Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Jadi Desainer Interior, Sapto Djojokartiko Desain Karpet

Daniel Ngantung - wolipop
Kamis, 03 Nov 2016 19:38 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Daniel/Wolipop
Jakarta - Dikenal sebagai desainer busana, Sapto Djojokartiko kini merambah desain interior. Ia pun memilih karpet sebagai peruntungan pertamanya di ranah interior.

Bertempat di Myris Living, Senopati, Kamis (3/11/2016) sore, Sapto melansir lini interiornya yang bernama Saptodjojokartiko Living. "Semuanya bermula dari dorongan teman-teman karena kebetulan aku memang suka iseng desain perabotan kantor," ujar Sapto.

Maka ia pun memberanikan diri untuk mengekspansi bisnis fashionnya ke interior. Untuk produk perdana dari lini tersebut, desainer jebolan ESMOD Jakarta ini memilih karpet. Penara Taupe Rug, begitu Sapto menamai karpet tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

⁠⁠⁠Jadi Desainer Interior, Sapto Djojokartiko Desain KarpetFoto: Daniel/Wolipop

"Kenapa karpet? Menurut saya, menerjemahkan karakteristik desain Saptodjojokartiko lebih mudah di karpet ketimbang meja, bangku, atau perabotan lainnya," terang desainer yang kini menaungi sebuah label couture dan ready to wear.

Sesuai namanya, karpet berbahan wol ini hadir dalam warna Taupe yang terlihat seperti merah muda keabu-abuan, dengan motif khas Sapto yang muncul di koleksinya dua tahun terakhir. Motifnya sendiri dihadirkan melalui teknik embos untuk menciptakan kesan tiga dimensi.

Keseriusan Sapto dalam menggarap produk ini terlihat dari lamanya waktu pengembangan serta pengerjaannya. Untuk pengembangan produk saja, pria asal Solo, Jawa Tengah, ini membutuhkan waktu hingga satu tahun.

Sementara pembuatan satu produk karpet saja bisa memakan waktu paling lama empat bulan tergantung ukuran. Penara Taupe Rug sendiri tersedia dalam tiga ukuran namun tetap bisa disesuaikan lagi dengan kemauan pembeli.

⁠⁠⁠Jadi Desainer Interior, Sapto Djojokartiko Desain KarpetFoto: Daniel/Wolipop

"Semuanya dibuat secara handmade oleh para perajin di kota kelahiran saya, Solo. Untuk pembuatan ukuran yang besar saja, sekitar 6 x 3 meter, melibatkan lebih dari 10
perajin," ungkap desainer yang Jumat kemarin mendapat kesempatan pamer karya di Dewi Fashion Knights Jakarta Fashion Week 2017..

Hasilnya tidak mengecewakan. Sebuah karpet menawan berkualitas tinggi yang sangat cocok bagi mereka yang menghargai orisinalitas dan karya seni. Rasanya sepadan bagi para peminat yang rela menunggu berbulan-bulan untuk melihat karpet ini menghiasi lantai rumah mereka.

Jika maha karyanya ini mendapat respons yang positif dari pasar, ia tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan lini furniturnya ke produk yang lebih bervariasi.

Sapto bukan desainer busana pertama asal Indonesia yang merambah desain interior. Sebelumnya, Ivan Gunawan pernah berkolaborasi dengan perusahaan furnitur Rosewood untuk melansir deretan produk interior. (itn/itn)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads