Cara Meredam Kemarahan dan Stop Bertengkar Terlalu Sering dengan Pasangan
Kiki Oktaviani - wolipop
Minggu, 16 Apr 2017 21:33 WIB
Jakarta
-
Seberapa sering sebaiknya bertengkar dengan pasangan? Jika ditanya seperti itu maka pakar hubungan pun tak akan ada yang bisa menjawabnya karena sebenarnya seberapa sering pertengkaran terjadi tidak ada aturannya. Namun jika kamu merasa sudah terlalu sering bertengkar dengan pasangan, maka harus segera diatasi.
Dalam rangka membuat hubungan bisa menjadi lebih sehat dan kondusif, inilah beberapa langkah untuk bisa dapat meredam kemarahan dan berhenti selalu ribut dengan pasangannya. Ini dia tipsnya, seperti dirangkum Your Tanggo dari sejumlah pakar hubungan.
1. Ceritakan Masa Lalu Kalian Ketika Masih Kecil
Pola asuh semasa kecil berpengaruh besar pada kehidupan masa kini. Para pakar hubungan melihat, ketika orangtua kita sering besuara keras, bertengkar atau melakukan KDRT maka kebiasaan tersebut bisa berpengaruh pada diri kita di masa kini yang menjadi pribadi yang lebih emosional. Efek negatif tersebut pun bisa menular ke pasangan. Sebaiknya hal ini dibicarakan dan dalam rangka membuat hubungan yang lebih sehat carilah solusinya. Saran terbaik adalah pergi ke psikolog untuk mendapatkan bantuan.
2. Identifikasi Hal Apa yang Bisa Membuat Kamu Jadi 'Naik Darah'
Kamu mungkin akan sangat kesal jika terus-menurua disalahkan. Bisa jadi hal itu karena pola komunikasi yang salah. Untuk ubah komunikasi dengan tidak selalu menyebut 'kamu...' tapi lebih baik 'aku..' Misalnya 'aku lebih suka kamu masak dibanding jajan di luar rumah' daripada 'kamu sih tidak pernah masak jadinya aku makan di luar terus'. Hal-hal seperti itu yang mungkin membuat kamu kesal karena merasa dipojokkan.
3. Jangan Lanjutkan Pertengkaran
Jika pertengkaran sudah semakin parah, bahkan mengeluarkan kata-kata kasar sebaiknya segera menjauh. Tenangkan diri masing-masing. Jika sudah sangat emosi maka pertengkaran bisa berujung pada kekerasan.
4. Beri Waktu Lalu Lanjutkan Lagi Pembicaraan
Ada pasangan yang 20 menit saja saling diam diri sudah cukup, namun ada juga pasangan yang butuh waktu berjam-jam untuk menenangkan diri. Jika sudah cukup tenang, maka kembali bicara dan luruskan masalah dengan cara bicara yang lebih baik dan diatur.
5. Atur Kemarahan dengan Lebih Dewasa
Dengan memiliki waktu tenang, maka kamu bisa memikirkan hal-hal apa yang akan dibicarakan nanti. Jangan membahas masalah yang sudah-sudah. Fokus pada permasalahan saat ini dan sudah mencari solusinya. Jika perlu catat kata-kata yang lebih sopan dan baik untuk dijelaskan pada pasangan. (kik/kik)
Dalam rangka membuat hubungan bisa menjadi lebih sehat dan kondusif, inilah beberapa langkah untuk bisa dapat meredam kemarahan dan berhenti selalu ribut dengan pasangannya. Ini dia tipsnya, seperti dirangkum Your Tanggo dari sejumlah pakar hubungan.
1. Ceritakan Masa Lalu Kalian Ketika Masih Kecil
Pola asuh semasa kecil berpengaruh besar pada kehidupan masa kini. Para pakar hubungan melihat, ketika orangtua kita sering besuara keras, bertengkar atau melakukan KDRT maka kebiasaan tersebut bisa berpengaruh pada diri kita di masa kini yang menjadi pribadi yang lebih emosional. Efek negatif tersebut pun bisa menular ke pasangan. Sebaiknya hal ini dibicarakan dan dalam rangka membuat hubungan yang lebih sehat carilah solusinya. Saran terbaik adalah pergi ke psikolog untuk mendapatkan bantuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kamu mungkin akan sangat kesal jika terus-menurua disalahkan. Bisa jadi hal itu karena pola komunikasi yang salah. Untuk ubah komunikasi dengan tidak selalu menyebut 'kamu...' tapi lebih baik 'aku..' Misalnya 'aku lebih suka kamu masak dibanding jajan di luar rumah' daripada 'kamu sih tidak pernah masak jadinya aku makan di luar terus'. Hal-hal seperti itu yang mungkin membuat kamu kesal karena merasa dipojokkan.
3. Jangan Lanjutkan Pertengkaran
Jika pertengkaran sudah semakin parah, bahkan mengeluarkan kata-kata kasar sebaiknya segera menjauh. Tenangkan diri masing-masing. Jika sudah sangat emosi maka pertengkaran bisa berujung pada kekerasan.
4. Beri Waktu Lalu Lanjutkan Lagi Pembicaraan
Ada pasangan yang 20 menit saja saling diam diri sudah cukup, namun ada juga pasangan yang butuh waktu berjam-jam untuk menenangkan diri. Jika sudah cukup tenang, maka kembali bicara dan luruskan masalah dengan cara bicara yang lebih baik dan diatur.
5. Atur Kemarahan dengan Lebih Dewasa
Dengan memiliki waktu tenang, maka kamu bisa memikirkan hal-hal apa yang akan dibicarakan nanti. Jangan membahas masalah yang sudah-sudah. Fokus pada permasalahan saat ini dan sudah mencari solusinya. Jika perlu catat kata-kata yang lebih sopan dan baik untuk dijelaskan pada pasangan. (kik/kik)
Home & Living
Inspirasi Furnitur Kamar Minimalis dan Elegan, Bikin Suasana Kamar jadi Lebih Hidup
Pakaian Wanita
Inspirasi Outfit Clean Girl Simpel tapi Chic, 5 Item Wajib Ada di Wardrobe Kamu!
Elektronik & Gadget
Suara Lebih Jernih dengan MISENI Q8 Mic Kecil Jepit Clip on yang Wajib Dimiliki Content Creator!
Elektronik & Gadget
Review Anker Nano 10.000mAh 45W Powerbank Canggih Beda dari yang Lain!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ramalan Zodiak Cinta 29 Maret: Capricorn Jangan Baper, Cancer Harus Mengalah
Ramalan Zodiak 29 Maret: Libra Banyak Tantangan, Scorpio Tetap Waspada
Ramalan Zodiak 29 Maret: Cancer Jangan Pasif, Leo Lebih Perhatian
Most Popular Sepekan: 'Soft Living' Tren di Kalangan Milienial karena Burnout
Ramalan Zodiak Cinta 28 Maret: Aquarius Lebih Sabar, Virgo Kontrol Emosi
Most Popular
1
Fakta Ngeri Model yang Dibunuh Eks Kekasih, Kini Kepalanya Hilang dari Peti
2
Intip Gaya Mahalini Liburan ke Jepang, Pesonanya bak Remaja
3
Most Pop: Kemesraan Chef Juna dengan Pacar Saat Lebaran, Agamanya Jadi Sorotan
4
Lee Hi dan DOK2 Go Public, Persahabatan 10 Tahun Berubah Jadi Kisah Cinta
5
8 Jam Mewah Georgina Rodriguez, Pacar Ronaldo, Setara Rumah Miliaran
MOST COMMENTED











































