Mungkinkah Maafkan Suami yang Pernah Selingkuh? Ini Kata Psikolog
Psikolog hubungan Anna Surti Ariani mengatakan jika emosi apapun yang muncul dalam rumah tangga, haruslah mengedepankan akal sehat untuk menyelesaikannya. Menurutnya, kebanyakan masalah dalam pernikahan, termasuk perselingkuhan tak bisa hanya menyalahkan satu pihak saja.
"Ada kontribusi salah suami, juga kontribusi salah istri. Oleh karena itu, untuk dapat menyelesaikan masalah, perlu pula ada kontribusi usaha dan pengorbanan dari kedua belah pihak," kata psikolog pendiri Situs Pranikah ini.
Anak menjadi pertimbangan utama saat orangtua memikirkan untuk mengakhiri hubungan. Walau terus menikah atau bercerai sekalipun, selama wanita masih menyimpan sakit hati terhadap suami, maka masa depan anak bisa saja bermasalah.
Diungkap psikolog yang akrab disapa Nina, cukup banyak ibu yang sakit hati kemudian menggiring persepsi anak terhadap ayahnya menjadi negatif, yang kemudian berpengaruh negatif pada konsep diri dan kepribadian anak. Permasalahannya seringkali bukan di status pernikahan, namun pada kondisi emosi kedua orangtua.
"Perceraian ternyata tidak selalu memperbaiki kondisi emosi yang terlanjur sakit hati," imbuhnya.
Nina menyarankan hal pertama yang bisa dilakukan adalah menyembuhkan rasa sakit hati Anda terlebih dulu. Selanjutnya adalah bagian tersulit, yaitu memaafkan perilaku suami.
"Terimalah bahwa kondisi ini memang terjadi, dan bahwa Anda berdua punya andil terhadap kondisi ini. Anda dapat dibantu oleh pemuka agama dan psikolog klinis dewasa atau psikolog perkawinan," ujar psikolog Klinik Terpadu Universitas Indonesia ini.
Ada baiknya Anda mendapat banyak bantuan dalam menjalani hidup sekian bulan dan sekian tahun ke depan, karena masa-masa ini biasanya cukup sulit dihadapi sendiri. Selain dari para ahli, bantuan juga bisa didapatkan dari para sahabat yang siap mendengarkan curhatan Anda. Anda juga bisa mendapatkan bantuan untuk mengasuh anak dari pengasuh atau keluarga, yang terutama dibutuhkan saat Anda sedang merasa di titik terbawah hidup Anda.
Keputusan untuk melanjutkan atau mengakhiri perkawinan bukanlah keputusan yang mudah. Janganlah memutuskan sendirian saja. Dan janganlah memutuskan saat hati Anda masih merasa sakit mengingat perbuatannya. (asf/asf)
Kesehatan
Detoks Alami dari Mikroalga! Tablet Chlorella Ini Disebut Kaya Klorofil dan Bantu Bersihkan Racun Tubuh
Kesehatan
Kolesterol Naik Setelah Makan Berat? Coba Rutin Minum Teh Hitam Herbal Ini
Kesehatan
Pantau Suhu Tubuh Saat Campak Merebak! 2 Termometer Ini Bikin Cek Demam Lebih Praktis di Rumah
Olahraga
Jangan Ngaku Runner Kalau Belum Punya 3 Perlengkapan Ini
Ramalan Zodiak 8 Maret: Taurus Lebih Berani, Gemini Jangan Egois
Ramalan Zodiak Cinta 7 Maret: Pisces Jaga Sikap, Gemini Turunkan Ego
Ramalan Zodiak 7 Maret: Capricorn Tertekan, Aquarius Kurang Mujur
Ramalan Zodiak 7 Maret: Libra Lebih Perhatian, Scorpio Harus Mengalah
Ramalan Zodiak Cinta 6 Maret: Pisces Beda Pendapat, Cancer Lebih Sabar
Gaya Angel Karamoy di Ultah Putrinya, Kompak Bareng Eks Suami & Pacar
Ramalan Zodiak 8 Maret: Taurus Lebih Berani, Gemini Jangan Egois
50 Ide Caption Hari Perempuan Internasional untuk Media Sosial, Penuh Makna
Potret Aaliyah Massaid-Kesya Levronka di Ultah Mahalini, Kompak Pakai Daster











































