Terlalu Romantis, Mahasiswa Ini Malah Dipenjara dan Kena Denda Rp 90 Juta

Hestianingsih - wolipop Sabtu, 16 Jan 2021 21:30 WIB
Chinese young man and woman hug and stand together with emotional expression, lover concept. Ilustrasi pasangan berpelukan. Foto: iStock
Taipei -

Bersikap romantis pada pacar adalah suatu kewajaran. Tapi di Taiwan, seorang mahasiswa harus masuk penjara karena terlalu mesra dengan pasangannya.

Rupanya wanita yang disebutnya sebagai 'pacar', bukanlah pacar sesungguhnya, melainkan pacar sewaan. Pada Juli 2019, mahasiswa tersebut menyewa jasa pacar pura-pura lewat perusahaan Love Acting Extra, dengan biaya Rp 3,6 juta untuk tiga jam.

Perusahaan itu memberlakukan aturan ketat terhadap klien yang menyewa jasa mereka. Ada syarat dan ketentuan yang harus dipatuhi, tentang apa yang diperbolehkan maupun dilarang, saat klien dan pacar sewaan berkencan.

Dalam kasus mahasiswa yang hanya diketahui bermarga Chen ini, klien diperbolehkan menggandeng tangan, membelai rambut dan berpelukan selama durasi jam sewa. Tapi dia dilarang mencium atau menyentuh pacar sewaan di area tubuh yang tidk pantas.

Setelah menandatangani kontrak, Chen pun bertemu dengan pacar sewaannya di Taipei Main Station pada 2 Agustus 2019, untuk kencan selama tiga jam. Awalnya kencan berjalan mulus, keduanya makan bareng di restoran dan berlanjut dengan jalan-jalan di taman.

Namun seiring durasi kencan mendekati akhir, Chen mulai berbicara yang aneh-aneh. Bahkan pada satu momen, dia mengatakan ingin menculik pacar pura-puranya itu. Lebih jauh lagi Chen mencoba menyentuh area intim wanita tersebut.

Berdasarkan kesaksian pacar yang jasanya disewa Chen seperti dikutip dari Oddity Central, kliennya itu menyentuh paha bagian dalam, membuka kancing kemeja hingga menyentuh punggungnya. Padahal Chen tahu benar kalau tindakan itu dilarang dalam kontrak.

Dalam keadaan takut dan khawatir akan disakiti, pacar sewaannya itu terpaksa diam saja saat Chen melakukan aksinya. Terlebih lagi situasi taman juga sedang sepi sehingga tidak ada orang yang bisa dimintai tolong.

Untungnya setelah waktu tiga jam habis, Chen bertindak sesuai kontrak, dan mengakhiri perbuatan tak senonohnya itu. Tapi yang Chen tidak ketahui, pacar sewaannya langsung mendatangi kantor polisi terdekat dan mengadukan perbuatannya.

Saat itu juga Chen ditangkap. Dia pun meminta maaf dan menuliskan surat permohonan maaf. Tapi hukum tetap harus berjalan. Perbuatannya tetap melanggar hukum karena dilakukan tanpa persetujuan pihak wanita. Kasusnya kemudian dibawa ke jalur hukum dan Chen harus menjalani sidang.

Putusan hakim menyebutkan bahwa Chen telah melakukan tindakan tercela. Dia pun dinyatakan bersalah atas perbuatan tidak senonoh dan divonis enam bulan penjara serta denda Rp 90 jutaan.

Tidak terima dengan putusan hakim, Chen mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi. Namun pada Kamis (14/01/2021), bandingnya ditolak, sehingga sang mahasiswa harus tetap menjalani hukumannya.

(hst/hst)