Idealnya, Patah Hati Bisa Sembuh 3 Bulan Setelah Putus Cinta
Hestianingsih - wolipop
Kamis, 21 Jan 2016 19:57 WIB
Jakarta
-
Efek patah hati bisa berbeda-beda pada setiap orang. Waktu untuk sembuh dari kegalauan pasca putus cinta pun berbeda tergantung dari pribadi masing-masing orang.
Namun ada kecenderungan pria yang lebih lama move on dari patah hati ketimbang wanita. Penelitian yang dilakukan Profesor Antropologi bersama timnya dari Binghamton University, New York, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa wanita akan lebih emosional daripada pria ketika putus cinta. Namun mereka lebih cepat untuk move on.
Sementara pria umumnya terlihat lebih tenang dari luar. Meski begitu terkadang situasi tersebut membuat mereka memendam kemarahan dalam jangka waktu yang sangat lama bahkan bertahun-tahun.
Kalut dan galau memang sangat wajar terjadi ketika seseorang putus cinta. Dua hingga tiga minggu pertama, umumnya orang yang patah hati akan mengisolasi diri mereka dari 'dunia luar', meskipun ada pula yang justru mencari keramaian agar kesepian tidak terlalu dirasakan.
Terlalu lama terlarut dalam 'kungkungan' patah hati akan membuat seseorang kehilangan potensi diri dan kualitas hidupnya. Bahkan menurut ahli kesehatan jantung Dr Graham Jackson, patah hati bisa berujung serangan jantung mendadak.
Berapa lama idealnya seseorang bisa sembuh dari patah hati, sudah ada penelitian yang mengungkap jawabannya. Para ilmuwan dari Journal of Positive Psychology menyebutkan, cukup tiga bulan.
Dalam penelitiannya, 71 persen partisipan merasa bisa lebih menerima kandasnya hubungan mereka dalam perspektif yang lebih positif sekitar 11 minggu setelah putus cinta. Menariknya, jangka waktu tiga bulan itu juga berlaku bagi pihak yang memutuskan hubungan. Jadi baik yang memutuskan atau diputuskan cintanya, patah hati tetap dirasakan kedua belah pihak.
Bagaimana bila patah hati masih saja dirasakan hingga lebih dari tiga bulan bahkan tahunan? Maka ada baiknya Anda membicarakannya dengan orang terdekat untuk meluapkan perasaan. Memendam emosi akan berefek buruk dan menurunkan kualitas serta produktivitas hidup sebagai manusia.
Hal lain yang bisa dilakukan adalah mengikuti aktivitas yang bisa memicu pelepasan hormon bahagia seperti serotonin, endorphin dan dopamin. Salah satunya dengan berolahraga seperti renang, aerobik, dansa atau jogging. Bisa juga dengan mencoba hobi baru misalnya memasak, membuat scrapbook, kursus clay-doll atau paper art. Mencoba sesuatu yang baru akan membuat Anda fokus dan lebih cepat menyembuhkan patah hati. (hst/hst)
Namun ada kecenderungan pria yang lebih lama move on dari patah hati ketimbang wanita. Penelitian yang dilakukan Profesor Antropologi bersama timnya dari Binghamton University, New York, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa wanita akan lebih emosional daripada pria ketika putus cinta. Namun mereka lebih cepat untuk move on.
Sementara pria umumnya terlihat lebih tenang dari luar. Meski begitu terkadang situasi tersebut membuat mereka memendam kemarahan dalam jangka waktu yang sangat lama bahkan bertahun-tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlalu lama terlarut dalam 'kungkungan' patah hati akan membuat seseorang kehilangan potensi diri dan kualitas hidupnya. Bahkan menurut ahli kesehatan jantung Dr Graham Jackson, patah hati bisa berujung serangan jantung mendadak.
Berapa lama idealnya seseorang bisa sembuh dari patah hati, sudah ada penelitian yang mengungkap jawabannya. Para ilmuwan dari Journal of Positive Psychology menyebutkan, cukup tiga bulan.
Dalam penelitiannya, 71 persen partisipan merasa bisa lebih menerima kandasnya hubungan mereka dalam perspektif yang lebih positif sekitar 11 minggu setelah putus cinta. Menariknya, jangka waktu tiga bulan itu juga berlaku bagi pihak yang memutuskan hubungan. Jadi baik yang memutuskan atau diputuskan cintanya, patah hati tetap dirasakan kedua belah pihak.
Bagaimana bila patah hati masih saja dirasakan hingga lebih dari tiga bulan bahkan tahunan? Maka ada baiknya Anda membicarakannya dengan orang terdekat untuk meluapkan perasaan. Memendam emosi akan berefek buruk dan menurunkan kualitas serta produktivitas hidup sebagai manusia.
Hal lain yang bisa dilakukan adalah mengikuti aktivitas yang bisa memicu pelepasan hormon bahagia seperti serotonin, endorphin dan dopamin. Salah satunya dengan berolahraga seperti renang, aerobik, dansa atau jogging. Bisa juga dengan mencoba hobi baru misalnya memasak, membuat scrapbook, kursus clay-doll atau paper art. Mencoba sesuatu yang baru akan membuat Anda fokus dan lebih cepat menyembuhkan patah hati. (hst/hst)
Home & Living
Bikin Lebih Semangat Minum Air Putih! 3 Tumbler Estetik Ini Praktis Dipakai Harian
Olahraga
Jaga Stabilitas di Air dengan Rekomendasi Pelampung Pinggang & Kacamata Renang Minus
Olahraga
Starter Kit Pesepeda Pemula! 3 Perlengkapan Dasar Biar Gowes Nyaman & Aman Sejak Awal
Pakaian Wanita
Siap Salat Id hingga Silaturahmi! 5 Item Wajib Lebaran yang Nyaman untuk Ibadah dan Beraktivitas
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Cara Tenangkan Pikiran Saat Masalah Datang
Ramalan Zodiak Cinta 19 Februari: Gemini Harmonis, Virgo Ada PIhak Ketiga
17 Februari 2026 Bukan Gerhana Biasa, Astrolog Ramalkan Awal Babak Baru
Ramalan Zodiak 19 Februari: Cancer Bicara Jujur, Leo Hindari Perselisihan
Relation-Sipping, Tren Pacaran Simpel yang Disukai Gen Z
Most Popular
1
Intip Kado Ultah Nagita Slavina-Raffi Ahmad, Harganya Sama-sama Capai Rp 7 M
2
Baru Cerai, Nicole Kidman Didekati Multimiliuner, Terungkap Statusnya
3
Foto Mayangsari Ziarah ke Makam Pak Harto Bareng Suami & Anak Jelang Ramadhan
4
Lisa BLACKPINK Memasuki Designer Era, Rancang Koleksi Kith Spring 2026
5
Berawal dari PHK, Natali Kini Sukses Jualan Cookies ke Luar Negeri
MOST COMMENTED











































