Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Usaha Para Jomblo di China, Aplikasi Kencan Hingga Pasar Pernikahan

Rista Adityaputry - wolipop
Jumat, 16 Jun 2017 09:20 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Thinkstock
Jakarta -

China adalah negara dengan penduduk terbesar se-Asia. Tak heran jika banyak wanita maupun pria yang kesulitan untuk mencari jodoh. Mungkin ini dirasa sangat sulit melihat banyaknya populasi penduduk di negara China, belum lagi kesibukan pekerjaan sehari-hari. Bisa jadi banyak orang tidak terpikir untuk menemukan pasangan karena tidak adanya waktu luang.

Ditemui oleh Wolipop pada Rabu (14/6/2017), Jacqueline Tse, salah satu founder Flutter Asia, mengaku bahwa China sama saja dengan negara Indonesia dalam urusan jodoh. Orang tua kerap khawatir bila sang anak tidak memiliki pasangan di usia 25 tahun ke atas. Kesulitan mencari pasangan juga sering dihadapi oleh seseorang yang telah bercerai alias janda atau duda.

"Orang dengan usia di atas 30 tahun kebanyakan sulit untuk menemukan pasangan. Mereka juga sering bekerja jadi waktu dan lingkup sosialnya sangat sedikit," ujar Jacqueline. Kesulitan ini rupanya menimbulkan beberapa ide untuk mengatasinya, dari yang normal seperti aplikasi kencan online khusus hingga yang unik, yaitu 'marriage market' atau 'pasar' untuk orang single.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Aplikasi kencan online di China dapat dikatakan sangat canggih. Selain keamanan terjamin, tingkat keberhasilannya cukup tinggi. Jacqueline mengatakan bahwa banyak yang berhasil menikah dari aplikasi kencan khusus warga China tersebut dan persentasenya mencapai lebih dari 50%. Aplikasi yang sangat terkenal di China itu masih dalam berbentuk situs yang dinamakan Jiayuan dan Baihe.

"Teman-teman seusiaku banyak yang menggunakan aplikasi itu. Aplikasi itu hanya untuk orang China. Ditujukan lebih untuk pernikahan. Iklannya saja mengatakan kalau itu untuk mencari hubungan serius. Jadi, kalau orang yang ingin main-main saja, lebih baik jangan (download). Semua yang datang ke situ mencari hubungan serius," tambah wanita berusia 26 tahun ini. Jacqueline sendiri sudah menikah dan baru saja memiliki seorang anak.

Usaha Para Jomblo di China, Aplikasi Kencan Hingga Pasar PernikahanFoto: Thinkstock


Selain aplikasi kencan yang menjadi bisnis sungguh-sungguh, ada pula area yang menjadi tempat pencarian jodoh, yaitu di People's Park, Shanghai, China. Dilansir oleh PBS Newshour, marriage market merupakan 'pasar' di mana para orang tua memamerkan informasi sekaligus foto sang anak yang ingin dijodohkan. Jika ada yang cocok, kedua orang tua akan mengatur janji kencan buta untuk kedua calon.

Jacqueline juga menyetujui bahwa fenomena tersebut memang benar adanya. Bahkan, ada pula yang menggunakan flyer yang berisi pencarian jodoh untuk sang anak. Biasanya, hal tersebut dilakukan apabila si anak berusia akhir 20 hingga akhir 30 tahun dan tidak memiliki waktu untuk mencari pasangan sehingga orang tua merasa bahwa lebih baik mereka yang bertindak.

(asf/asf)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads