Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Jelang Imlek, Jasa Pacar Sewaan Makin Dicari Wanita Jomblo

Rahmi Anjani - wolipop
Kamis, 19 Jan 2017 17:37 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Thinkstock
Jakarta - Hari libur nasional sering dijadikan kesempatan untuk memperkenalkan pacar kepada keluarga. Tak terkecuali Imlek yang akan dirayakan keturunan Tionghoa 28 Januari mendatang. Tapi bagaimana jika belum punya kekasih untuk dibawa bertemu orangtua? Anda mungkin akan mendapatkan pertanyaan bahkan sindiran menyebalkan dari sanak saudara. Tidak mau menghadapinya, wanita China memilih untuk pakai jasa sewa pacar saja.

Jasa sewa pacar sebenarnya sudah ada sejak beberapa tahun belakangan. Namun jasa tersebut biasanya lebih banyak peminat ketika hari-hari besar, seperti pergantian tahun baru China. Menjelang Imlek, pacar satu hari pun semakin dicari bahkan menjadi trending topic di situs mesin pencari.

Beberapa situs yang menyediakan jasa ini adalah 89yn dan 20py. Biasanya situs-situs tersebut memperlihatkan sejumlah foto pria lengkap dengan umur, tinggi, berat badan, dan pekerjaan. Diinformasikan pula jasa-jasa apa yang bisa diberikan ketika disewa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jelang Imlek, Jasa Pacar Sewaan Makin Dicari Wanita Jomblo
Menurut People Daily Online, harga pacar sewaan bisa sampai 60 yuan (Rp 116 ribuan) per jam atau 1.500 yuan (Rp 2,9 jutaan) per hari. Namun tidak semua lelaki mau menerima bayaran ketika melakukannya. Kadang-kadang mereka membebaskan biaya karena juga tidak punya pacar untuk menghabiskan perayaan tahun baru China.

Daftar jasa yang diberikan umumya juga fleksibel tergantung keinginan si pria, tapi umumnya menawarkan bertemu orangtua, makan malam dengan keluarga penyewa, menonton bioskop, berciuman hingga bermalam. Namun ada pula yang menerapkan aturan 'sewa hijau' yakni untuk tidak tidur dalam satu kamar.

Jelang Imlek, Jasa Pacar Sewaan Makin Dicari Wanita JombloFoto: Thinkstock
Jasa sewa kekasih tersebut menjadi tren belakangan ini karena tuntutan yang dibebankan kepada para wanita yang belum menikah. Mereka yang masih lajang di usia lebih dari 27 bahkan sering disebut 'wanita sisa' dan mendapat kritik dari keluarga atau lingkungan sekitar.

Dilansir People Daily Online, Li Hongzhao selaku Wakil Sekertaris Komite Hukum Kriminal dari Asosiasi Hukum Beijing mengatakan jasa tersebut tidak melanggarkan hukum selagi keduanya menaati kontrak. Namun kemungkinan tindak kejahatan tentu bisa terjadi jika salah satunya punya niat jahat, misalnya pelecehan seksual. Maukah Anda menyewa jasa ini jika ada di Indonesia? (ami/ami)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads