelum musim cinta (Valentine) memuncak," kata Louane Ward dilansir Dailymail.

Selain karena pertengkaran yang memuncak, beberapa orang juga menjadikan bulan cinta tersebut sebagai momen untuk merefleksikan hubungan. Berdasarkan hasil survei, 50% wanita berpikir untuk putus ketika menyadari pasangannya kurang romantis karena gagal mengekspresikan cinta di Valentine's Day.

2. Pria Tidak Lebih Romantis dari Wanita - SALAH
Banyak wanita kecewa ketika pria kurang bisa mengekspresikan rasa cinta baik di Hari Valentine atau bukan. Karena itu, menurut survei kebanyakan wanita merasa diri mereka lebih romantis dari pria. Tapi jika dibilang pria memang kurang romantis dari wanita hal itu juga belum tentu benar.

Hal tersebut dikarenakan pria dan wanita memandang cinta dengan cara yang berbeda dan pria bisa jadi lebih romantis dalam beberapa hal. Misalnya saat mereka lebih sering mengatakan 'I Love You' terlebih dahulu. Itu terjadi karena pria lebih menggunakan visual dan lebih cepat jatuh cinta sedangkan wanita lebih memilih dalam mencari pasangan.

3. Pria Hanya Ingin Bermesraan - SALAH
Saat Valentine's Day, kemesraan menjadi salah satu bagian yang dinanti. Tapi jika dibilang pria hanya mengincarnya di hari kasih sayang, itu juga tidak sepenuhnya benar. Menurut survei, kedua belah pihak setuju bahwa kasih sayang dan seks penting dirayakan dalam momen itu.

4. Beli Kado Valentine untuk Menunjukkan Cinta - SALAH
Mitos Valentine's Day lain yang juga tidak benar adalah kamu harus beli kado untuk menunjukkan kasih sayang. Berdasarkan survei, 63% pria dan wanita sebenarnya lebih senang dihujani dengan kata-kata cinta dari pada hadiah. Tapi tentunya sebuah pemberian apalagi yang berkesan dan spesial akan diapresiasi. Menghabiskan waktu bersama, saling menolong, dan membuatkan makanan dinilai lebih romantis daripada kado berbungkus.

5. Mawar Merah Bunga Paling Romantis- SALAH
Mawar merah menjadi salah satu simbol cinta yang sering diandalkan saat Valentine's Day. Meski memang pilihan yang aman, mawar merah bukan pilihan pertama bagi banyak wanita. Menurut survei, empat dari lima wanita lebih memilih bunga favorit mereka daripada mawar merah untuk dihadiahkan di Hari Valentine.

(ami/ami)