Usaha Para Jomblo di China, Aplikasi Kencan Hingga Pasar Pernikahan
China adalah negara dengan penduduk terbesar se-Asia. Tak heran jika banyak wanita maupun pria yang kesulitan untuk mencari jodoh. Mungkin ini dirasa sangat sulit melihat banyaknya populasi penduduk di negara China, belum lagi kesibukan pekerjaan sehari-hari. Bisa jadi banyak orang tidak terpikir untuk menemukan pasangan karena tidak adanya waktu luang.
Ditemui oleh Wolipop pada Rabu (14/6/2017), Jacqueline Tse, salah satu founder Flutter Asia, mengaku bahwa China sama saja dengan negara Indonesia dalam urusan jodoh. Orang tua kerap khawatir bila sang anak tidak memiliki pasangan di usia 25 tahun ke atas. Kesulitan mencari pasangan juga sering dihadapi oleh seseorang yang telah bercerai alias janda atau duda.
"Orang dengan usia di atas 30 tahun kebanyakan sulit untuk menemukan pasangan. Mereka juga sering bekerja jadi waktu dan lingkup sosialnya sangat sedikit," ujar Jacqueline. Kesulitan ini rupanya menimbulkan beberapa ide untuk mengatasinya, dari yang normal seperti aplikasi kencan online khusus hingga yang unik, yaitu 'marriage market' atau 'pasar' untuk orang single.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aplikasi kencan online di China dapat dikatakan sangat canggih. Selain keamanan terjamin, tingkat keberhasilannya cukup tinggi. Jacqueline mengatakan bahwa banyak yang berhasil menikah dari aplikasi kencan khusus warga China tersebut dan persentasenya mencapai lebih dari 50%. Aplikasi yang sangat terkenal di China itu masih dalam berbentuk situs yang dinamakan Jiayuan dan Baihe.
"Teman-teman seusiaku banyak yang menggunakan aplikasi itu. Aplikasi itu hanya untuk orang China. Ditujukan lebih untuk pernikahan. Iklannya saja mengatakan kalau itu untuk mencari hubungan serius. Jadi, kalau orang yang ingin main-main saja, lebih baik jangan (download). Semua yang datang ke situ mencari hubungan serius," tambah wanita berusia 26 tahun ini. Jacqueline sendiri sudah menikah dan baru saja memiliki seorang anak.
Foto: Thinkstock |
Selain aplikasi kencan yang menjadi bisnis sungguh-sungguh, ada pula area yang menjadi tempat pencarian jodoh, yaitu di People's Park, Shanghai, China. Dilansir oleh PBS Newshour, marriage market merupakan 'pasar' di mana para orang tua memamerkan informasi sekaligus foto sang anak yang ingin dijodohkan. Jika ada yang cocok, kedua orang tua akan mengatur janji kencan buta untuk kedua calon.
Jacqueline juga menyetujui bahwa fenomena tersebut memang benar adanya. Bahkan, ada pula yang menggunakan flyer yang berisi pencarian jodoh untuk sang anak. Biasanya, hal tersebut dilakukan apabila si anak berusia akhir 20 hingga akhir 30 tahun dan tidak memiliki waktu untuk mencari pasangan sehingga orang tua merasa bahwa lebih baik mereka yang bertindak.
Elektronik & Gadget
Smartwatch Powerful! HUAWEI WATCH FIT 4 Series Bisa Tahan 10 Hari & Punya GPS Akurat
Perawatan dan Kecantikan
Jerawat Bandel Hilang Semalaman? Ini 2 Acne Patch yang Wajib Kamu Coba!
Elektronik & Gadget
Kerja di Tempat Ramai Tapi Tetap Fokus? Rahasianya Ternyata Hanya dengan TWS Ini
Perawatan dan Kecantikan
Tetap Glowing di Tengah Jadwal Super Padat? Ini Rahasia Maskeran Anti Kusam
Ramalan Zodiak Cinta 2 April: Capricorn Masih Cekcok, Aquarius Diminta Sabar
Ramalan Zodiak 2 April: Libra Tetap Waspada, Scorpio Hadapi Tantangan
20 Ucapan Selamat Ulang Tahun dalam Bahasa Arab dan Artinya yang Penuh Makna
Ramalan Zodiak 2 April: Cancer Ikuti Anggaran, Leo Pemasukan Cukup
Terungkap Kepribadian Orang Lahir Bulan April, Ambisius dan Punya Tekad Kuat
Potret Rina Nose Liburan ke Melbourne Bareng Suami, Memukau Usai Oplas Hidung
Pangeran Harry Pernah Chat Genit dengan Reporter, Pesannya Kini Terungkap
6 Gaya Carmen Hearts2Hearts di Blue House, Pose Bareng Presiden Korsel & RI
Dakota Johnson Ungkap Gagal Casting Film karena 'Terlalu Sopan'












































Foto: Thinkstock