Alasan Pria 'Swipe' Kanan di Tinder, Penasaran Dapat Berapa 'Like'
Hestianingsih - wolipop
Kamis, 28 Jul 2016 11:40 WIB
Jakarta
-
Awal kemunculan aplikasi seperti Tinder, Paktor dan Badoo dimaksudkan untuk membuat perkencanan lebih cepat dan efisien. Para pencari 'jodoh' hanya akan dicocokkan dengan orang-orang yang tertarik dengan mereka dan sebaliknya, sehingga 'penolakan yang menyakitkan' bisa lebih diminimalisir.
Tapi nyatanya aplikasi kencan online justru lebih sering digunakan sebagai ajang untuk menunjukkan ego. Studi terbaru mengungkapkan pria dan wanita memandang Tinder dan aplikasi sejenisnya dengan cara yang berbeda. Pria cenderung menganggap aplikasi perjodohan seperti sebuah permainan sementara wanita lebih serius soal perkencanan virtual ini.
Para peneliti dari Queen Mary University, London, Inggris menemukan bahwa pria punya kecenderungan 'swipe' kanan ke setiap foto profil hanya untuk melihat siapa saja yang 'like' -menyukai- mereka. Sementara wanita justru lebih selektif melakukan 'swipe' kanan. Mereka umumnya akan memilih orang yang benar-benar disukai setelah melihat foto dan profil para pria di Tinder.
"Kencan online sudah menjadi sangat populer, dengan 38 persen orang Amerika yang single atau sedang mencari pasangan mengaku pernah punya pengalaman (memakai Tinder)," tulis Dr Gareth Tyson, yang mengetuai penelitian, seperti dilansir Daily Mail.
Berdasarkan pengamatan Dr Gareth dan timnya, pria lebih mudah 'swipe' kanan ketika melihat foto profil wanita di Tinder namun kemudian tidak mengirimkan pesan atau membuka obrolan. Sedangkan wanita lebih pemilih tapi lebih tertarik mengajak chat terlebih dahulu ketimbang pria.
Baca Juga: 50 Inspirasi OOTD Hijabers Dunia
Namun baik pria maupun wanita ternyata masih sama-sama 'gengsi' untuk mengirim pesan lebih dulu. Hanya tujuh persen pria dan 21 persen wanita yang akan mengajak 'chat' setelah keduanya 'match'.
"Banyak orang yang baru menyeleksi setelah mendapatkan 'match'. Alih-alih me-like orang yang menurut mereka menarik, mereka meng-klik sebanyak-banyaknya dan baru memutuskan apakah akan lanjut ke percakapan atau tidak," jelas Dr Gareth.
Penelitian dilakukan Dr Gareth dengan membuat 14 profil Tinder pria dan wanita palsu. Profil palsu tersebut secara otomatis akan me-like setiap orang dengan radius minimal 160 km, mencatat berapa orang yang match dan seberapa banyak pesan yang dikirimkan.
"Kami menerima 8248 match dari pria, tapi sebagian besar tidak berusaha memulai interaksi. Sebaliknya kami hanya menerima 532 match dari wanita, yang menandakan bahwa mereka (wanita) lebih berhati-hati dengan siapa saja yang mereka sukai maka dari itu mereka memandangnya lebih bermakna untuk memulai obrolan," terangnya.
Studi ini didukung penelitian lanjutan yang mengungkapkan bahwa sekitar 30 persen pria mengatakan menyukai hampir semua foto profil wanita di Tinder. Sementara tidak ada satupun wanita yang mengatakannya, dengan 93 persen responden wanita mengaku hanya akan 'swipe' kanan jika mereka benar-benar tertarik. Bukan karena iseng. (hst/hst)
Tapi nyatanya aplikasi kencan online justru lebih sering digunakan sebagai ajang untuk menunjukkan ego. Studi terbaru mengungkapkan pria dan wanita memandang Tinder dan aplikasi sejenisnya dengan cara yang berbeda. Pria cenderung menganggap aplikasi perjodohan seperti sebuah permainan sementara wanita lebih serius soal perkencanan virtual ini.
Para peneliti dari Queen Mary University, London, Inggris menemukan bahwa pria punya kecenderungan 'swipe' kanan ke setiap foto profil hanya untuk melihat siapa saja yang 'like' -menyukai- mereka. Sementara wanita justru lebih selektif melakukan 'swipe' kanan. Mereka umumnya akan memilih orang yang benar-benar disukai setelah melihat foto dan profil para pria di Tinder.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan pengamatan Dr Gareth dan timnya, pria lebih mudah 'swipe' kanan ketika melihat foto profil wanita di Tinder namun kemudian tidak mengirimkan pesan atau membuka obrolan. Sedangkan wanita lebih pemilih tapi lebih tertarik mengajak chat terlebih dahulu ketimbang pria.
Baca Juga: 50 Inspirasi OOTD Hijabers Dunia
Namun baik pria maupun wanita ternyata masih sama-sama 'gengsi' untuk mengirim pesan lebih dulu. Hanya tujuh persen pria dan 21 persen wanita yang akan mengajak 'chat' setelah keduanya 'match'.
"Banyak orang yang baru menyeleksi setelah mendapatkan 'match'. Alih-alih me-like orang yang menurut mereka menarik, mereka meng-klik sebanyak-banyaknya dan baru memutuskan apakah akan lanjut ke percakapan atau tidak," jelas Dr Gareth.
Penelitian dilakukan Dr Gareth dengan membuat 14 profil Tinder pria dan wanita palsu. Profil palsu tersebut secara otomatis akan me-like setiap orang dengan radius minimal 160 km, mencatat berapa orang yang match dan seberapa banyak pesan yang dikirimkan.
"Kami menerima 8248 match dari pria, tapi sebagian besar tidak berusaha memulai interaksi. Sebaliknya kami hanya menerima 532 match dari wanita, yang menandakan bahwa mereka (wanita) lebih berhati-hati dengan siapa saja yang mereka sukai maka dari itu mereka memandangnya lebih bermakna untuk memulai obrolan," terangnya.
Studi ini didukung penelitian lanjutan yang mengungkapkan bahwa sekitar 30 persen pria mengatakan menyukai hampir semua foto profil wanita di Tinder. Sementara tidak ada satupun wanita yang mengatakannya, dengan 93 persen responden wanita mengaku hanya akan 'swipe' kanan jika mereka benar-benar tertarik. Bukan karena iseng. (hst/hst)











































