Fakta Terkini! Lebih dari 33% Pasangan Menikah Bertemu di Kencan Online
Hestianingsih - wolipop
Kamis, 12 Okt 2017 19:03 WIB
Jakarta
-
Cari pacar lewat kencan online masih jadi hal yang asing bahkan 'tabu' beberapa tahun lalu. Tapi kini kencan online justru menjadi pilihan sebagian besar orang di era milenium untuk urusan mencari pasangan.
Kemunculan situs maupun aplikasi kencan online sudah menjadi fenomena tersendiri. Bahkan sedikit banyak telah mengubah perilaku orang dalam bersosialisasi maupun menjalin hubungan asmara.
Kencan online berdampak besar terhadap perilaku orang dalam mencari pasangan sekarang ini. Tapi sebuah data statistik telah menunjukkan kalau efeknya ternyata lebih mendalam dan substansial.
Selama lebih dari 50 tahun, para peneliti telah mempelajari karakter dasar dari relasi-relasi yang menghubungkan satu orang dengan orang yang lain. Dahulu kala, orang-orang lebih senang berhubungan dengan seseorang yang paling dekat di lingkungan mereka.
Misalnya kedekatan dengan tetangga, teman sekolah, teman satu kantor atau temannya teman. Mereka juga merasa lebih terikat secara emosional di lingkungan tetangga atau kelompok kecil ketimbang dengan orang yang jaraknya lebih jauh.
Sejumlah survei pun menunjukkan, dari tahun 1940-an hingga awal 1990-an, rata-rata orang bertemu dengan pasangan mereka yang sekarang melalui perkenalan dengan teman, bertemu di bar, tempat kerja, di sekolah yang sama, tempat ibadah, melalui relasi keluarga, dan sebagainya. Tapi memasuki tahun 1995, kencan online telah mengubah semua itu.
Diawali dengan kemunculan situs kencan online Match.com pada 1995, situs-situs serupa pun bermunculan. Sebut saja OKCupid yang booming di awal 2000-an dan kini juga tersedia dalam bentuk aplikasi smartphone. 'Serbuan' kencan online makin marak dengan kedatangan Tinder pada 2012 yang membuat budaya perkencanan berubah makin jauh.
Dikutip dari Technology Review, lebih dari 33 persen pasangan yang menikah bertemu dari kencan online. Bahkan sekarang ini, kencan online menempati urutan kedua sebagai cara paling umum yang dipakai orang untuk menemukan tambatan hatinya.
Kenalan lewat teman masih menjadi cara paling populer untuk mendapatkan pasangan, namun persentasenya terus menurun sejak 1990 dari 40 persen menjadi hanya 28 persen. Sementara popularitas kencan online makin melonjak sejak akhir '90-an hingga awal 2000-an.
"Orang yang bertemu secara online rata-rata belum pernah kenal sama sekali," ujar duo peneliti Josue Ortega dari University of Essex, Inggris, dan Philip Hergovich dari University of Vienna di Austria, seperti dilansir Technology Review.
Lebih lanjut mereka menjelaskan, ketika orang-orang bertemu dengan cara seperti ini, akan menciptakan hubungan sosial di mana pada zaman sebelumnya tidak dikenal, bahkan tidak ada.
Lebih menariknya lagi, hasil studi Josue dan Philip juga menunjukkan pasangan yang bertemu dari kencan online lebih kecil risiko bercerai ketimbang pasangan yang bertemu dengan cara konvensional. Jadi bisa disimpulkan, di samping banyaknya kasus kencan online hanya dijadikan sebagai 'selingan', ada kemungkinan bahwa kencan online juga lah yang memperbesar kesempatan orang menemukan pasangan hidup potensial. (hst/hst)
Kemunculan situs maupun aplikasi kencan online sudah menjadi fenomena tersendiri. Bahkan sedikit banyak telah mengubah perilaku orang dalam bersosialisasi maupun menjalin hubungan asmara.
Kencan online berdampak besar terhadap perilaku orang dalam mencari pasangan sekarang ini. Tapi sebuah data statistik telah menunjukkan kalau efeknya ternyata lebih mendalam dan substansial.
