Liputan Khusus KDRT

Bak Lingkaran Setan, 3 Siklus Ini Akan Terus Dilalui Korban KDRT

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 21 Sep 2019 15:08 WIB
Foto: iStock Foto: iStock

Jakarta - Keluar dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ternyata tak semudah yang dibayangkan orang yang tak merasakannya. Korban KDRT biasanya terjebak pada siklus yang dibuat pelaku.

Para pelaku KDRT biasanya akan membuat pasangannya sulit melepaskan diri dari mereka. Pelaku bisa melakukan berbagai cara misalnya dengan menguasai atau tidak memberi uang, mencabut akses komunikasi dan tranportasi.

Pelaku KDRT pun punya sikap yang naik turun. Seperti dikutip Examiner, berikut tiga siklus sikap pelaku KDRT yang akan terus berputar sehingga korban sebenarnya seperti berada dalam lingkaran setan:

1. Tahap Membangun Emosi: pada saat ini biasanya pelaku akan merasa tidak berdaya. Pelaku merasa pasangan yang menjadi korban KDRT seharusnya menenangkan dan pelaku merasa mereka memiliki beberapa cara untuk mengatasi stres.

2. Tahap Meledak: ketika stres sudah tidak bisa diatasi, pelaku akan kehilangan kontrol diri, pelaku pun akan menyalahkan pasangan atas kekerasan yang mereka lakukan.

3. Tahap 'Bulan Madu': di tahapan ini si pelaku akan insyaf mendadak. Mereka akan minta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Pelaku juga akan memberikan korbannya hadiah. Pelaku mengurangi KDRT-nya. Untuk mengatasi perasaan bersalah, pelaku akan mengalihkan ke hal lain dengan minum alkohol atau memukul orang/benda lain.

Untuk korban KDRT, sangat penting dipahami kalau kekerasan yang dilakukan pelaku bukanlah kesalahan kamu. Pelaku biasanya akan melakukan hal tersebut agar tindakan mereka dianggap rasional.

Mengenai siklus dari pelaku KDRT ini, psikolog Angesty Putri, M. Psi atau akrab dikenal dengan Anez, juga mengungkapkan hal yang sama. Siklus yang dilakukan pelaku KDRT adalah setelah melakukan kekerasan, mereka meminta maaf, lalu hubungan pernikahan akan kembali lagi mesra seperti bulan madu.

"Lalu konflik, ketegangan lagi, kekerasan, minta maaf lalu bulan madu lagi. Siklusnya itu memutar seperti itu. Nah, siklus ini makin waktu akan semakin cepat. Siklus ini awalnya setahun sekali mukulnya, lama-lama setiap hari mukulnya intensitasnya jadi lebih meningkat," jelas psikolog dari Universitas Indonesia itu.

Simak Video "Kenali Ciri-ciri Pasangan yang Berpotensi Melakukan KDRT "
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/kik)