Jadi Wanita Jagoan
Saat Wanita dalam Bahaya, Ini Teknik Dasar Bela Diri yang Bisa Dilakukan
Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 26 Feb 2016 10:24 WIB
Jakarta
-
Muay Thai dan Brazilian Jiu-jitsu (BJJ) menjadi olahraga cabang bela diri yang kini mulai banyak diminati oleh para wanita. Tujuan mereka mengikuti seni bela diri tersebut adalah ingin membekali diri sekaligus dari serangan bahaya atau tindak kejahatan yang mengancam.
Kedua jenis olahraga tersebut membutuhkan gerakan anggota tubuh yang cukup intens dalam bertarung. Tetapi jika Muay Thai dan BJJ ingin diterapkan dalam kehidupan sehari-hari saat Anda berada dalam bahaya, ada beberapa teknik dasar atau fundamental yang bisa digunakan untuk self-defense ketika sedang dalam situasi yang mengancam.
Teknik-teknik tersebut menghendaki beberapa gerakan anggota tubuh. "Pukulan tangan kanan kiri dan siku. Kalau pukulan siku dia mengenai bagian kepala, otomatis kerusakannya besar. Karena kalau gunakan siku ke kepala, bisa bikin kepala bocor," terang Michael Dahope, pelatih Muay Thai yang mengajar di Maximum MMA Jl. Woltermonginsidi Jakarta Selatan, Selasa (23/2/2016).
Selain kepala, pukulan dari siku yang diajarkan di Muay Thai bisa mengenai bagian dada dan leher, meski kemungkinannya untuk cedera lebih kecil. Hal itu karena setiap berlaga, tangan selalu berada dalam posisi di atas untuk melindungi leher dan dada. Maka dari itu, dalam ilmu Muay Thai, anggota tubuh yang diincar adalah kepala, perut, dan kaki.
Lain halnya dengan Deddy Wigraha yang merupakan pelatih Brazilian Jiu-jitsu. Pria yang juga pendiri Alliance Jiu-Jitsu Indonesia itu menuturkan cara yang lain untuk menguasai teknik saat bertarung dalam situasi yang mengintai. Pria 42 tahun itu lebih menekankan kepada cara berdiri atau sikap kuda-kuda yang juga menjadi salah satu teknik yang harus dikuasai dalam BJJ.
"Cara berdirinya kaki dibuka lebar dan agak ditekan ke bawah sedikit biar tidak gampang jatuh kalau didorong. Kalau posisi kuda-kuda sudah baik, dari sana bisa belajar memukul, membanting, dan menyerang lawan," ungkapnya saat diwawancarai Wolipop di Arena MMA, Jl. Bumi no. 18 Jakarta Selatan, di hari yang sama.
Lebih lanjut ia menjelaskan, posisi kuda-kuda tersebut mirip diibaratkan dengan kaki membentuk huruf L. Kaki kiri berada di depan sedangkan kaki kanan mundur satu langkah ke belakang. Posisi kuda-kuda seperti ini dikatakan Deddy juga berlaku dalam olahraga tinju.
(int/ays)
Kedua jenis olahraga tersebut membutuhkan gerakan anggota tubuh yang cukup intens dalam bertarung. Tetapi jika Muay Thai dan BJJ ingin diterapkan dalam kehidupan sehari-hari saat Anda berada dalam bahaya, ada beberapa teknik dasar atau fundamental yang bisa digunakan untuk self-defense ketika sedang dalam situasi yang mengancam.
Teknik-teknik tersebut menghendaki beberapa gerakan anggota tubuh. "Pukulan tangan kanan kiri dan siku. Kalau pukulan siku dia mengenai bagian kepala, otomatis kerusakannya besar. Karena kalau gunakan siku ke kepala, bisa bikin kepala bocor," terang Michael Dahope, pelatih Muay Thai yang mengajar di Maximum MMA Jl. Woltermonginsidi Jakarta Selatan, Selasa (23/2/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lain halnya dengan Deddy Wigraha yang merupakan pelatih Brazilian Jiu-jitsu. Pria yang juga pendiri Alliance Jiu-Jitsu Indonesia itu menuturkan cara yang lain untuk menguasai teknik saat bertarung dalam situasi yang mengintai. Pria 42 tahun itu lebih menekankan kepada cara berdiri atau sikap kuda-kuda yang juga menjadi salah satu teknik yang harus dikuasai dalam BJJ.
"Cara berdirinya kaki dibuka lebar dan agak ditekan ke bawah sedikit biar tidak gampang jatuh kalau didorong. Kalau posisi kuda-kuda sudah baik, dari sana bisa belajar memukul, membanting, dan menyerang lawan," ungkapnya saat diwawancarai Wolipop di Arena MMA, Jl. Bumi no. 18 Jakarta Selatan, di hari yang sama.
Lebih lanjut ia menjelaskan, posisi kuda-kuda tersebut mirip diibaratkan dengan kaki membentuk huruf L. Kaki kiri berada di depan sedangkan kaki kanan mundur satu langkah ke belakang. Posisi kuda-kuda seperti ini dikatakan Deddy juga berlaku dalam olahraga tinju.
(int/ays)











