Foto: Dok. Bumble |
Selama lebih dari 50 tahun, para peneliti telah mempelajari karakter dasar dari relasi-relasi yang menghubungkan satu orang dengan orang yang lain. Dahulu kala, orang-orang lebih senang berhubungan dengan seseorang yang paling dekat di lingkungan mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah survei pun menunjukkan, dari tahun 1940-an hingga awal 1990-an, rata-rata orang bertemu dengan pasangan mereka yang sekarang melalui perkenalan dengan teman, bertemu di bar, tempat kerja, di sekolah yang sama, tempat ibadah, melalui relasi keluarga, dan sebagainya. Tapi memasuki tahun 1995, kencan online telah mengubah semua itu.
Foto: Reuters - Mike Blake |
Diawali dengan kemunculan situs kencan online Match.com pada 1995, situs-situs serupa pun bermunculan. Sebut saja OKCupid yang booming di awal 2000-an dan kini juga tersedia dalam bentuk aplikasi smartphone. 'Serbuan' kencan online makin marak dengan kedatangan Tinder pada 2012 yang membuat budaya perkencanan berubah makin jauh.
Dikutip dari Technology Review, lebih dari 33 persen pasangan yang menikah bertemu dari kencan online. Bahkan sekarang ini, kencan online menempati urutan kedua sebagai cara paling umum yang dipakai orang untuk menemukan tambatan hatinya.
Kenalan lewat teman masih menjadi cara paling populer untuk mendapatkan pasangan, namun persentasenya terus menurun sejak 1990 dari 40 persen menjadi hanya 28 persen. Sementara popularitas kencan online makin melonjak sejak akhir '90-an hingga awal 2000-an.
Foto: Thinkstock |
"Orang yang bertemu secara online rata-rata belum pernah kenal sama sekali," ujar duo peneliti Josue Ortega dari University of Essex, Inggris, dan Philip Hergovich dari University of Vienna di Austria, seperti dilansir Technology Review.
Lebih lanjut mereka menjelaskan, ketika orang-orang bertemu dengan cara seperti ini, akan menciptakan hubungan sosial di mana pada zaman sebelumnya tidak dikenal, bahkan tidak ada.
Lebih menariknya lagi, hasil studi Josue dan Philip juga menunjukkan pasangan yang bertemu dari kencan online lebih kecil risiko bercerai ketimbang pasangan yang bertemu dengan cara konvensional. Jadi bisa disimpulkan, di samping banyaknya kasus kencan online hanya dijadikan sebagai 'selingan', ada kemungkinan bahwa kencan online juga lah yang memperbesar kesempatan orang menemukan pasangan hidup potensial. (hst/hst)
Pakaian Wanita
Yumna by Ammarkids Setelan Anak Perempuan yang Modest dan Praktis untuk Berbagai Aktivitas
Kesehatan
Jangan Tunggu Sakit! Sekarang Cek Gula Darah & Kolesterol Bisa dari Rumah dengan Cara Praktis Ini
Kesehatan
Ternyata Ini Rahasia Recovery Otot Setelah Workout! Whey Protein Jadi Solusinya
Kesehatan
Jalani Puasa Tetap Kuat Meski Aktivitas Padat! Ini Rahasia Jaga Imun Selama Ramadan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ramalan Zodiak Cinta 28 Februari: Libra Si Dia Mudah Curiga, Aries Jaga Sikap
Ramalan Zodiak 28 Februari: Cancer Hadapi Tantangan, Leo Hindari Ketegangan
Ramalan Zodiak 28 Februari: Aries Jangan Menentang, Taurus Kontrol Emosi
Ramalan Zodiak Cinta 27 Februari: Leo Jangan Cemburu, Libra Butuh Kesabaran
Apa Itu Queerplatonic Relationship? Bukan Pacar Tapi Lebih Dari Sahabat
Most Popular
1
Gaya Kontroversial Cocona XG Pamer Bekas Operasi Payudara di Fashion Show Gucci
2
Kisah Ayah Dituntut Anak Sendiri karena Pakai Angpao Imlek untuk Menikah Lagi
3
Most Pop Sepekan: Permintaan Gubernur Terkaya di Indonesia Saat Pesan Kebaya
4
5 Gaya Nyentrik Priyanka Chopra Pakai Mantel Bulu saat Promosi Film 'The Bluff'
5
Viral YouTuber Merasa Dirinya Jelek, Kini Kisah Cintanya Bikin Iri Netizen
MOST COMMENTED












































Foto: Dok. Bumble
Foto: Reuters - Mike Blake
Foto: Thinkstock