Jadi Wanita Jagoan
Ini yang Harus Dilakukan Wanita Saat Terjebak Dalam Situasi Mengancam
Intan Kemala Sari - wolipop
Sabtu, 27 Feb 2016 15:20 WIB
Jakarta
-
Tak jarang wanita menjadi korban kekerasan dari tindak kejahatan yang kerap terjadi. Maka dari itu, penting untuk membekali diri dengan self-defense atau pertahanan diri untuk membantu para wanita terhindar dari kejahatan.
Namun jika situasi seperti itu terjadi pada Anda, sebaiknya tidak perlu khawatir dan takut. Ada beberapa cara self-defense yang bisa dilakukan untuk membuat orang-orang yang menganggu Anda mengurungkan niatnya.
Michael Dahope, pelatih Muay Thai di Maximum MMA Jakarta menyarankan untuk jangan panik saat situasi sedang dalam bahaya. Menurutnya, memang sulit menghilangkan rasa panik tersebut, namun jika seseorang sudah rutin melakukan bela diri, otomatis dirinya secara spontan mengeluarkan refleks.
"Kalau dia dalam situasi yang terpojokkan dia pasti keluarin refleks itu karena sudah dilatih saat sparing. Jadi dia sudah tahu harus mengeluarkan tendangan ini, pukulan itu, apakah pakai siku atau pakai lutut," jelasnya saat berbincang dengan Wolipop di Maximum MMA, Jl. Woltermonginsidi Jakarta Selatan, Selasa (23/2/2016).
Jika posisi Anda saat sangat disudutkan atau tendangan dan pukulan tidak kena sasaran, cobalah untuk menyerang titik-titik kelemahan lawan. Michael menjelaskan titik lemah tersebut pada umumnya adalah perut bagian kiri dan area dagu serta rahang.
"Di perut bagian kiri ada ulu hati, sekali pukul atau tendang orang bisa langsung jatuh. Daerah kepala termasuk dagu dan rahang termasuk area yang rawan. Sekali ditendang rahangnya, langsung jatuh," katanya lagi.
Deddy Wigraha selaku pelatih Brazilian Jiu-jitsu (BJJ) sekaligus pendiri Alliance Jiu-Jitsu Indonesia menambahkan, saat berada dalam situasi yang mengancam, tetap tenang dan fokuskan pikirkan. Tidak perlu berpikir untuk 'menyerang' lawan atau mengalahkannya, jika ada kesempatan untuk lari atau cari bantuan, tidak ada salahnya dilakukan.
"Prinsip belajar self-defense bukan ingin menantang atau mencari-cari bahaya karena bisa bela diri, tapi kalau lagi dapat posisi tidak enak, dia bisa lari dan cari pertolongan. Menghindar seperti itu asja sudah termasuk self-defense," demikian katanya saat ditemui di Arena MMA, Jl. Bumi no. 18 Jakarta Selatan pada hari yang sama.
(itn/kik)
Namun jika situasi seperti itu terjadi pada Anda, sebaiknya tidak perlu khawatir dan takut. Ada beberapa cara self-defense yang bisa dilakukan untuk membuat orang-orang yang menganggu Anda mengurungkan niatnya.
Michael Dahope, pelatih Muay Thai di Maximum MMA Jakarta menyarankan untuk jangan panik saat situasi sedang dalam bahaya. Menurutnya, memang sulit menghilangkan rasa panik tersebut, namun jika seseorang sudah rutin melakukan bela diri, otomatis dirinya secara spontan mengeluarkan refleks.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika posisi Anda saat sangat disudutkan atau tendangan dan pukulan tidak kena sasaran, cobalah untuk menyerang titik-titik kelemahan lawan. Michael menjelaskan titik lemah tersebut pada umumnya adalah perut bagian kiri dan area dagu serta rahang.
"Di perut bagian kiri ada ulu hati, sekali pukul atau tendang orang bisa langsung jatuh. Daerah kepala termasuk dagu dan rahang termasuk area yang rawan. Sekali ditendang rahangnya, langsung jatuh," katanya lagi.
Deddy Wigraha selaku pelatih Brazilian Jiu-jitsu (BJJ) sekaligus pendiri Alliance Jiu-Jitsu Indonesia menambahkan, saat berada dalam situasi yang mengancam, tetap tenang dan fokuskan pikirkan. Tidak perlu berpikir untuk 'menyerang' lawan atau mengalahkannya, jika ada kesempatan untuk lari atau cari bantuan, tidak ada salahnya dilakukan.
"Prinsip belajar self-defense bukan ingin menantang atau mencari-cari bahaya karena bisa bela diri, tapi kalau lagi dapat posisi tidak enak, dia bisa lari dan cari pertolongan. Menghindar seperti itu asja sudah termasuk self-defense," demikian katanya saat ditemui di Arena MMA, Jl. Bumi no. 18 Jakarta Selatan pada hari yang sama.
(itn/kik)










































