Tampilan Fisik Kekasih Di-bully di Internet, Haruskah Menyerang Balik?
Intan Kemala Sari - wolipop
Rabu, 12 Agu 2015 18:11 WIB
Jakarta
-
Baru-baru ini pria Indonesia bernama Bayu Kumbara atau lebih dikenal dengan Pait menikahi seorang wanita asal Inggris. Banyak yang memberikan komentar bernada miring terhadap Pait lantaran penampilan fisiknya dianggap tidak sepadan dengan istrinya yang cantik dan memiliki postur tubuh layaknya seorang model.
Peristiwa seperti itu bisa saja dialami oleh pasangan manapun, termasuk juga pasangan sendiri. Jika bullying terus berlanjut, terkadang timbul perasaan ingin 'menyerang' balik orang-orang yang mengejek kekasih, baik itu dari keluarga, teman, maupun mereka yang tidak dikenal. Lantas, haruskah konfrontasi itu dilakukan?
Menurut psikolog Anna Surti Ariani, melakukan penyerangan balik justru tidak membuat komentar kurang menyenangkan tentang pasangan menghilang. "Biasanya kalau konfrontasi itu dilakukan justru yang ada orang-orang akan tambah mengomentari dan permasalahan semakin melebar," ujarnya saat dihubungi Wolipop, Selasa, (11/8/2015).
Psikolog lulusan Universitas Indonesia ini berpendapat, jika pasangan tersebut hanya ingin mencari popularitas saja dengan memanfaatkan kekurangan fisik kekasihnya, komentar miring tersebut memang sengaja ditanggapi. Tetapi jika kita ingin memberikan penjelasan tentang alasan mengapa kita memilih pasangan yang tampilannya kurang menarik, sebaiknya tunda dulu hingga suasana agak tenang.
Baca Juga: 50 Inspirasi Gaya Hijab Selebgram
"Jangan lagi panas-panasnya suasana terus memberikan penjelasan, yang ada orang-orang jadi salah paham. Kalau ingin memberikan penjelasan di sosial media, sebaiknya beri penjelasan yang komplit," lanjutnya lagi.
Misalnya, berikan penjelasan via status Facebook atau Instagram sejelas mungkin. Berikan alasan Anda bahwa tampilian fisik itu bukanlah tolak ukur utama dalam memilih pasangan. Begitu pula jika Anda menjelaskan melalui Twitter, beri tahu kepada followers jika kicauan yang Anda unggah akan berseri, sehingga orang-orang yang membacanya tidak lantas mengutip sembarangan.
Apabila penjelasan tidak dilakukan sejelas-jelasnya, dikhawatirkan ada oknum yang tidak bertanggung jawab menyebarkannya dan membuat suasana semakin runyam hingga akhirnya bullying semakin bertambah. Di akhir perbincangan, Nina menyarankan sebaiknya tunggulah sesaat hingga suasana mereda.
"Tapi kalau dirasa komentar tidak enak itu menyebalkan sekali, ada baiknya berhenti menggunakan sosial media dulu untuk sementara," pungkasnya.
(itn/hst)
Peristiwa seperti itu bisa saja dialami oleh pasangan manapun, termasuk juga pasangan sendiri. Jika bullying terus berlanjut, terkadang timbul perasaan ingin 'menyerang' balik orang-orang yang mengejek kekasih, baik itu dari keluarga, teman, maupun mereka yang tidak dikenal. Lantas, haruskah konfrontasi itu dilakukan?
Menurut psikolog Anna Surti Ariani, melakukan penyerangan balik justru tidak membuat komentar kurang menyenangkan tentang pasangan menghilang. "Biasanya kalau konfrontasi itu dilakukan justru yang ada orang-orang akan tambah mengomentari dan permasalahan semakin melebar," ujarnya saat dihubungi Wolipop, Selasa, (11/8/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: 50 Inspirasi Gaya Hijab Selebgram
"Jangan lagi panas-panasnya suasana terus memberikan penjelasan, yang ada orang-orang jadi salah paham. Kalau ingin memberikan penjelasan di sosial media, sebaiknya beri penjelasan yang komplit," lanjutnya lagi.
Misalnya, berikan penjelasan via status Facebook atau Instagram sejelas mungkin. Berikan alasan Anda bahwa tampilian fisik itu bukanlah tolak ukur utama dalam memilih pasangan. Begitu pula jika Anda menjelaskan melalui Twitter, beri tahu kepada followers jika kicauan yang Anda unggah akan berseri, sehingga orang-orang yang membacanya tidak lantas mengutip sembarangan.
Apabila penjelasan tidak dilakukan sejelas-jelasnya, dikhawatirkan ada oknum yang tidak bertanggung jawab menyebarkannya dan membuat suasana semakin runyam hingga akhirnya bullying semakin bertambah. Di akhir perbincangan, Nina menyarankan sebaiknya tunggulah sesaat hingga suasana mereda.
"Tapi kalau dirasa komentar tidak enak itu menyebalkan sekali, ada baiknya berhenti menggunakan sosial media dulu untuk sementara," pungkasnya.
(itn/hst)











































