Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Solusi Bijak Saat Pernikahan Tertunda Karena Keluarga Terlalu Ikut Campur

Intan Kemala Sari - wolipop
Senin, 21 Des 2015 19:03 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Thinkstock
Jakarta - Merencanakan pernikahan yang sudah di depan mata menjadi dambaan setiap wanita. Tetapi bagaimana jika rencana menikah tersebut harus tertunda lantaran campur tangan keluarga pasangan yang menginginkan anak lelakinya sukses terlebih dahulu dalam hal karier?

Hal ini tentunya membuat Anda bingung sekaligus kalut. Tetapi jangan terus-menerus merasa risau, psikolog Ratih Ibrahim mengatakan ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meyakinkan keluarga pasangan agar memperbolehkannya menikah.

Ratih menjelaskan, tentunya keluarga pasangan lebih memahami anaknya sendiri dibandingkan kekasihnya. Tetapi jangan sungkan untuk mengajak pasangan memberikan pengertian pada keluarganya. Cobalah jabarkan hal-hal positif yang bisa didapat jika menikah cepat, dan sebaliknya, jabarkan hal-hal negatif jika pernikahan tersebut dilakukan dalam waktu dekat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah membahas itu semua, barulah ambil keputusan kapan akan menikah. Menikah merupakan keputusan yang sangat besar, tentunya dibututuhkan pertimbangan yang besar pula, dan pertimbangan tersebut tidak hanya pertimbangan dari perasaan kalian saja, tetapi juga logika," tutur Ratih.

Selain itu, keinginan untuk menikah juga baiknya diimbangi dengan kemampuan menjalankan pernikahannya. Menikah butuh persiapan yang matang, yaitu fisik, mental dan juga finansial. Dengan menikah Anda juga harus siap untuk memiliki pengeluaran keluarga sendiri, mulai dari pengeluaran bulanan, kebutuhan anak, kesehatan, hingga pendidikan.

Ada baiknya bicarakan hal ini dengan calon suami. Bagaimana kesiapan Anda dan pasangan dalam memenuhi semua hal tersebut dan apa yang menjadi impian masing-masing untuk masa depan sendiri serta impian tentang keluarga yang akan dibangun bersama.

"Bersikaplah jujur dan obyektif dalam menilai kesiapan kalian. Bila memang sudah siap dan mampu memenuhi tanggung jawab tersebut maka bicarakanlah dengan keluarga. Putuskanlah mana yang lebih baik, apakah berbicara berdua dengan keluarga atau lebih baik pasangan Anda yang bicara dengan keluarganya," tutup ibu dua anak itu. (int/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads