Riset Membuktikan Cinta Pandangan Pertama Hanya Ada di Negeri Dongeng

Vina Oktiani - wolipop Sabtu, 28 Sep 2019 10:57 WIB
Ilustrasi cinta pada pandangan pertama. Foto: Istimewa
Jakarta - Seringkali orang saat ditanya mengenai hubungannya, bagaimana awalnya hingga akhirnya bisa bersama, mereka akan menjawab karena cinta pada pandangan pertama. Apakah kamu mempercayai cinta pada pandangan pertama? Riset terbaru membuktikan cinta pada pandangan pertama tidaklah benar-benar nyata.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di jurnal Personal Relationship, cinta pada pandangan pertama tidaklah ada. Seperti dikutip dari My Domaine, penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari University of Groningen ini menemukan bahwa ada tiga sebab mengapa seseorang merasa bahwa dirinya mengalami LAFS (Love At First Sight). Tiga penyebabnya yaitu karena jatuh cinta, ketertarikan fisik, dan berbagi ilusi.

Penelitian menemukan bahwa saat seseorang bertemu dengan orang yang disukainya pasti dia akan merasa tertarik. Dan dengan menjalin hubungan bersama orang tersebut, itu dapat mengubah ingatannya sehingga pertemuan pertama jadi terasa jauh lebih istimewa.



Ilustrasi pasangan jatuh cinta.Ilustrasi pasangan jatuh cinta. Foto: Istimewa


Riset yang sama juga menyebutkan satu dari antara tiga orang merasakan hal ini sehingga untuk mengetahui kebenarannya peneliti tertarik untuk meneliti lebih jauh mengenai hal ini. Peneliti lalu mengumpulkan 396 responden yang 62% di antaranya adalah wanita dengan rata-rata usia 24 tahun. Para responden diminta untuk menyelesaikan studi lab dan survei online. Dalam survei online tersebut responden diminta untuk memilih gambar mana yang sesuai dengan kriteria pasangannya. Setelahnya, para responden diminta melakukan tiga kencan kilat yang masing-masing dilakukan selama 90 menit.

Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa sebanyak 30% responden yang melakukan kencan kilat merasakan ketertarikan fisik dan sisanya sama sekali tidak merasakan cinta pada pandangan pertama. Jadi jika cinta mereka tidak terbalas, maka mereka tidak akan merasakan LAFS alias cinta pada pandangan pertama.

"Ketertarikan fisik adalah hal utama untuk melaporkan seseorang merasakan LAFS," kata para peneliti.

Para peneliti menyimpulkan bahwa cinta pada pandangan pertama yang sering dirasakan oleh banyak orang bukanlah hal spesial yang berbeda dari jenis cinta pada umumnya. Sehingga cinta pada pandangan pertama yang sesungguhnya sebenarnya tidaklah ada dan itu hanya ada di cerita dongeng. Bagaimana menurutmu? Apa kamu mempercayai penelitian ini?




Simak Video "Anggunnya Cinta Laura dengan Busana Hudoq di JFC 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/eny)