5 Tipe Orang yang Bisa Kamu Temukan Saat Bertengkar

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 29 Jan 2020 22:00 WIB
Angry millennial couple arguing shouting blaming each other of problem, frustrated husband and annoyed wife quarreling about bad marriage relationships, unhappy young family fighting at home concept Foto: iStock
Jakarta -

Setiap orang yang paling sabar atau baik sekalipun pasti pernah terlibat dalam argumen. Argumen sebenarnya sehat dalam hubungan asalkan bisa diselesaikan dengan baik. Sesuai dengan kepribadian atau situasi, setiap orang pun punya karakteristik dan teknik masing-masing saat diskusi memanas. Seorang pakar sikap Grazina Fechner membagi tipe orang yang bisa kamu temukan saat bertengkar atau berargumen menjadi lima, kamu termasuk yang lama?

1. Tukang Ngambek
Salah satu tipe orang sedang berargumen yang pasti sering kamu temui adalah tukang ngambek. Argumen memang sering kali mendorong pertengkaran dan perang dingin di antara para pelakunya. Karena kesal dan marah, tipe tukang ngambek ini biasanya memilih untuk diam dan tidak memperdulikan lawan argumennya selama beberapa waktu. Tapi umumnya perang dingin itu hanya berlangsung sampai salah satu atau kedua belah pihak tenang atau berbaikan.

2. Ahli Sejarah
Pernahkah menemukan seseorang yang tiba-tiba menjadi ahli sejarah ketika sedang berargumen? Biasanya orang tersebut berusaha untuk memenangkan argumen dan membuktikan opininya memang benar. Tak jarang tipe orang seperti ini bisa membawa sesuatu dari ingatannya 10 tahun lalu. "10 tahun lalu, kamu bilang ini...dan empat minggu lalu kamu melakukan ini, dan dua hari lalu kamu mengirimi email itu...dan semua hal-hal itu dimuntahkan," kata Grazina dilansir Dailymail.

3. Pasif Agresif
Orang yang pasif agresif juga punya karakteristik sendiri dalam sebuah argumen. Menurut Grazina, tipe orang yang bertindak agresif dengan cara yang pasif tersebut justru sering mempertanyakan dirinya sendiri. "Jadi kamu mulai meragukan dirimu sendiri dan kamu mulai berpikir 'ini tidak benar' dan kamu tiba-tiba berpikir 'mungkin ada sesuatu yang terjadi di sini, kamu mungkin benar'. Itu karena sikap pasif agresif keluar,"

4. Si Berisik
Berargumen kadang tak hanya dengan kata-kata tapi juga dengan berbagai suara. Orang-orang yang dikategorikan sebagai 'si berisik' adalah mereka mengeluarkan atau membuat suara untuk menunjukkan rasa kesal atau marah. "Banting pintu, membuang pot dan panci lalu kita langsung meninggalkan ruangan. Tapi apa yang kita lakukan itu adalah mencoba untuk menangkap atensi seseorang," tutur Grazina.

5. Tukang Teriak
Selain dengan bantuan barang-barang yang dilempar, orang yang berargumen juga sering kali memakai suaranya sendiri untuk mendapatkan atensi ketika sedang berargumen. Untuk memenangkan argumen itu, biasanya si tukang teriak akan mengeraskan suara dan tidak ingin dicela. Grazina pun memberikan saran jika Anda menemukan tipe orang seperti itu.

"Jangan memanggil nama dan jangan interupsi. Biarkan seseorang itu mengatakan opininya karena ketika kamu menginterupsi, mereka akan berkata 'tapi aku masih ingin mengatakan sesuatu' dan itu jadi panas. Jadi tenang, biarkan mereka berkata, dan ketika mereka selesai, maka berbicaralah," ungkapnya.



Simak Video "Perawatan Unik, Berendam dalam Serbuk Kayu Pinus"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)