Liputan Khusus Open Relationship
Mengenal Open Relationship, Bukan Selingkuh Tapi Boleh Mendua
Open relationship atau hubungan terbuka yang tak lazim di Indonesia ini ternyata ada yang menjalaninya. Sebenarnya apa dan bagaimana open relantionship itu?
Istilah open relationship atau open marriage populer setelah digunakan penulis Nena O'Neill and George O'Neill dalam buku mereka Open Marriage yang dirilis pada 1972. Dalam buku tersebut, keduanya menjelaskan open marriage atau open relationship adalah sebuah hubungan di mana masing-masing pihak memiliki ruang untuk mengembangkan diri mereka dan mengizinkan satu sama lain membangun hubungan dengan orang lain.
Riset yang dilakukan National Opinion Research Center's General Social Survey mengungkapkan 4-5% pria dan wanita setuju dengan open marriage ini. Daripada diam-diam selingkuh, mereka memilih secara terbuka menjalin hubungan dengan orang lain selain pasangan di pernikahan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arti Open Relationship
Psikolog Meity Arianty STP., M. Psi menjelaskan lebih lanjut apa arti open relationship. Menurut Meity, open relationship adalah hubungan yang memperbolehkan masing-masing pihak untuk bercinta atau berhubungan seks dengan orang lain selain pasangannya.
"Hubungan ini bersifat konsensual atau terjadi atas persetujuan kedua pihak dalam pasangan tersebut. Hubungan ini diyakini tidak melibatkan perasaan. Dengan kata lain dia bisa bercinta dengan siapa saja tapi tidak boleh jatuh cinta ke orang tersebut. Bisa di bayangkan apa yang terjadi pada pasangan yang melakukan hal ini?" ungkap Mei saat dihubungi Wolipop, Jumat (18/9/2020).
Dalam menjalani open relationship ini pastinya pasangan yang terlibat memiliki aturan tersendiri. Kata Meity aturan open relationship tergantung dari pasangan yang menjalaninya.
"Mereka membuat aturan yang paling pas buat mereka. Misal tidak boleh cemburu, tidak boleh mengatur, tidak boleh melihat handphone pasangannya, tidak boleh membahas atau membandingkan dirinya dengan orang lain. Hanya boleh melakukan hubungan satu kali dengan orang yang sama, tidak boleh kencan dan melakukan hal romantis," jelas Mei.
Bahaya Open Relationship
Open relationship sendiri dianggap sebagai hubungan yang tabu di Indonesia. Selain tak sesuai dengan norma, hubungan terbuka ini juga berbahaya untuk pasangan menikah yang menjalaninya.
Bukan tidak mungkin muncul berbagai perasaan yang kemudian membuat pernikahan hancur. Misalnya saja perasaan bersalah dan berdosa sehingga pada akhirnya selalu berpikiran negatif, cemburu, curiga dan berburuk sangka pada pasangannya.
"Risiko terbesar dari open relationship ini adalah risiko penularan penyakit secara seksual," tukas psikolog yang merupakan dosen di Universitas Gunadarma itu.
Mei pun menegaskan dengan melihat pada risiko atau bahayanya, open relationship ini merupakan hubungan yang tak ada manfaatnya. "Secara umum saya katakan tak ada manfaatnya," pungkasnya.
(eny/eny)
Perawatan dan Kecantikan
Kulit Kering & Gatal Hilang dalam 5 Menit! Rahasianya Ada di Rangkaian Body Care Ini!
Kesehatan
Persiapkan Ramadan dengan Tenang! Cek Tekanan Darah Selama Puasa Pakai Tensimeter Digital
Perawatan dan Kecantikan
Mau Hadiah Imlek yang Beda? Gift Set Bodycare Bernuansa CNY Ini Bisa Jadi Pilihan untuk Orang Tersayang
Home & Living
Stop Jajan Mahal! 3 Milk Frother Mini Ini Bikin Matcha & Kopi Creamy ala Cafe Buat Buka Puasa di Rumah
Ramalan Zodiak 5 Februari: Aries Jangan Menyimpang, Gemini Evaluasi Rencana
Ramalan Zodiak Cinta 4 Februari: Leo Harmonis, Libra Perhatikan Nada Bicara
Viral Verificator
Viral! Momen Pria Lamar Kekasih di Depan Aquarium Raksasa Ini Bikin Baper
Ramalan Zodiak 4 Februari: Aquarius Kurang Mujur, Pisces Jangan Buru-buru
Ramalan Zodiak 4 Februari: Scorpio Jaga Kepercayaan, Sagitarius Jangan Memaksa
Potret Para Nepo Baby yang Dapat Uang Jajan Rp 1,6 M Seperti Nicola Peltz
8 Momen Jerry Yan dan Vic Chou Kunjungi Makam dan Patung Barbie Hsu
Gebrakan Lisa BLACKPINK Pakai Bikini di Tengah Salju, Pamer Otot Perut
Putri Eugenie Terpukul Skandal Epstein yang Kembali Menyeret Orang Tuanya











































