Ini yang Terjadi pada Otak dan Tubuh Saat Seseorang Jatuh Cinta
Hestianingsih - wolipop
Jumat, 18 Des 2015 19:32 WIB
Jakarta
-
Bagaimana rasanya jatuh cinta? Sebagian orang merasakan adanya sensasi 'kupu-kupu di dalam perut', ada pula yang berpendapat 'berjuta rasanya' atau 'tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata'.
Faktanya, deskripsi jatuh cinta sebenarnya bisa dijelaskan secara ilmiah. Apa yang terjadi pada tubuh ketika seseorang jatuh cinta, berkaitan dengan fungsi tubuh serta hormon manusia.
Berdasarkan penelitian Dr. Stephanie Ortigue, profesor di Syracuse University, New York, AS, cinta memang benar bisa muncul pada pandangan pertama dan itu terjadi hanya dalam lima detik. Stephanie pun menjelaskan fakta menarik, bahwa perasaan romantis bukan berasal dari hati melainkan otak.
Otak akan bereaksi terhadap romantisme seperti halnya ketika orang berada dalam pengaruh kokain. Saat seseorang jatuh cinta, 12 area di dalam otak akan saling terhubung, melepaskan senyawa-senyawa kimia pemicu rasa bahagia seperti oksitosin, dopamin dan adrenalin.
Kombinasi tiga hormon ini akan menghasilkan euforia pada bagian yang berhubungan dengan fungsi kognitif otak. Fungsi kognitif ini mengatur kemampuan seseorang dalam merangkai kata kiasan, pemahaman bahasa, memroses respon visual juga pencitraan tubuh. Menariknya, semua proses itu bisa berlangsung hanya dalam kedipan mata.
Dr. Stephanie telah memahami bagaimana otak dan tubuh bereaksi saat seseorang jatuh cinta melalui sebuah percobaan ilmiah. Dalam eksperimen tersebut, partisipan diperlihatkan nama dan foto masing-masing orang yang mereka sayangi dengan sepenuh hati. Di saat yang sama, aktivitas sel-sel otak mereka juga dilihat menggunakan alat pemindai listrik.
Setelah melihat foto-foto orang yang dicintai, terjadi percepatan aktivitas pada area otak yang berhubungan dengan rasa penghargaan dan euforia. Area ini juga bereaksi ketika seseorang menggunakan obat-obatan. Aktivitas otak itu terjadi pada partisipan pria maupun wanita.
Namun dari hasil penelitian tersebut, timbul satu pertanyaan. Jika rasa cinta muncul pada pandangan pertama, bagaimana dengan pasangan yang jatuh cinta setelah berteman lama? Kenapa euforia dan gejolak itu tidak terasa saat pertama kali mereka bertemu?
Seperti dikutip dari Your Tango, batasan antara cinta pada pandangan pertama dan cinta yang tumbuh seiring berjalannya waktu mungkin berlandaskan pada sebuah kesadaran. Rasa sayang itu mungkin sudah muncul sesaat ketika keduanya bertemu namun euforia --yang efeknya mirip seperti konsumsi kokain-- baru terjadi setelah mereka bersama-sama dalam waktu yang lama.
Hasil penelitian Dr. Stephanie juga mengungkapkan fakta lainnya. Cinta, bisa datang sekejap pada pandangan pertama. Tapi sayangnya, perlu waktu lama bahkan hingga bertahun-tahun untuk melupakannya. (hst/ami)
Faktanya, deskripsi jatuh cinta sebenarnya bisa dijelaskan secara ilmiah. Apa yang terjadi pada tubuh ketika seseorang jatuh cinta, berkaitan dengan fungsi tubuh serta hormon manusia.
Berdasarkan penelitian Dr. Stephanie Ortigue, profesor di Syracuse University, New York, AS, cinta memang benar bisa muncul pada pandangan pertama dan itu terjadi hanya dalam lima detik. Stephanie pun menjelaskan fakta menarik, bahwa perasaan romantis bukan berasal dari hati melainkan otak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kombinasi tiga hormon ini akan menghasilkan euforia pada bagian yang berhubungan dengan fungsi kognitif otak. Fungsi kognitif ini mengatur kemampuan seseorang dalam merangkai kata kiasan, pemahaman bahasa, memroses respon visual juga pencitraan tubuh. Menariknya, semua proses itu bisa berlangsung hanya dalam kedipan mata.
Dr. Stephanie telah memahami bagaimana otak dan tubuh bereaksi saat seseorang jatuh cinta melalui sebuah percobaan ilmiah. Dalam eksperimen tersebut, partisipan diperlihatkan nama dan foto masing-masing orang yang mereka sayangi dengan sepenuh hati. Di saat yang sama, aktivitas sel-sel otak mereka juga dilihat menggunakan alat pemindai listrik.
Setelah melihat foto-foto orang yang dicintai, terjadi percepatan aktivitas pada area otak yang berhubungan dengan rasa penghargaan dan euforia. Area ini juga bereaksi ketika seseorang menggunakan obat-obatan. Aktivitas otak itu terjadi pada partisipan pria maupun wanita.
Namun dari hasil penelitian tersebut, timbul satu pertanyaan. Jika rasa cinta muncul pada pandangan pertama, bagaimana dengan pasangan yang jatuh cinta setelah berteman lama? Kenapa euforia dan gejolak itu tidak terasa saat pertama kali mereka bertemu?
Seperti dikutip dari Your Tango, batasan antara cinta pada pandangan pertama dan cinta yang tumbuh seiring berjalannya waktu mungkin berlandaskan pada sebuah kesadaran. Rasa sayang itu mungkin sudah muncul sesaat ketika keduanya bertemu namun euforia --yang efeknya mirip seperti konsumsi kokain-- baru terjadi setelah mereka bersama-sama dalam waktu yang lama.
Hasil penelitian Dr. Stephanie juga mengungkapkan fakta lainnya. Cinta, bisa datang sekejap pada pandangan pertama. Tapi sayangnya, perlu waktu lama bahkan hingga bertahun-tahun untuk melupakannya. (hst/ami)
Olahraga
Dunlop ATP Viper Dry Overgrip, Solusi Genggaman Raket Stabil & Anti Slip
Home & Living
LG NanoCell 43 Inch, Smart TV 4K dengan AI untuk Semua Kebutuhan
Health & Beauty
Skintific Instant Glowing Serum Spray, Solusi Kulit Cerah dalam 3 Detik
Olahraga
NIKE Vapor Pro 3, Sepatu Tenis Ringan untuk Pemain Agresif
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Beda Kepribadian Aries Maret dan Aries April, Ternyata Karakternya Tak Sama
Ramalan Zodiak Cinta 3 April: Aries Kurang Komunikasi, Leo Dilanda Rindu
Ramalan Zodiak 3 April: Aries Semangat Membara, Taurus Awas Boros
Ramalan Zodiak 3 April: Aquarius Beda Prinsip, Pisces Lebih Sabar
Ramalan Zodiak Cinta 2 April: Capricorn Masih Cekcok, Aquarius Diminta Sabar
Most Popular
1
Potret Olla Ramlan Olahraga Aerial Hoop, Pakai Busana Backless Serba Hitam
2
Potret Pernikahan Keturunan Konfusius ke-46 dengan Sosialita yang Jadi Sorotan
3
Viral Aktris Thailand Ngaku Dilecehkan Petugas Medis Saat Sesak Napas
4
Viral Cucu Eks Presiden Korsel Bongkar Skandal Keluarga Lewat Webtoon Domba
5
Pesona Tian Xiwei di Drama China Where the Mask Ends, Visualnya Memukau
MOST COMMENTED











































