Ini Penyebab 77% Orang Selingkuh Menurut Survei
Hestianingsih, Alisa Kintan - wolipop
Jumat, 19 Jan 2018 15:07 WIB
Jakarta
-
Perselingkuhan selalu jadi momok bagi hubungan asmara maupun pernikahan. Tak jarang, buntut dari selingkuh adalah retak atau hancurnya hubungan pasangan.
Hal yang hingga saat ini masih saja jadi pertanyaan, kenapa orang berselingkuh? Penyebabnya tentu beragam. Tapi sebuah studi yang dipublikasikan dalam The Journal of Sex Research menyebutkan ada satu faktor yang paling banyak jadi alasan orang selingkuh.
Penelitian terhadap 495 orang dewasa itu mengungkapkan, kebanyakan orang berselingkuh karena kurangnya rasa cinta. Sebanyak 77% partisipan mengaku berselingkuh karena rasa cinta yang sudah berkurang. Fakta yang menyedihkan, karena berarti sebagian besar orang selingkuh karena sudah tidak cinta lagi dengan pasangannya.
Lalu 70% responden lainnya mengatakan bahwa mereka berselingkuh karena merasa diabaikan, ada juga 70 persen responen mengatakan perselingkuhan terjadi ketika mereka sedang mabuk.
Sementara itu beberapa responden mengaku selingkuh karena marah kepada pasangannya. Penyebab lainnya berselingkuh demi mengatasi rasa rendah diri mereka.
Penemuan ini mendukung hasil temuan sebelumnya yang dilakukan Superdrug Online Doctor. Seperti dikutip dari This Is Insider, beberapa wanita berselingkuh karena merasa pasangan mereka tidak lagi memberikan perhatian yang utuh. Sementara para pria mengaku selingkuh karena bertemu wanita yang penampilannya lebih cantik dan menarik dibandingkan pasangan sah mereka.
Dari survei tersebut juga terungkap pria selingkuh semata-mata karena tidak mendapatkan kepuasan biologis dari pasangannya. Dengan kata lain, kurang seks. Saat ia membutuhkan seks dan ada wanita lain yang bisa 'menawarkan' itu, maka tingi potensinya untuk pria berselingkuh.
Jadi bisa disimpulkan berdasarkan jawaban dari responden, pria selingkuh lebih disebabkan alasan fisik. Sementara wanita lebih kepada masalah hati dan perasaan.
Perselingkuhan merupakan hal yang menyakitkan, tapi bisa dilihat dari sisi positifnya. Ini merupakan pertanda bahwa pasangan yang selama ini bersamamu, ternyata bukanlah orang yang tepat dan bisa menghargai kamu.
Menjalani sebuah hubungan memang tak lepas dari risiko putus atau cerai. Banyak hal yang akan dialami bersama, senang, sedih hingga adu argumen bahkan perselingkuhan.
Yang terpenting dari sebuah hubungan adalah harus adanya komunikasi antar pasangan, untuk selalu terbuka dan peduli dengan perasaan masing-masing. Tindakan seperti itu mungkin akan menghindarkan kita dari perselingkuhan. (hst/hst)
Hal yang hingga saat ini masih saja jadi pertanyaan, kenapa orang berselingkuh? Penyebabnya tentu beragam. Tapi sebuah studi yang dipublikasikan dalam The Journal of Sex Research menyebutkan ada satu faktor yang paling banyak jadi alasan orang selingkuh.
Penelitian terhadap 495 orang dewasa itu mengungkapkan, kebanyakan orang berselingkuh karena kurangnya rasa cinta. Sebanyak 77% partisipan mengaku berselingkuh karena rasa cinta yang sudah berkurang. Fakta yang menyedihkan, karena berarti sebagian besar orang selingkuh karena sudah tidak cinta lagi dengan pasangannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu beberapa responden mengaku selingkuh karena marah kepada pasangannya. Penyebab lainnya berselingkuh demi mengatasi rasa rendah diri mereka.
Foto: Thinkstock |
Penemuan ini mendukung hasil temuan sebelumnya yang dilakukan Superdrug Online Doctor. Seperti dikutip dari This Is Insider, beberapa wanita berselingkuh karena merasa pasangan mereka tidak lagi memberikan perhatian yang utuh. Sementara para pria mengaku selingkuh karena bertemu wanita yang penampilannya lebih cantik dan menarik dibandingkan pasangan sah mereka.
Dari survei tersebut juga terungkap pria selingkuh semata-mata karena tidak mendapatkan kepuasan biologis dari pasangannya. Dengan kata lain, kurang seks. Saat ia membutuhkan seks dan ada wanita lain yang bisa 'menawarkan' itu, maka tingi potensinya untuk pria berselingkuh.
Jadi bisa disimpulkan berdasarkan jawaban dari responden, pria selingkuh lebih disebabkan alasan fisik. Sementara wanita lebih kepada masalah hati dan perasaan.
Foto: thinkstock |
Perselingkuhan merupakan hal yang menyakitkan, tapi bisa dilihat dari sisi positifnya. Ini merupakan pertanda bahwa pasangan yang selama ini bersamamu, ternyata bukanlah orang yang tepat dan bisa menghargai kamu.
Menjalani sebuah hubungan memang tak lepas dari risiko putus atau cerai. Banyak hal yang akan dialami bersama, senang, sedih hingga adu argumen bahkan perselingkuhan.
Yang terpenting dari sebuah hubungan adalah harus adanya komunikasi antar pasangan, untuk selalu terbuka dan peduli dengan perasaan masing-masing. Tindakan seperti itu mungkin akan menghindarkan kita dari perselingkuhan. (hst/hst)
Perawatan dan Kecantikan
Rambut Cepat Kering Tanpa Ribet, Inilah KEHEAL HC Hair Dryer High Speed dengan Angin Kencang & Ion Negatif!
Elektronik & Gadget
Promo Ramadan Spesial, Saatnya Pakai Smartwatch Huawei untuk Pantau Aktivitas & Kesehatan!
Elektronik & Gadget
Cetak Kenangan Mudik Lebaran Seketika Bareng Keluarga dengan Fujifilm Instax Mini 12 Instant Film Camera!
Perawatan dan Kecantikan
Parfum Tahan Seharian Saat Lebaran, Secret Garden - Extrait De Parfum Luxury Collection Wajib Kamu Punya!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ada Robot Seks AI dengan Selera Humor, Bikin Orang Ketawa Lebih dari Manusia
Ramalan Zodiak Cinta 12 Maret: Capricorn Tahan Emosi, Cancer Lebih Perhatian
Ramalan Zodiak 12 Maret: Taurus Jangan Putus Asa, Gemini Pertahankan Kinerja
Ramalan Zodiak 12 Maret: Aquarius Hindari Perdebatan, Pisces Jangan Ceroboh
Ramalan Zodiak 12 Maret: Libra Jangan Ragu, Sagitarius Keuangan Membaik
Most Popular
1
Terungkap Isi Goodie Bag Oscar 2026 Senilai Rp 5 M: Ada Skincare Korea Viral
2
Estee Lauder Gugat Jo Malone karena Pakai Namanya Sendiri untuk Produk Parfum
3
Gaya Mayangsari Bukber Bareng Geng Kepompong, Kompak Pakai Kaftan
4
Ada Robot Seks AI dengan Selera Humor, Bikin Orang Ketawa Lebih dari Manusia
5
Mackenyu Makin Macho di One Piece Season 2, Tubuh Kekar Bikin Terkesima
MOST COMMENTED












































Foto: Thinkstock
Foto: thinkstock