Cerita Istri yang Patah Tulang karena Masakan Enak Suaminya

Siti Rahmi Anjani - wolipop Minggu, 17 Mar 2019 13:45 WIB
Ilustrasi suami memasak untuk istrinya. (Foto: iStock) Ilustrasi suami memasak untuk istrinya. (Foto: iStock)

Heilongjiang - Pria yang bisa memasak makanan enak menjadi idaman para wanita. Tapi hati-hati jangan sampai masakan lezat suami membuat istri terlena, begitu pula sebaliknya. Seperti seorang istri berikut yang mengalami patah tulang dan menyalahkan suami yang jago masak. Bagaimana bisa?

Seorang wanita asal Heilongjiang, China dibawa ke rumah sakit karena mengalami pergeseran tulang di punggung bagian bawah. Wanita yang baru berusia 20an itu pun menerima perawatan dan diberikan penyangga di bagian pinggangnya. Ketika ditanya penyebabnya, ia pun menyalahkan sang suami atas kejadian naas tersebut. Hal ini pun menjadi cerita yang lucu sekaligus membuat iba.



Ilustrasi berat badan.Ilustrasi berat badan. (Foto: Thinkstock)


"Masakan suamiku sangat enak dan dia hanya masak daging (selama dua tahun terakhir)," kata wanita tersebut dilansir Nextshark.

"Aku dulu berbobot 60 sampai 65 kg sebelum kami menikah tapi sekarang berat badanku 100 kg. Aku bertambah hampir 40 kg dalam dua tahun," tambahnya.

Apa hubungannya dengan wanita tersebut bisa patah tulang? Ternyata kelebihan berat badan yang dialami istri membuatnya kesulitan berjalan. Ia mengalami rasa sakit di bagian kaki karena kenaikan bobot tubuh juga terlalu banyak duduk ketika bekerja di kantor. Hal tersebut tampaknya jadi salah satu penyebab dari sebuah insiden hingga tulang belakangnya patah.


Cerita Istri yang Patah Tulang karena Masakan Enak SuaminyaFoto: thinkstock
"Aku tidak bisa meluruskan punggungku lagi. Aku perlu jongkok dan berisitirahat setiap berjalan tiga hingga lima langkah," lanjut wanita itu.

Wanita itu pun mengaku sudah terpikir untuk mengurangi berat badan. Namun . masakan sang suami selalu saja datang menghalang. "Setiap kali aku berkata pada suamiku aku seharusnya mengurangi bobot tubuh, dia memasakkan makanan enak yang lebih banyak lagi," kata si wanita. (dtg/dtg)