Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Pasangan Ini Hidup Selama 45 Tahun Tanpa Listrik dan Manusia Lain

Arina Yulistara - wolipop
Kamis, 29 Okt 2015 19:31 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ist.
Jakarta -

Bagaikan cerita fiksi yang mengisahkan sekelompok manusia hidup di kota tak berpenghuni, pasangan asal Spanyol, Martin dan Sinforosa Colomer, benar-benar mengalaminya. Pasangan suami-istri ini telah hidup selama 45 tahun di sebuah desa terpencil tanpa manusia lain di sekelilingnya. Keduanya tinggal di La Estrella, Spanyol.

Marton dan Sinforosa tinggal di sebuah rumah tanpa orang-orang di sekitarnya, hanya ditemani beberapa hewan peliharaan seperti tiga anjing, empat ayam, 25 kucing, dan lebah. Mereka hidup damai tanpa ada orang di kanan dan kirinya.

Dilansir oleh Oddity Central, Martin dan Sinforosa hanya tinggal berdua di desa tak berpenghuni tersebut. Jarak dari desa ke kota terdekat yang ditinggali oleh masyarakat cukup jauh sekitar 25 kilometer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria 79 tahun bersama istrinya yang kini berumur 82 tahun tidak pernah merasa kesepian atau menderita walaupun hidup tanpa ponsel, televisi, hingga listrik. Mereka mengaku bahagia dengan kehidupan yang sederhana.

"Kami lebih banyak memiliki hubungan dengan hewan dan pohon ceri," tutur Martin.

Martin mengatakan mereka hanya mempunyai mobil tua yang biasa dimanfaatkan untuk pergi ke kota terdekat. Ada pula radio usang yang digunakan untuk memperoleh kabar dari masyarakat kota.

Di desa yang hanya dihuni oleh Martin dan Sinforosa memiliki gedung sekolah, gereja, serta beberapa kafe. Namun semua sudah mulai rusak setelah lama tak ditinggali. Keduanya pun bercerita bahwa dahulu kota ini sangat ramai penduduk.

Pembangunan desa ini juga memiliki latar belakang yang menarik. Kabarnya desa La Estrella awalnya dibangun khusus untuk wanita simpanan para pria kaya. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak penduduk dari kota lain tinggal di desa tersebut membuat suasananya semakin ramai. Namun pada tahun 1883, badai deras menghancurkan desa.

Hampir setengah penduduk di desa tersebut tewas, setidaknya ada 17 rumah hancur. Banyak penduduk yang terluka dan sisa warganya mulai meninggalkan desa untuk pergi ke kota terdekat. Meski hampir seluruh warga pergi mencari kehidupan baru, menurut Martin masih ada yang tersisa beberapa orang asli desa La Estrella.

"Ada sekitar 150 sampai 200 orang asli tinggal di sini sebelumnya, kita memiliki guru, beberapa profesional, walikota, polisi, dan pemuka agama. Dalam satu atau dua tahun, mereka akhirnya pergi juga," jelas Martin.

Penduduk pergi ke kota untuk mendapatkan pekerjaan baru. Sedangkan Martin dan istrinya tetap tinggal di desa yang menjadi saksi bisu keduanya jatuh cinta. Martin juga mengatakan bahwa ini tempat kelahiran Sinforosa dan istrinya tidak ingin pergi dari La Estrella selamanya.

Martin pun tak ingin meninggalkan istri sendirian sehingga ia memutuskan menetap berdua di desa tersebut. "Istriku lahir di sini dan selalu ingin hidup di sini. Dia tidak ingin pergi dan aku tidak akan meninggalkannya sendirian, mau bagaimana lagi?" tambahnya.

(ays/asf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads