Dokter Ini Ungkap Alasan Buat Tulisan 'Kenapa Ada Pelakor?' yang Viral

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 24 Nov 2017 12:45 WIB
Foto: Facebook dr Yudhistya SpOG Foto: Facebook dr Yudhistya SpOG

Jakarta - Kasus perselingkuhan artis memicu viralnya kata 'pelakor' (perebut laki orang) yang menjadi viral belakangan ini. Kata tersebut pun menggelitik seorang dokter kandungan bernama Yudhistya untuk membuat tulisan mengenai polyamori atau mencintai lebih dari satu pasangan. Tulisan yang diunggahnya ke Facebook itu kemudian mendapat banyak respon dari para netizen.

Dalam tulisan berjudul 'Kenapa Ada Pelakor' tersebut dr Yudhistya SpOG mengungkap penyebab terjadinya perselingkuhan berdasarkan penelitian. Menurut riset yang dikutipnya, satu dari lima orang tidak bisa monogami sehingga kemungkinan ada 20 juta pria Indonesia yang tidak setia pada satu pasangan. Fakta itu diungkapnya di Facebook sebagai salah satu bentuk edukasi kesehatan.

"Edukasi kesehatan dan edukasi ilmiah zaman now harus menarik. Percuma membuat edukasi mendalam tapi tidak ada yang membaca. Kunci dari edukasi adalah orang yang di edukasi tertarik," ungkap Yudhistya dalama wawancara pada Wolipop pada Kamis, (23/11/2017).

Postingan 'Kenapa Ada Pelakor' sampai saat ini sudah dibagikan dan disukai sebanyak lebih dari seribu kali. Yudhistya sendiri mengaku tahu jika tulisannya cukup viral dan banyak dibicarakan orang. Dari situ, dokter asal Surakarta itu pun melihat jika banyak orang menyadari bahwa seks adalah hal yang penting dalam rumah tangga.

"90% setuju dan sadar bahwa seks adalah hal penting. Beberapa memang menganggap lemah iman adalah sebabnya. Tetapi di luar kapasitas saya untuk mengukur iman seseorang. Sementara seks sendiri lebih ilmiah," kata Yudhistya.

Sejak tulisan 'Kenapa Ada Pelakor' viral di media sosial, semakin banyak netizen yang curhat kepada Yudhistya mengenai kehadiran pelakor dalam rumah tangga mereka. Ia pun tampak menanggapi sejumlah pertanyaan yang ditulis di komentar postingannya. Yudhistya sendiri menganggap hal tersebut sebagai tugasnya sebagai seorang dokter.

"Di sini lah peran dokter, seksolog, psikolog untuk ikut membantu keharmonisan rumah tangga dan memahami keinginan masing-masing pasangan. Saat ini memang zaman berubah. Dokter harus mulai edukasi melalui media sosial karena itu yang dipakai oleh pasien dan masyarakat. Kami menggunakan FB dan Aplikasi Dokterchat," jelasnya.


(ami/ami)