Friendzone: Arti, Tanda dan Tips Mengatasinya

Hary Lukita Wardani - wolipop Jumat, 25 Sep 2020 20:00 WIB
Close-up of two hands making a thumb up sign, half heart on a blue background, copy space. Friendzone concept, romantic relationship, flirting Tips mengatasi friendzone dalam hubungan cinta. (Foto: Getty Images/iStockphoto)
Jakarta -

Terjebak dalam friendzone pasti bukan hal yang menyenangkan untuk kamu yang memiliki cinta tulus. Namun sebenarnya, apa sih pengertian friendzone dan bagaimana menyikapinya kalau kamu sedang berhadapan dengan situasi tersebut?

Friendzone atau zona pertemanan merupakan situasi dalam hubungan pertemanan antara laki-laki dan wanita salah satunya memiliki perasaan lebih dari sekadar teman. Terkadang salah satu dari mereka tidak menyadari bahwa sudah ada perasaan lebih dan mengharapkan status lebih dari teman.

Akibatnya, orang tersebut "terjebak" di zona pertemanan. Terjebak dalam pertemanan padahal kamu menginginkan status yang lebih bisa menjadi posisi yang membuat frustasi. Ini pasti situasi yang menyayat hati karena berada dalam situasi friendzone sangat sulit jika kamu ingin keluar.

Mengapa Friendzone Terjadi?


Pada dasarnya, semua hubungan adalah pertukaran sosial yang berarti orang membuat kesepakatan memberi-dan-menerima, biasanya tanpa diskusi, untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dari orang lain dan memberikan apa yang bersedia mereka berikan.

Ketika seseorang terjebak dalam friendzone, mereka telah memasuki pertemanan yang tidak seimbang. Orang lain mendapatkan semua yang dia inginkan tetapi orang yang terjebak di zona teman tidak. Singkatnya, orang zona teman menjual dirinya sendiri. Mereka memberi "teman" mereka segalanya, tanpa memastikan bahwa mereka mendapatkan semua yang mereka inginkan sebagai imbalan.

Close-up of two hands making a thumb up sign, half heart on a blue background, copy space. Friendzone concept, romantic relationship, flirtingIlustrasi friendzone (Foto: Getty Images/iStockphoto)



Tips Keluar dari Friendzone


Untuk keluar dari hubungan friendzone, terlebih dahulu kamu harus menyadari bahwa semua hubungan melibatkan negosiasi dan coba untuk "menegosiasikan ulang" pertukaran saat ini. Intinya, kamu menginginkan "lebih" dari orang lain. Kemungkinan besar, kamu sudah memberi terlalu banyak dari apa yang dia berikan ke kamu.

Lima tips untuk keluar dari hubungan friendzone:

1. Bersiap Pergi

Hubungan sudah tidak seimbang karena kamu menghargainya lebih dari orang lain. Mundur. Menjadi "membutuhkan" bukanlah cara untuk bernegosiasi. Orang yang putus asa berakhir dengan apa yang diberikan orang lain, bukan apa yang mereka inginkan. Jadi, kurangi minat dan bersiaplah untuk pergi jika kamu tidak mendapatkan hubungan yang diinginkan. Mereka yang lebih bersedia untuk pergi memiliki kekuatan untuk membimbing hubungan.

2. Menjaga Jarak

Luangkan waktu jauh dari "teman" kamu dan lakukan lebih sedikit untuk mereka. Jika mereka benar-benar menghargai kamu, ketidakhadiran kamu akan membuat mereka merasa rindu. Inilah prinsip kelangkaan di mana orang lebih menghargai sesuatu ketika sudah tidak ada disisinya atau diambil darinya (Cialdini, 2009). Saat kamu tidak lagi berada di sekitar atau mengurus kebutuhan dia, kemungkinan besar dia akan merasakan kehilangan. Ini dapat meningkatkan keinginan mereka untuk kamu dan kesediaan mereka untuk memenuhi kebutuhan kamu kembali. Jika tidak, maka mereka tidak menginginkan status lebih dari kamu dan benar hanya menganggap teman.

Close-up of two hands making a thumb up sign, half heart on a blue background, copy space. Friendzone concept, romantic relationship, flirtingFriendzone (Foto: Getty Images/iStockphoto)


3. Ciptakan Beberapa "Teman"

Pergilah dan cari beberapa "teman" lain yang membuat kamu tertarik. Perluas jaringan sosial kamu. Kemudian, bicarakan tentang teman baru ini dengan teman yang kamu inginkan. Persaingan dan sedikit kecemburuan adalah cara bagus lainnya untuk mengembangkan kelangkaan. Orang lebih menghargai apa yang mereka pikir mungkin
akan hilang.

4. Ajak Mereka Berinvestasi

Minta teman kamu melakukan sesuatu untuk kamu. Berlawanan dengan kepercayaan populer, orang-orang lebih menyukai ketika kamu memberikan kebaikan untuk dirimu sendiri daripada ketika kamu melakukan kebaikan untuk dia. Semakin banyak mereka berinvestasi dalam hubungan tersebut, semakin berarti kamu bagi mereka. Jadi, berhenti lah melakukan kebaikan dan mulai lah meminta mereka. Mintalah mereka memberi kamu tumpangan, belajar dengan kamu memperbaiki sesuatu.


5. Be Rewarding

Jangan lupa untuk bersyukur dan menghargai teman kamu ketika mereka berperilaku seperti yang kamu inginkan. Setelah mereka baik kepada kamu, ingatlah untuk membalas kebaikan mereka. Ingatlah untuk selalu menjaga lingkungan yang berisi rasa syukur bersama.

Demikian tips-tips mengatasi friendzone. Semoga membantu.

(dtg/dtg)