Baru Jadian Jangan Terlalu Sering Pacaran, Ini Alasannya Menurut Pakar

Alisa Kintan - wolipop Selasa, 16 Jan 2018 19:05 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock

Jakarta - Pasangan yang berpacaran sebaiknya mengurangi intensitas pertemuan. Pakar percintaan mengatakan, di awal-awal masa pacaran, kamu dan pasangan tentunya ingin bisa bertemu setiap hari dan selalu merasa kangen.

Namun terlalu sering bertemu kekasih tidak disarankan oleh Scott Carroll. Pria yang berprofesi sebagai psikiater ini mengatakan bahwa kunci untuk memulai hubungan asmara yang bahagia, justru tidak dengan bertemu setiap hari. Frekuensi ideal bertemu pasangan di awal masa pacaran cukup dua kali seminggu.

Scott yang merupakan penulis buku berjudul 'Don't settle : How to Marry the Man You Were Meant For' mengatakan seperti dikutip dari Independent, "Dengan intensitas waktu bertemu yang hanya dua kali seminggu akan memberimu lebih banyak waktu meresapi perasaan terdalammu padanya."

Scott juga menambahkan bahwa hal ini penting supaya dapat membantu kamu menghadapi masalah yang nantinya kamu akan hadapi bersama pasangan baru. Selain itu, psikolog Dr Seth Meyers juga mengatakan, terlalu sering bertemu kekasih baru bisa memberi dampak negatif pada hubungan ke depannya.

"Saya sering bekerja dengan klien mengenai isu percintaan seperti ini, dan yang saya bisa katakan salah satu faktor yang merusak pasangan kekash baru adalah kecenderungan untuk melakukan semua hal buru-buru," terang Seth.

Menurut Seth, mungkin beberapa pasangan memang dapat membuat hubungan asmara bertahan lama dengan terus bertemu setiap hari. Tapi untuk hubungan jangka panjang, tingkat kesuksesannya rendah.

Seth juga menambahkan kalau kita terlalu sering bertemu pasangan, akan meningkatkan keinginan untuk melakukan kontak fisik, misalnya seks. Emosional yang terlalu intens dan berlangsung cepat akan membuat hubungan lebih cepat bermasalah juga.

"Masalahnya adalah dengan term seperti ini - bertemu setiap saat - akan membuat kita terlalu intim dan jadi ketergantungan, meskipun masing-masing pasangan tahu benar bahwa butuh waktu berbulan-bulan, bahkan tahunan untuk benar-benar mengenal pasangan kita,"pungkasnya.

(ami/ami)