Liputan Khusus Batal Menikah

Pasangan Pilih Batal Nikah Setelah Lamaran, Ini 3 Sebabnya Menurut Psikolog

Gresnia Arela Febriani - wolipop Senin, 07 Des 2020 09:19 WIB
Sad Couple Sitting Back To Back Holding Red Broken Heart Foto: Dok. iStock
Jakarta -

Menikah adalah salah satu momen terbesar dalam hidup dan sakral bagi setiap orang. Karena penting ini pernikahan tak bisa diputuskan sembarangan. Alhasil ada pasangan yang memilih batal nikah setelah lamaran atau tunangan. Apa yang menyebabkan seseorang memutuskan untuk batal nikah?

Psikolog Klinis Dewasa Alfath Hanifah Megawati, M.Psi. mengatakan pembatalan pernikahan ini tidak sama dengan penundaan. Ketika seseorang memutuskan membatalkan pernikahan artinya mereka juga memutuskan hubungan yang sudah terjadi.

"Jadi, bukan sekedar 'menunda pernikahan', tetapi mengkandaskan hubungan beserta rencana pernikahan," kata psikolog Alfath Hanifah Megawati saat diwawancara Wolipop, Jumat (4/12/2020).

Penyebab Batal Nikah Setelah Lamaran

Membatalkan pernikahan pastilah bukan keputusan yang mudah untuk seseorang melakukannya. Saat memang harus melakukannya, apa penyebabnya? Berikut penyebab pasangan batal nikah setelah lamaran atau tunangan:


1. Diri sendiri

Menurut psikolog Alfath Hanifah Megawati, keputusan batal nikah bisa datang dari diri calon pengantin itu sendiri. Ketika dia merasa tidak siap menjalani peran setelah pernikahanatau merasa tidak cukup layak untuk pasangan. "Keyakinan diri terhadap pernikahan yang negatif (terpapar pengalaman orang lain yang bercerai, berselingkuh, bertengkar atau abusif) dapat meningkatkan keraguan diri untuk dapat bertahan dalam pernikahan," ujar lulusan Universitas Indonesia itu.

2. Pasangan dan hubungan

Ketidakyakinan pada calon suami atau istri untuk menjadikannya pasangan sehidup semati juga bisa menjadi penyebab batal nikah padahal sudah lamaran. Misalnya, ketika sedang mengalami konflik, pasangan membentak dan mulai bertanya, 'Apakah dia akan melakukan hal yang sama ketika kita menikah? Atau lebih buruk lagi?'.

Lebih lanjut psikolog yang akrab disapa Ega itu mengatakan ketidakyakinan ini tidak selalu diawali dengan konflik besar, namun bisa juga beberapa keraguan kecil terhadap perilaku pasangan, yang sifatnya mungkin perilaku sederhana yang dilakukan sehari-hari. Dari pasangan itu sendiri juga ada berbagai penyebabnya, antara lain :

- Kesalahan pasangan yang tidak dapat dimaafkan. Misalnya, pasangan berselingkuh atau kerap berbohong. Kondisi ini membuat kamu tidak percaya lagi pada pasangan dan hubungan yang dijalani.

- Ketidakpuasan dengan hubungan yang terjalin saat ini dapat membuat seseorang memutuskan untuk membatalkan pernikahan. Misalnya, hubungan yang dijalani terasa hambar atau dianggap tidak dinamis ("begitu-begitu saja"). Kita mengembangkan keraguan apakah hubungan ini akan berhasilnya di masa mendatang dan kenyamanan diri kita dalam menjalani hubungan.

- Konflik berulang selama perjalanan mempersiapkan pernikahan yang membuat kamu frustrasi. Banyak tekanan yang terjadi pada saat mempersiapkan pernikahan. Dalam kondisi ini, konflik menjadi kerap terjadi. Ketika konflik tidak dapat diatasi dengan baik, maka seseorang menjadi tidak nyaman dan secara emosional ingin sesegera mungkin lepas dari ketidaknyamanan ini (salah satunya dengan memutuskan hubungan).

- Pasangan meninggalkan kita. Hal ini bisa berarti pasangan meninggalkan diri tanpa informasi ataupun meninggal dunia. Ketiadaan kontak ini dapat membuat pernikahan batal.

3. Hal-hal lainnya di luar diri sendiri

Menurut Ega ada faktor di luar kendali diri sendiri saat sebuah pernikahan batal setelah lamaran. Faktor itu salah satunya hambatan dari pihak keluarga. Misalnya ketidaksetujuan keluarga akan pernikahan yang akan dilakukan, konflik dengan keluarga dan pasangan, perbedaan nilai atau kepercayaan dan lain sebagainya.

Itulah tiga penyebab pasangan batal menikah setelah lamaran atau tunangan. Apakah kamu sendiri pernah mengalaminya?



Simak Video "Andrea Meza Jalani Masa Terpendek Sebagai Miss Universe"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)