ADVERTISEMENT

Terjebak Friendzone, Haruskah Ungkap Perasaan ke Sahabat?

Alissa Safiera - wolipop Jumat, 11 Sep 2015 19:52 WIB
Dok. Getty Images
Jakarta - Bukan hal yang tidak mungkin untuk jatuh cinta kepada sahabat sendiri. Intensitas bertemu yang cukup rutin, terkadang menimbulkan rasa nyaman yang melebihi teman dekat pada umumnya.

Lantas apa yang harus dilakukan setelahnya? Apalagi ketika telah merasa jika perlakuannya terhadap Anda berbeda dibanding teman-teman yang lain.

Mungkin Anda akan berusaha untuk menganggap hal itu tidak nyata demi alasan persahabatan. Namun di sisi lain, ingin pula untuk mengungkapkannya demi mengetahui apakah ia memiliki perasaan yang sama pula.

Menurut psikolog dan konsultan cinta Ratih Ibrahim, jangan terlalu gegabah untuk mengutarakan isi hati. Lebih baik memastikan dulu jika perasaan itu benar-benar nyata.

"Kalau kamu memang sangat ingin tahu alasan mengapa dia bersikap berbeda dengan kamu dan sangat ingin berhubungan dengannya, rasanya tidak ada salahnya jika kamu bersikap lebih terbuka untuk memberikan sinyal “lampu hijau” ke dia," ungkap psikolog lulusan Universitas Indonesia itu.

Jika sinyal-sinyal itu gagal ditangkap olehnya, tak ada salahnya mengungkapkan secara langsung perasaan Anda. Komunikasikanlah perasaan terhadapnya dan kemukakan juga harapan bila ia memiliki perasaan yang sama, dan bila ternyata ia tidak memiliki perasaan yang sama dengan Anda (misalnya tetap dapat bersahabat).

Dengan mengemukakan perasaan, Anda membuktikan terhadap diri sendiri telah berani menghadapi rasa khawatir yang muncul. Anda pun akan merasa lega serta tidak lagi malu. Selain itu juga dapat mengetahui tanggapan dan sikap apa yang dia ambil terhadap perasaan dan harapan Anda.

"Peluangnya 50-50. Jadi menurut saya tidak perlu ada yang ditakuti. Sebaliknya, apabila kamu bersikap pasif dan diam, peluang kamu kehilangan dia akan lebih besar daripada sekadar 50% dan ada kemungkinan kamu juga akan menyesalinya," tutup Ratih.

(als/als)