Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Alasan Putus Cinta Sangat Menyakitkan Menurut Pakar Percintaan

Hestianingsih - wolipop
Senin, 15 Feb 2016 19:43 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Thinkstock
Jakarta - Menurut penelitian, putus cinta bisa menjadi kejadian paling traumatik kedua di dalam hidup. Tak heran, putus cinta memberikan rasa sakit yang 'dahsyat', bahkan fisik pun bisa ikut merasakan sakit.

Perasaan sakit kemungkinan akan semakin buruk ketika putus cinta disebabkan oleh perselingkuhan. Mengapa orang bisa merasa sangat patah hati setelah berpisah dengan kekasih, pakar percintaan yang mendalami soal putus cinta, Sara Davison menjelaskannya, seperti dikutip dari Female First.

1. Berduka karena kehilangan masa depan yang telah direncanakan. Setelah putus, semuanya telah berubah karena mungkin Anda telah merencanakan pernikahan, tapi si dia begitu saja menghancurkannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Kehilangan orang yang mendukung dan mencintai Anda. Tentu saja ini menjadi sangat buruk ketika setiap harinya ada orang yang selalu mendengarkan cerita dan keluh kesah Anda, tapi kini semua kebiasaan tersebut hilang.  

3. Putus cinta membuat kepercayaan diri hilang. Yang terpikirkan, Anda tidak pantas dicintai oleh siapapun dan terus menyalahkan diri sendiri.

4. Putus cinta semakin berat ketika banyak yang bertanya alasan Anda dan si dia putus. Memori pahit bersamanya akan terus terulang.

5. Takut sendiri menjadi alasan terbesar mengapa setelah putus merasa sangat sakit hati. Sendiri dan kesepian menjadi hal yang paling sulit untuk diatasi pasca patah hati.

Baca Juga: 50 Tas dan Sepatu Favorit Selebriti

Meski putus cinta terasa sangat sakit, namun ada banyak cara untuk 'mengobatinya'. Seperti tips-tips di bawah ini:

1. Menurut Sara, jangan terlalu sering menyendiri. Bergaulah dengan orang-orang positif untuk membangun suasana hati Anda.

2. Biarkan diri Anda menangis dan mengeluarkan seluruh energi negatif.

3. Ubah kebiasaan Anda sehari-hari untuk menyegarkan pikiran. Misalnya melakukan olahraga yang sebelumnya belum pernah Anda coba, menggunakan pakaian baru atau datang ke tempat baru.

4. Manjakan diri dengan potong rambut, pijat tubuh atau sekedar mengganti warna kuteks.

5. Menulis diary terkesan kuno, namun cara itu cukup ampuh untuk menghilangkan perasaan negatif. (hst/hst)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads