Liputan Khusus

Kisah Wanita Terbuai Rayuan Bule Lewat Kencan Online, Rp 15,8 M Melayang

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 23 Jan 2021 17:44 WIB
Menemukan pasangan lewat aplikasi Foto: Istock
Jakarta -

Bagi kamu yang saat ini menggunakan aplikasi kencan online atau media sosial untuk mencari jodoh, harap selalu waspada dan jangan mudah terlena. Kalau kamu lalai dan mudah terbuai bisa bernasib seperti wanita berinisial IE ini.

Alih-alih mendapatkan pasangan, IE malah ditipu oleh pria yang dikenalnya lewat media sosial. Uang yang dimilikinya mencapai Rp 15,8 miliar melayang bersama si pria.

Peristiwa penipuan berawal dari cari jodoh lewat media sosial ini bermula saat IE yang berasal dari Jakarta bertemu dengan pasangan kencannya yang merupakan seorang pria bule.

Saat awal kencan online, semuanya berjalan indah dan mulus. Namun perlahan pria bule tersebut membujuk rayu dan mengambil harta IE. Pria bule itu berhasil meyakinkan IE dan sedikit demi sedikit dia mulai mengirimkan uang untuk ditransfer.

Tak tanggung-tanggung, pria bule itu sudah menggasak uang IE sekitar Rp 15,8 miliar. Ia pun mulai tersadar dan merasa ditipu semenjak pria bule tersebut menghilang dan sulit dihubungi.

Korban Lapor Polisi

IE pun melaporkan kejadian yang dialaminya ini ke pihak kepolisian. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, kasus IE bukan sekadar penipuan, tapi ada juga tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Kasus penipuan dan TPPU yang kejadiannya bulan April lalu dari laporan seseorang (wanita asal Jakarta), kerugiannya Rp15 miliar lebih," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, seperti dikutip dari Antara.

IE nyatanya benar-benar ditipu pria yang dikenalnya lewat media sosial tersebut. Dan mirisnya si pria tidak bertindak sendirian melainkan tergabung dalam sebuah komplotan.

Berdasarkan laporan IE, polisi menangkap pelaku yang jumlahnya enam orang. Dari enam itu, satu orang tersangka berada di luar negeri, satu orang lagi merupakan WNA dari Afrika.

Yusri menjelaskan, para pelaku penipuan terhadap IE ini mempunyai peran berbeda. Pelaku dengan inisial WH menghitung uang hasil dari penipuannya, sedangkan HIT dan HIP sebagai penampung uang hasil transfer dari korban. Pelaku R sebagai pengumpul uang hasil penipuan dan HF (warga negara asing) yang menyetorkan uang ke F sebagai pimpinan dari kelompok ini.

"Pelaku berinisial AF ini meminta bantuan kepada korban untuk membantu mengurus klaim asuransi milik almarhum orang tua pelaku dan beberapa proyek perusahaan milik ayah pelaku," ungkap Kombes Yusri di Polda Metro Jaya, seperti dikutip dari PMJNews.

Modus Pelaku Penipuan Lewat Kencan Online

Modus yang digunakan kelompok ini menurut pihak kepolisian adalah memacari seseorang menggunakan media sosial. Aksi kelompok ini berawal saat F mencari IE di media sosial.

Agar aksinya berjalan dengan mulus, F menggunakan media sosial palsu dengan foto orang lain dan mengaku berada di Inggris. Setelah korban mulai terbuai, pelaku F mulai melakukan aksinya.

"Korban yang yakin itu pun langsung melakukan transfer ke rekening tersangka. Setelah mentransfer, pelaku kemudian hilang kontak," ucap Yusri.

Yusri juga menjelaskan modus pelaku lainnya adalah berdalih meminjam uang untuk keperluan mengurus asuransi orangtuanya. Ketika itu korban dijanjikan uang yang dipinjam segera diganti bila asuransi orangtuanya cair. Tidak hanya itu, korban juga dibujuk untuk berinvestasi ke perusahaan milik orangtuanya.

Dari tangan pelaku, petugas menyita uang tunai sekitar Rp 60 juta, beberapa nomor rekening untuk menampung hasil penipuan dan juga beberapa ponsel. "Hingga habis Rp15,8 miliar korban baru sadar dan akhirnya dia lapor ke polisi," tuturnya.

Para pelaku diancam dengan pasal 55, 56 KUHP dan 378 KUHP serta pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan ancaman penjara 20 tahun.

(gaf/eny)