Ini yang Terjadi Pada Tubuh Saat Putus Cinta
Kiki Oktaviani - wolipop
Kamis, 25 Jan 2018 19:03 WIB
Jakarta
-
Putus cinta lebih dari melibatkan emosi. Efek samping dari drama putus cinta juga bisa terasa pada tubuh. Menurut parah ahli, putus cinta bisa menyebabkan beberapa hal pada tubuh.
Sindrom patah hati, begitu para pakar menyebutnya. Perlu diketahui, inilah beberapa hal yang bisa terjadi pada tubuh saat putus cinta dan merasakan patah hati yang hebat:
1. Merasakan Seperti Gejala Putus Obat
Psikolog Dr. Wyatt Fisher menjelaskan bahwa otak akan mengeluarkan hormon dopamin dan oksitosin saat jatuh cinta. Efeknya sama seperti menggunakan kokain. Efek menyenangkan dan bahagia akan terasa saat jatuh cinta. Tapi apa yang terjadi saat putus cinta?
"Saat orang putus cinta, otak merasakan pengalaman seperti gejala putus obat. Gejala tersebut identik seperti berhenti dari menggunakan heroin," jelas Dr. Fiher, seperti dikutip Elite Daily.
Dr. Fisher menjelaskan bahwa gejala tersebut biasanya akan sembuh setelah enam bulan. Dalam rangka penyembuhan tersebut, seseorang yang patah hati tidak boleh selalu mengurung diri dan mengasihani diri. Bersosialisasi dan menyibukkan diri menjadi penyembuhnya. Mendapat dukungan dari orang terdekat dan bantuan psikolog akan mempercepat proses penyembuhan patah hati tersebut.
2. Depresi
"Saat putus cinta kita merasakan banyak hal, kita merasa sedih, menangis, sulit tidur, nafsu makan berkurang atau justru tidak terkontrol, lemah dan kurangnya motivasi. Hal itu karena menurunnya hormon serotonin," kata psikolog Dr. Danielle Forshee.
Serotonin diketahui untuk menjaga mood dengan baik. Jika tidak cukup memiliki serotonin seperti yang dirasakan saat putus cinta, maka akan menyebabkan depresi.
3. Darah Tinggi
Ditambahkan Dr. Edison de Mello, MD, PhD, ketika memiliki banyak hormon stres dampak buruk lainnya adalah meningkatnya tekanan darah. Kortisol menyebabkan darah tinggi terlebih jika seseorang tekanan darahnya tidak seimbang.
4. Sakit Jantung
Menurut Dr. Edison de Mello, MD, PhD, jantung bisa membesar dalam masa sindrom patah hati. "Kondisi ini bisa terjadi ketika berhadapan dengan patah hati yang terkadang membesar sementara dan tidak memompa dengan baik," ungkap Dr. Edison.
(kik/kik)
Foto: thinkstock |
Sindrom patah hati, begitu para pakar menyebutnya. Perlu diketahui, inilah beberapa hal yang bisa terjadi pada tubuh saat putus cinta dan merasakan patah hati yang hebat:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Psikolog Dr. Wyatt Fisher menjelaskan bahwa otak akan mengeluarkan hormon dopamin dan oksitosin saat jatuh cinta. Efeknya sama seperti menggunakan kokain. Efek menyenangkan dan bahagia akan terasa saat jatuh cinta. Tapi apa yang terjadi saat putus cinta?
"Saat orang putus cinta, otak merasakan pengalaman seperti gejala putus obat. Gejala tersebut identik seperti berhenti dari menggunakan heroin," jelas Dr. Fiher, seperti dikutip Elite Daily.
Dr. Fisher menjelaskan bahwa gejala tersebut biasanya akan sembuh setelah enam bulan. Dalam rangka penyembuhan tersebut, seseorang yang patah hati tidak boleh selalu mengurung diri dan mengasihani diri. Bersosialisasi dan menyibukkan diri menjadi penyembuhnya. Mendapat dukungan dari orang terdekat dan bantuan psikolog akan mempercepat proses penyembuhan patah hati tersebut.
Foto: Thinkstock |
2. Depresi
"Saat putus cinta kita merasakan banyak hal, kita merasa sedih, menangis, sulit tidur, nafsu makan berkurang atau justru tidak terkontrol, lemah dan kurangnya motivasi. Hal itu karena menurunnya hormon serotonin," kata psikolog Dr. Danielle Forshee.
Serotonin diketahui untuk menjaga mood dengan baik. Jika tidak cukup memiliki serotonin seperti yang dirasakan saat putus cinta, maka akan menyebabkan depresi.
3. Darah Tinggi
Ditambahkan Dr. Edison de Mello, MD, PhD, ketika memiliki banyak hormon stres dampak buruk lainnya adalah meningkatnya tekanan darah. Kortisol menyebabkan darah tinggi terlebih jika seseorang tekanan darahnya tidak seimbang.
4. Sakit Jantung
Menurut Dr. Edison de Mello, MD, PhD, jantung bisa membesar dalam masa sindrom patah hati. "Kondisi ini bisa terjadi ketika berhadapan dengan patah hati yang terkadang membesar sementara dan tidak memompa dengan baik," ungkap Dr. Edison.
(kik/kik)
Pakaian Pria
Rayakan Chinese New Year 2026 dengan 3 Celana Pria untuk Tampil Rapi, Elegan, dan Percaya Diri!
Pakaian Pria
Menyambut Chinese New Year 2026 dengan Dompet Baru Lebih Berkelas yang Bikin Rezeki Terasa Makin Fresh!
Hobi dan Mainan
Traveling Saat Ramadhan 2026 Jadi Lebih Praktis dengan 3 BAGSMART Organizer yang Wajib Kamu Punya!
Hobi dan Mainan
Rayakan Chinese New Year 2026 Lebih Meriah dengan 2 Game Kartu Seru Andalan Banyak Orang!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Apa Itu Hopeless Romantic? Terlalu Bucin Bisa Jadi Tandanya
Makna Baru Valentine Bagi Gen Z, Bunga Mawar Tak Lagi Jadi Simbol
Ramalan Zodiak 6 Februari: Aries Manfaatkan Peluang, Gemini Lebih Mesra
Ramalan Zodiak 6 Februari: Capricorn Lebih Yakin, Aquarius Hadapi Dilema
Ramalan Shio 2026
Ramalan Shio Babi 2026: Kelola Keuangan, Asmara Berpotensi Ketemu Jodoh
Most Popular
1
Skip Sarapan Vs Skip Makan Malam, Mana Lebih Efektif Menurunkan Berat Badan?
2
5 Gaya Margot Robbie Pakai Gaun Terbuat dari Rambut Asli Manusia
3
Gaya Wulan Guritno di NTT, Tampil Tradisional nan Stylish Pakai Kain Songket
4
Kucing Karl Lagerfeld Dapat Warisan Tapi Keluarga Tidak, Harta Rp 4 T Digugat
5
Apa Itu Hopeless Romantic? Terlalu Bucin Bisa Jadi Tandanya
MOST COMMENTED












































Foto: thinkstock
Foto: Thinkstock