Muncul Istilah Pria Lumberseksual, Apa Bedanya dengan Metroseksual?

Hestianingsih - wolipop Rabu, 20 Mei 2020 21:30 WIB
NEW YORK, NY - MAY 13:  Kit Harington Visits Kit Harington dianggap sebagai representasi pria lumberseksual. Foto: Istimewa
Jakarta -

Istilah metroseksual muncul untuk menggambarkan pria metropolitan yang rajin merawat diri dan mengenakan busana fashionable untuk menunjang penampilannya. Perawatan diri yang dilakukan mencakup pergi ke spa, menggunakan produk perawatan kulit hingga manikur pedikur.

Setelah metroseksual, pada 2005 muncul konsep uberseksual. Yakni istilah yang digunakan untuk menyebut para pria yang tak sekadar menonjolkan keunggulan fisik tapi juga otak. Istilah uberseksual sendiri berasa dari bahasa Jerman 'uber' yang berarti 'yang terbaik'.

Secara garis besar, pria uberseksual mengutamakan aspek-aspek positif dalam maskulinitas seperti kepercayaan diri, punya jiwa kepemimpinan dan prinsip hidup yang kuat.

Mid adult hipster man dancing infront of a green studio background.Ilustrasi pria lumberseksual. Foto: iStock


Alih-alih menghabiskan waktu untuk berpenampilan semenarik mungkin, mereka lebih memilih memperkaya wawasan. Pesona pun akan muncul dengan sendirinya ketika pria memiliki kecerdasan lebih.

Paling terbaru, ada lumberseksual. Seperti dikutip dari Brightside, lumberseksual merupakan istilah untuk menggambarkan pria berpenampilan maskulin dan terkesan cuek tapi tetap menarik.

Lumberseksual berasal dari bahasa Inggris 'lumberjack' yang artinya 'penebang pohon'. Dalam budaya barat, para penebang pohon ini kerap digambarkan mengenakan kemeja kotak-kotak, memakai jeans, berotot kekar dan berjenggot. Gambaran bahwa penebang pohon adalah pria-pria kuat maka mereka mendapat tempatnya sendiri di hati para wanita.

ilustrasi janggutIlustrasi pria memelihara jenggot dan kumis. Foto: Thinkstock


Konsep lumberseksual sebenarnya sudah muncul sejak 2014, namun karena kini makin banyak pria --secara sadar atau tidak-- mengadopsi penampilan tersebut, ditambah lagi dengan kehadiran selebriti yang juga bergaya seperti itu maka istilah itu kembali naik ke permukaan. Selebriti pria yang dianggap punya ciri lumberseksual antara lain Ryan Reynolds, Gerard Butler, Bradley Cooper, Kit Harington dan Hugh Jackman.

Pria lumberseksual banyak disukai wanita karena memperlihatkan perpaduan sempurna antara maskulinitas sifat periang. Kombinasi dua 'bibit unggul' yang membuat pria terlihat menarik dan sulit 'ditolak'.

Ryan Reynolds dan Hugh JackmanRyan Reynolds dan Hugh Jackman dianggap sebagai representasi pria lumberseksual. Foto: Getty Images


Ada beberapa karakter khusus dari pria-pria lumberseksual. Apa saja?

Kemeja flanel: biasanya pria lumberseksual suka mengenakan kemeja flanel dengan kombinasi warna merah-hitam, tapi bisa juga perpaduan warna lainnya. Intinya mereka suka memakai kemeja pas badan. Tak terlalu longgar juga tidak terlalu ketat. Kemeja flanel umumnya dipadukan dengan jeans, boots dan topi beanie. Kadang mereka juga memakai jas tapi dibuat tidak terlalu rapi tanpa dasi atau rompi tuksedo.

Rambut dan jenggot: pria lumberseksual suka menumbuhkan kumis dan jenggot. Tapi mereka tidak suka merapikannya dengan pisau cukur dan dibiarkan tumbuh secara alami. Mereka tidak masalah punya kumis dan jenggot lebat.

Terkesan cuek pada penampilan: jika dilihat sekilas pria-pria lumberseksual memiliki kesan cuek. Memakai apa saja baju yang langsung terlihat di lemari. Mereka juga tidak terlalu bersolek, yang terpenting tampak bersih. Kesan effortless itulah yang membuat mereka terlihat menarik.

Pencinta alam: pria lumberseksual umumnya senang berpetualang dan mencintai alam. Mereka lebih suka menghabiskan waktu dengan melakukan olahraga outdoor, hiking, naik gunung atau berkemah.



Simak Video "Penting! Jangan Lupa Foto Kondisi Paket Saat Terima Belanjaan Online"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)