Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Kencan Kilat di Jepang Wajibkan Peserta Pakai Masker Saat Cari Jodoh

Hestianingsih - wolipop
Selasa, 18 Okt 2016 14:08 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Dok. Reuters
Jakarta - Penampilan fisik biasanya menjadi hal utama yang diperhatikan dalam dunia perkencanan. Terlebih lagi jika kita berkencan dengan orang asing atau tidak pernah bertatap muka sebelumnya. Perusahaan pencari jodoh di Jepang ini, punya cara tersendiri untuk mendekatkan pria dan wanita yang ingin mencari pasangan.

Perusahaan bernama Def Anniversary tersebut menggelar speed dating, atau kencan kilat di mana para pesertanya diwajibkan memakai masker. Pria dan wanita yang ikut kencan kilat harus memakai masker yang menutupi sebagian wajah agar mereka lebih terfokus pada kepribadian teman kencan. Bukan hanya penampilan.

Kesan pertama, bukanlah berasal dari penampilan fisik. Lebih penting dari itu adalah kepribadian yang saling cocok atau melengkapi satu sama lain.
Foto: Dok. Reuters

"Untuk sampai ke jenjang pernikahan, penting untuk memberi kesempatan agar tahu kepribadian pasangan Anda dengan baik dan menghargai tahapan pertama dari sebuah hubungan ketimbang memulainya dari penampilan luar. Itulah sebabnya kami memilih masker operasi sebagai alat utama untuk melakukannya," kata Kei Matsumara, pemimpin Def Anniversary, seperti dikutip dari Mirror.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masker operasi lumrah dipakai orang Jepang saat berjalan di tempat umum, ketika mereka terkena flu dan tidak mau menularkannya pada orang lain. Masker ini juga biasa digunakan wanita ketika ingin keluar rumah tapi terlalu malu karena tidak memakai makeup.

Salah seorang peserta mengatakan, memakai masker membantu meningkatkan rasa percaya diri saat kencan kilat. Menurutnya orang-orang yang datang ke acara seperti ini tujuannya mencari seseorang dengan kepribadian menarik.

"Tidak dinilai dari penampilan, menurutku aku bisa lebih terbuka dengan wanita," ujar Yasumasu Kishi, pemuda berusia 28 tahun.

Peserta lainnya, karyawan wanita berusia 28 tahun juga mengatakan dengan memakai masker dirinya bisa lebih tahu apa yang benar-benar diinginkannya dari seorang pria. Bukan sekadar penampilan fisik yang menawan.
Foto: Dok. Reuters

"Secara umum wajah memang menimbulkan kesan pertama, tapi di acara ini, kepribadian yang lebih penting. Aku cukup suka itu," tutur Chiharu Tsukahara.

Kencan kilat merupakan konsep pencarian jodoh di mana sejumlah pria dan wanita dikumpulkan di satu ruangan untuk saling mengobrol dan mengenal satu sama lain dalam waktu singkat, biasanya tak lebih dari lima menit. Setelah lima menit, alarm akan berbunyi dan mereka diharuskan bertukar dengan peserta kencan lain untuk berbincang.

Kencan kilat biasanya berlangsung selama lebih kurang dua jam, tergantung banyaknya peserta. Jika ada peserta yang saling cocok, maka obrolan bisa berlanjut di luar acara kencan.

Bisnis perjodohan dengan sistem kencan kilat ini menjadi salah satu industri yang cukup berkembang di Jepang. Kencan kilat cukup diminati karena rendahnya angka kelahiran di Negeri Sakura. Hal itu disebabkan berkurangnya keinginan para pria dan wanita muda untuk menikah.

Berdasarkan survei nasional yang dihelat Kementrian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan di 2013, jumlah pernikahan di Jepang turun hingga 50 persen dalam kurun waktu 30 tahun terakhir. Pria dan wanita berusia 25 - 39 tahun yang ingin menikah tapi belum juga berkomitmen, mengaku alasannya karena mereka belum juga menemukan pasangan. (hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads