Sejauh Mana Posesif yang Tidak Sehat Untuk Hubungan? Cek 10 Hal Ini

Alissa Safiera - wolipop Kamis, 05 Jan 2017 19:36 WIB
Foto: thinkstock
Jakarta -

Merasa ingin terus bersama dan dipercaya oleh kekasih tersayang rasanya menjadi kebutuhan tiap orang. Kadang ketika memutuskan untuk berkomitmen dalam hubungan, tak sadar kita menjadi posesif.

Posesif juga tak bisa sepenuhnya dibilang buruk. Ada batasan wajar untuk melihat sejauh mana posesif yang sehat dan mana yang tidak. Menanyakan kabarnya atau kesal ketika ia tidak mengabari seharian juga bagian dari posesif, namun ini masih wajar.

Menurut psikolog Anna Surti Ariani, ada beberapa tanda ketika pasangan yang posesif membuat relasi menjadi tak sehat. Coba cek seberapa banyak yang terjadi pada hubungan Anda:

- Hanya dia yang boleh pergi dengan Anda, Anda dilarang pergi dengan orang lain bahkan teman atau keluarga.

- Sering mengeluh ketika Anda pergi dengan orang lain.

- Sering memberi kritik kepada Anda bahkan untuk hal kecil sekalipun.

- Sering menganggap Anda tak setia hanya karena alasan kecil.

- Mengancam melakukan hal-hal yang merugikan Anda jika Anda 'keluar' dari aturannya.

- Terus-terusan mengontak Anda, jika Anda tak sedang bersamanya.

- Menganggap orang lain di sekitar Anda memberikan pengaruh buruk buat Anda.

- Terus berusaha mengawasi Anda dengan berbagai cara. Juga mengawasi media sosial Anda secara berlebihan.

- Terlalu banyak mengatur Anda, baik untuk hal-hal sehari-hari ataupun untuk hal-hal yang lebih besar lagi.

- Cemburu berlebihan jika Anda dekat dengan lawan jenis, walaupun jelas bahwa orang itu tak ada hubungan dekat sama sekali.

Semakin banyak indikator di atas yang terjadi pada hubungan Anda, maka hubungan Anda semakin tak sehat. Mengapa?

"Dengan melakukan itu semua, sesungguhnya pasangan tidak menghargai diri Anda (walaupun dia mengaku sangat menghargai Anda). Dalam hubungan semacam ini, sesungguhnya Andapun dimanipulasi oleh pasangan dengan banyaknya aturan. Lama-lama ini semua akan membuat Anda terlalu lelah menjalani hubungan," ungkap psikolog pendiri situs Pranikah ini.

Jika sudah begitu, psikolog yang akrab disapa Nina ini menyarankan untuk menghentikan hubungan sebelum terikat perkawinan. Pernikahan pun tak menjamin seseorang yang posesif berlebihan bisa berubah. Malah ditakutkan, sikapnya itu bisa merugikan bahkan membahayakan pasangannya kelak.



(asf/asf)