Romansa Guru dan Murid

Nggak Ada Faedahnya, Ini Dampak Negatif Saat Guru dan Murid Jatuh Cinta

Gresnia Arela Febriani - wolipop Rabu, 22 Jul 2020 15:00 WIB
ilustrasi pria sedih Ilustrasi pria yang berprofesi sebagai guru. Foto: Dok. iStock.
Jakarta -

Bukan hal yang lazim terjadi, nyatanya beberapa waktu belakangan ini ada sejumlah kisah cinta viral antara guru dan murid. Dari kacamata psikologi, hubungan cinta antara guru dan murid jika terjadi di saat sang murid masih sekolah, tidak memiliki dampak positif alias kurang berfaedah.

Psikolog Meity Arianty, STP., M. Psi. mengatakan sebaiknya guru dan murid menjalani peran masing-masing dengan baik. "Semua hubungan yang tidak pada tempatnya nggak ada yang bermanfaat. Jadi sebaiknya posisikan diri masing-masing sesuatu dengan porsinya. Guru bertindaklah sebagai guru yang menjadi teladan. Sementara siswa tugasnya belajar. Dan sekolah adalah tempat menimba ilmu sehingga sebaiknya semua berjalan sesuai koridornya," kata Mei saat dihubungi Wolipop.

Mei menegaskan tidak ada dampak positif saat guru dan murid jatuh cinta. Dilihat dari sudut pandang apapun, menurut psikolog yang juga dosen di Universitas Gunadarma, Depok itu, saat guru dan murid pacaran, tidak akan bermanfaat untuk satu sama lain.

ilustrasi priaIlustrasi pria. Foto: iStock

"Alih-alih akan memberikan motivasi dan membantu dalam belajar, biasanya jika menyangkut perasaan akan banyak hal yang terjadi di luar dugaan sehingga alangkah baiknya tunda aja dulu dan fokus sekolah aja. Akan berbeda jika dilakukan oleh mahasiwa dan dosennya. Karena mereka sudah dewasa dan sudah dapat menjalankan pernikahan jika memang akan serius. Sementara jika masih berstatus siswa sekolah, ada aturan agar siswa tidak boleh menikah dan hamil saat masih sekolah," tutur Mei.

Mei sendiri bisa memahami jika ada seorang murid yang jatuh cinta pada gurunya. Murid biasanya melihat guru sebagai sosok yang sabar, pengertian, berwibawa dan berpendidikan.

"Selain itu seseorang akan mudah tertarik pada figur otoritas yang dianggap berpengaruh dan berkarisma, hal itu dianggap nilai tambah," jelasnya.

Saat kondisi ini terjadi, menurut Mei, di sinilah seorang guru harus menjalankan perannya. Guru yang menjadi panutan harus bisa memposisikan dirinya sebagai seorang pengajar.

"Sehingga harus memberikan contoh dan teladan pada siswanya. Bukannya nggak boleh jatuh cinta atau menyukai seseorang. Namun sekali lagi lakukan itu dengan benar dalam artian tidak di sekolah, tidak saat siswanya masih berstatus muridnya karena tugas guru justru harus memberi motivasi agar siswanya dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik. Setelah lulus silahkan kalau memang saling menyukai," ujar Mei.



Simak Video "RIP Bob Trending, Kucing yang Bantu Majikannya 'Melawan' Narkoba"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)